KUPANG, RANAKANEWS.com– Prodi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul “Pelatihan Desain Kemasan Produk dan Pemasaran di Medsos bagi UMKM di Desa Baumata”.
PKM dilakukan dengan membuat pelatihan bertempat di Gereja Mizpa Bonen pada Sabtu, 5 Agustus 2023.
“Tujuan dilakukannya program ini, Pertama, Membangun jiwa kreatifitas para pelaku UMKM agar dapat menghasilkan kemasan produk dan memanfaatkan teknologi hingga mampu menarik konsumen.
Kedua, Memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada pelaku UMKM tentang cara membuat kemasan, label, dan teknik pemasaran yang baik dan menarik,” jelas Dosen Molina Olivia Odja, ST, MT.
Molina Olivia Odja yang akrab disapa Vera, mengatakan, Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai panitia pelaksana kegiatan.
“Dengan jumlah dosen sebanyak 4 orang diantaranya Wenefrida T. Ina, ST, MT, Stephanie I. Pella, ST, M.Sc, Frans Likadja, ST, MM, dan Molina Olivia Odja, ST, MT saya sendiri dan 9 orang mahasiswa/i semester 3 diantaranya Diorrani S. Katemba, Diana Banunaek, Phylia C. Boimau, Chici B. Tamelab, Yanto M. Oematan, Yedija Mooy, Arya Y. Batukh, Cedrik Gouw, dan Muhaimin Sutio. Serta Peserta yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan ini yang didominasi oleh kaum muda, serta turut hadir Ketua Panitia PKM dan anggota lainnya,” sebut Vera.
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat diawali dengan penerimaan oleh ibu Pendeta serta Pemuda Gereja Mizpa, Ibu Pdt. Deazsy A. Liu-Tatengkeng. S.Si. MA.
Kegiatan diawali dengan dengan Perkenalan Panitia PKM, lalu sambutan dari Ibu Pdt. Deazsy A. Liu-Tatengkeng. S.Si. MA lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Molina Olivia Odja, ST, MT sebagai Ketua Panitia dan sekaligus untuk membuka kegiatan. Kemudian lanjut dengan sesi Foto Bersama, dan Doa.
Selanjutnya Panitia mengajak Peserta untuk membuat tata tertib, harapan, dan tantangan yang mereka rasakan sebelum memulai kegiatan.
“Dalam pelatihan dibagi atas 3 sesi materi ada pun materi pertama mengenai Teori Desain Kemasan Produk. Pemateri 1 (Diana Banunaek) membawakan materi tentang “Desain Kemasan Produk”.
Pada sesi kedua, Pemateri 2 (Phylia C. Boimau) membawakan materi mengenai “Aplikasi Desain Kemasan dan Faktor Pendukung di Media Sosial.
Pada materi ini, sebelum materi diberikan Peserta diminta untuk membuat caption dan hashtag.
Pada sesi 3, materi ketiga berbeda dengan materi sebelumnya dimana pada sesi tersebut adalah “Praktek Membuat Desain Kemasan Produk” yang dibawakan oleh Diorrani S. Katemba.
Dalam praktek ini digunakan aplikasi Canva sebagai media untuk membuat desain kemasan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bersama membuat desain kemasan sesuai kreativitas masing-masing dan setiap kelompok didampingi 1-2 Panitia untuk membantu Peserta menyelesaikan desain yang dibuat,” terang Vera.
Setelah itu Peserta digabungkan untuk sama-sama memikirkan ide produk apa yang akan dibuat sebagai UMKM khas Desa Bonen lalu diposting di media sosial.
Selama pelatihan, Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini didukung oleh banyaknya kegiatan ice breaking yang dilakukan, yang membantu melatih konsentrasi peserta sehingga mereka tetap fokus pada pelatihan yang diberikan.
“Ice breaking merupakan kegiatan yang tepat untuk dilakukan saat peserta memiliki latar belakang yang berbeda, perlu bekerja sama dengan cepat, baru membentuk tim, dan sebagainya,” jelas Vera.
Lebih Lanjut, Vera mengatakan, Dalam pelatihan, kegiatan ice breaking dapat membantu peserta merasa lebih nyaman dan terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ice breaking dapat menjadi salah satu faktor yang membantu meningkatkan efektivitas pelatihan.
“Melalui program kemitraan masyarakat ini, diharapkan Peserta dapat membuka diri terhadap hal-hal baru dan keinginan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi terkini, agar dapat bersaing di dunia usaha, menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, dan mengembangkan usaha mereka,” tutup Vera. (*)
