KUPANG, RANAKANEWS.com- Politeknik elBajo Commodus terpilih menjadi salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi yang menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam pembentukan akselerator daerah di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam konteks Manggarai Barat, Politeknik elBajo Commodus menggerakkan kemitraan pentahelix, yakni Pemerintah Daerah, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), Akademisi (Satuan Pendidikan Vokasi), Komunitas (Asosiasi, LSM/NJO/dan Media.
Demikian diungkapkan oleh PIC Program Menara Vokasi Politeknik elBajo Commodus, Fitri Ciptosari, S. Tr. Par. M.Si yang didampingi Ondi Asroni, M.Kom mewakili Direktur Politeknik elBajo Commodus Plt. Andy Iwan Iswanto, SS, M.Pd, dan Kepala Humas dan Kerjasama, Yulian Pauli, S.Si ketika dalam acara media gathering di Hotel Naka Kupang, Selasa (30/11/2021).
PIC Program Menara Vokasi Politeknik elBajo Commodus, Fitri Ciptosari, S. Tr. Par. M.Si mengatakan, Komitmen Politeknik elBajo Commodus untuk menciptakan sumber daya manusia SDM yang handal, unggul dan siap bersaing di dunia usaha dan industri di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Labuan Bajo.
Kata Fitri, Politeknik dan SMK elBajo Commodus dibangun sesuai dengan potensi dan industri di daerah termasuk jurusan-jurusan yang dikembangkan.
“Komitmen kita untuk hasilkan SDM yang handal, unggul dan tidak kalah bersaing dari luar serta tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Fitri Ciptosari ketika membawakan materi tentang Program Menara Vokasi 2021 ‘Media Gathering’ Diskusi, Komunikasi, dan Kolaborasi Media Dalam Penguatan Vokasi dan Pembangunan Daerah.
Menurutnya alasan Politeknik elBajo Commodus memilih jurusan pariwisata karena perkembangan dunia usaha kemudian industri-industri yang berkembang juga banyak sehingga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing. Selain itu membuka peluang bagi masyarakat lokal sehingga dituntut memiliki kompetensi di bidang industri dan bisa mengelola potensi yang ada di daerah tersebut.
“Menara vokasi menawarkan dan bisa mencetak SDM sesuai dengan potensi dan industri daerah. Alasan kenapa orang memilih untuk sekolah atau kuliah dengan memilih vokasi karena ada jaminan untuk memperoleh sebuah ketrampilan atau keahlian,” ungkapnya.
Fitri menjelaskan bahwa Politeknik eLBajo Commodus merupakan salah satu dari lima Politeknik di Indonesia yang dipercayakan untuk menjalankan program Menara Vokasi yang dinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
“Kami dipilih bersama empat politeknik lainnya di Indonesia untuk menyebarkan kegiatan menara vokasi ini. Lima Politeknik terpilih antaralain: Politeknik elBajo Commodus, Politeknik Bengkalis, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Banjarmasin, dan Politeknik Negeri Medan,” sebut Fitri.
“Berkaitan dengan kegiatan vokasi kami libatkan dunia usaha industri, pemerintah daerah, akademisi, dan lainnya untuk membicarakan potensi di daerah untuk dikembangkan,” tambahnya.
Dijelaskan, pengembangan destinasi pariwisata super prioritas di Labuan Bajo dibutuhkan SDM yang unggul dan handal. Melalui program pendidikan menara vokasi dapat mengubah pola pikir (mindset) masyarakat bahwa menjadi seorang sarjana itu tidak cukup tetapi harus didukung atau ditunjang dengan ketrampilan.
Lanjut Fitri, Program pendidikan menara vokasi yang Politeknik dan SMK elBajo adalah mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka dan bekerja disini dengan memaksimalkan potensi di daerah. Itu bedanya pendidikan vokasi dengan yang lain.
“Kami tawarkan masyarakat untuk belajar, bekerja dan menjadi aktor pembangunan di daerahnya sendiri,” bebernya.
Dikatakannya bahwa keunggulan dari menara vokasi itu tidak berjalan sendiri tetapi harus bergandengan dengan dunia industri. Selain itu menara vokasi juga menawarkan praktek kerja bukan hanya teori. Ternyata persoalan menara vokasi tidak dapat berjalan dan tidak menghasilkan lulusan yang baik karena kurikulum dan kompetensinya tidak dikembangkan bersama dunia industri.
“Dengan demikian, kami dalam pengembangan pendidikan menara vokasi ini menyampaikan bahwa untuk bersama-bersama mendorong SDM yang ada menjadi unggul dan kerja serta menjadi aktor pembangunan di daerah. Kemudian harus didukung oleh dunia usaha dan industri. Selain itu juga didukung oleh pemerintah dan media serta semua stackholder yang ada. Untuk menciptakan SDM yang unggul dan tidak kalah bersaing dari luar serta tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri maka perlu ada penguatan kebijakan dari pemerintah,” harapnya.
Diakuinya peran media sangat dibutuhkan dalam mengubah mintsed masyarakat dalam memberikan pendidikan dan pemahaman agar anak-anak muda bisa hidup mandiri.
Sementara itu Humas dan Kerjasama Politeknik eLBajo Commodus, Yulianis Pauli menambahkan guna menjawab SDM unggul melalui Vokasi, maka Politenik eLBajo Commodus bisa menjadi salah satu solusi bagi warga NTT, khususnya Labuan Bajo. Walaupun baru tiga tahun berdiri dengan memiliki enam program studi (Prodi) namun Politeknik eLBajo Commodus punya fasilitas yang mumpuni bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan disana.
“Politeknik elBajo Commodus yang didirikan oleh Yayasan Bangkit Anak NegeriKu. Kami punya fasilitas praktek untuk semua program studi, seperti perhotelan, kami miliki hotel 18 kamar untuk praktek mahasiswa,” pungkasnya. (TD)