RUTENG,RANAKANEWS.com-Proyek pembangunan ruas jalan Iteng-Nanga Woja hingga Simpang Melo dan Simpang Melo menuju Bangka Sumba yang terletak di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, saat ini sedang dikerjakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Satker Wilayah III Propinsi NTT, Djibrael Tuka Rohi meminta Kontraktor pelaksana untuk mengutamakan kualitas dan estetika pekerjaan.
“Kita berharap rekan-rekan penyedia jasa terus memacu pekerjaan di lapangan dan tetap mengutamakan mutu dan estetika dalam pelaksanaan” kata Jibrael melalui pesan WhatsApp yang diterima media
www.ranakanews.com, Senin, 6 November 2023.
Selain mengingatkan soal kualitas pekerjaan, PPK Jibrael juga memaparkan progres pekerjaan jalan Iteng hingga simpang Melo dan ruas jalan Simpang Melo-Bangka Sumba.
Menurut dia, berdasarkan hasil evaluasi 5 November 2023, menunjukan progres pekerjaan ruas jalan itu mengalami deviasi plus, yakni dari rencana 33.940 persen dengan realisasi 35.030 persen atau mengalami deviasi plus 1.090 persen. Sehingga, ia menilai pekerjaan itu melampaui target yang ditetapkan.
Sedangkan, peningkatan ruas jalan Simpang Cepang-Simpang Melo-Bangka Sumba dari rencana 18.960 persen dengan realisasi 25.076 atau mengalami deviasi plus 6.116 persen.
Informasi yang dihimpun media ini, bahwa anggaran untuk kedua paket proyek ini bersumber APBN melalui Dana Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun 2023, dengan jenis pekerjaan Hot Rolled Sheet (HRS).
Sementara panjang pekerjaan untuk ruas jalan Iteng-Nanga Woja hingga Simpang Melo 6.5 Kilometer dan ruas jalan Simpang Melo hingga Bangka Sumba dengan panjang 7 Kilometer.
Alfons Sambut, salah satu Warga yang ditemui media ini di Satar Mese, meminta masing-masing kontraktor dari dua paket pekerjaan ini untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan RAB. Dan, selalu mengedepankan kualitas pekerjaan atau memberikan hasil yang terbaik sesuai yang diharapkan.
Sehingga, kata dia, hasil pekerjaan kedua ruas jalan itu dapat membawa dampak positif bagi masyarakat di wilayah itu.
“Tentu harapan kita bahwa kedua perusahan yang mengerjakan masing-masing ruas jalan itu tidak hanya mengejar target pekerjaan, tetapi harus mengedepankan kualitas dan nilai seni dalam pekerjaan. Kedua hal ini harus menjadi komitmen dalam melaksanakan pekerjaan” ujarnya.
Untuk diketahui, pembangunan ruas jalan Iteng hingga Simpang Melo dengan nilai kontrak Rp.22.855.500.000,00, dikerjakan oleh PT. Wijaya Graha Prima. Sedangkan penandatangan kontrak dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2023, dengan nomor kontrak :HK.02.03-Bb10.7.3/471. Sementara Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dikeluarkan sejak tanggal 24 Agustus 2023 dengan nomor surat : KU.02.09-Bb10.7.3/471/24 Agustus 2023. Proyek itu dikerjakan selama 130 hari kalender.
Penulis :BKH