Plasidus Ngantu,S,Pd, Dua Setengah Dekade Menyalakan Cahaya Pendidikan di UPTD SMP Negeri 15 Kota Kupang

Plasidus Ngantu, S,Pd terima piagam penghargaan dari Presiden RI.

KUPANG, RANAKANEWS.com – Di ruang kelas UPTD SMP Negeri 15 Kota Kupang, suara kapur yang bergesekan dengan papan tulis telah menjadi musik harian Plasidus Ngantu, S,Pd. Selama 25 tahun, ia menulis bukan sekadar huruf dan angka, melainkan masa depan anak-anak bangsa. Kini, pengabdian panjang itu berbuah penghargaan: Satyalencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan ini bukan sekadar medali. Ia adalah pengakuan negara atas ketekunan seorang guru yang memilih jalan sunyi; membentuk karakter, menyalakan harapan, dan menjaga api pengetahuan agar tidak padam di tengah keterbatasan.

Nama penerima: Plasidus Ngantu, S,Pd, NIP: 197403272001131002, Sekolah: Guru UPTD SMP Negeri 15 Kota Kupang, TMT: 1 Desember 2001 (PNS), guru kontrak peningkatan Mutu SLTP sejak 1 Juli 2000. Penghargaan: Satyalencana Karya Satya. Alasan: 25 tahun pengabdian sebagai guru (24 tahun PNS). Pemberi: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subiyanto. Penyerahan: Walikota Kupang, dr. Cristian Widodo

Plasidus memulai kariernya di awal 1990-an, ketika fasilitas pendidikan di Nusa Tenggara Timur masih jauh dari memadai. Sekolah berdinding bambu, bangku kayu seadanya, dan buku pelajaran yang terbatas. Namun, semangatnya tidak pernah surut.

“Guru adalah cahaya yang tidak pernah padam, meski lilin dirinya perlahan habis,” ungkap seorang murid yang kini telah menjadi dosen. Kalimat itu menggambarkan betapa pengabdian Plasidus telah menyalakan api semangat bagi banyak orang.

Selama dua setengah dekade, ia telah menyaksikan murid-muridnya tumbuh: ada yang menjadi dokter, ada yang menjadi guru, ada pula yang kini memimpin desa. Setiap keberhasilan murid adalah bagian dari warisan Plasidus.

Bagi keluarganya, penghargaan ini adalah kebanggaan sekaligus pengingat akan pengorbanan. “Bapak sering pulang dengan baju penuh kapur, tapi wajahnya selalu cerah. Ia tidak pernah mengeluh,” kata putrinya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang menyampaikan bahwa Penghargaan Satyalencana Karya Satya yang diterima Bapak Plasidus Ngantu, S,Pd adalah bukti nyata bahwa dedikasi seorang guru tidak pernah sia-sia.
Selama 25 tahun beliau telah menyalakan cahaya pengetahuan di UPTD SMP Negeri 15 Kota Kupang, membentuk karakter generasi muda dengan kesabaran dan ketulusan.

“Kami di Dinas Pendidikan Kota Kupang merasa bangga, karena penghargaan ini bukan hanya milik beliau, tetapi juga milik seluruh komunitas pendidikan di daerah ini. Semoga teladan beliau menginspirasi guru-guru lain untuk terus mengabdi dengan hati,” katanya.

Satyalencana Karya Satya adalah tanda kehormatan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah mengabdi dengan penuh kesetiaan, kejujuran, dan kedisiplinan. Untuk Plasidus, penghargaan ini adalah simbol dari perjalanan panjang penuh kesabaran.

Namun, lebih dari itu, Satyalencana adalah pengingat bahwa negara masih melihat dan menghargai pengabdian di akar rumput. Bahwa seorang guru di sekolah negeri di Kupang pun memiliki peran besar dalam membentuk wajah bangsa.

Penghargaan dari Presiden hanyalah simbol. Yang lebih abadi adalah jejak pengabdian Plasidus Ngantu di hati murid-muridnya. Dua setengah dekade telah ia lalui, dan setiap tahun adalah bukti bahwa pendidikan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa.

Dalam dunia yang semakin cepat berubah, guru seperti Plasidus adalah jangkar. Ia menjaga agar nilai-nilai dasar—kejujuran, kerja keras, solidaritas—tetap hidup di tengah generasi baru.

Plasidus Ngantu, S,Pd, kini berdiri dengan Satyalencana di dadanya. Namun, ia tahu bahwa penghargaan sejati bukanlah medali, melainkan senyum murid-murid yang berhasil meraih mimpi.

Seperti lilin yang terus menyala, ia telah mengorbankan dirinya untuk menerangi jalan orang lain. Dan cahaya itu, meski kecil, akan terus hidup dalam setiap langkah generasi yang pernah disentuhnya. (WG)

 

error: Konten dilindungi!