
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Penantian panjang warga Desa Bliko Kecamatan Wotan Ulumado akan hadirnya jembatan penghubung pemukiman warga dari arah Desa Bliko ke arah Kampung Tanah Merah, yang selama ini kerap terjadi kecelakaan akibat medan jalan sempit menurun dan tanjakan tikungan tajam melintasi plat deker yang sempit, serta kerinduan warga Desa Woloklibang-Ilepati Kecamatan Adonara Barat akan hadirnya akses jalan yang baik, akhirnya terjawab lewat proyek infrastruktur yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025, yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan PT.Kurnia Mulia Indah.
Dua paket proyek APBN senilai Rp18,212 M lebih untuk Jembatan Bliko dan Rp56,399 M lebih untuk peningkatan jalan raya Hurung-Ilepati-Demondei ini, boleh jadi kado terindah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Warga menyambutnya penuh gembira dan senang hati, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian PUPR Republik Indonesia dan seluruh jajarannya, serta DPR RI melalui Komisi terkait, atas kebaikan hati memberi perhatian nyata dengan mengalokasikan sejumlah dana peningkatan jalan dan jembatan tersebut.
“Kami senang sekali dan mendukung penuh dibangunnya jembatan itu dengan dukungan dana APBN, setelah sekian lama dinantikan.
Sebab disitu sudah banyak orang celaka, termasuk Almarhum Bapak Saya, kendati tak sampai meninggal.
Tempat itu juga terkenal angker, tapi sejak awal pembangunan seluruh masyarakat turun beri dukungan dan menyaksikan ritual adatnya.
Sehingga Kami sangat yakin bahwa pekerjaan proyek ini akan berjalan lancar dan sukses,”terang Antonius Yusuf Sogen, Tokoh muda Desa Bliko, saat ditemui Wartawan di kediamannya, belum lama ini.
Baginya, proyek Jembatan Bliko ini adalah kado terindah HUT ke-80 RI dari Bapak Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Presiden ke 7 Bapak Joko Widodo yang pernah tiba Pulau Adonara meninjau dampak Bencana Badai Seroja Minggu, 4 April 2021.
Kehadiran Jembatan Bliko sudah mulai berdampak nyata bagi geliat kemajuan pembangunan di Desa Bliko, terbukti dengan penataan pengerjaan lapangan bola kaki yang makin baik dan menarik, yang saat ini sedang digelar turnamen memeriahkan HUT ke-80 RI, yang diikuti 35 Klub.
Juga wajah desa secara fisik makin maju, bersama geliat UMKM di berbagai bidang pun mulai bergerak.
“Saat ini pengerjaan jembatan, sudah sampai pada tahapan pencoran tiang jembatan setinggi 8 meter, mulai dari sumur dengan kedalaman 4 meter.
Diperkirakan pembentangan balok jembatan sudah bisa dikerjakan pekan depan.
Balok bentangan jembatan yang dipesan khusus dari Surabaya, juga sudah tiba,”ujar Mas Mamon, Kepala Tukang berpengalaman yang sudah mengerjakan lebih dari 30 jembatan di NTT tanpa cacat mutu, selama ini.
Mas Mamon bahkan sangat optimis, proyek jembatan Bliko dengan panjang 35 meter dan lebar 9 meter, menjadi salah satu jembatan dengan kualitas terbaik dan indah.
“Nanti juga dibuat normalisasi di bagian bawah jembatan, yang bisa menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan.
Iyah, kalau soal kualitas beton jembatan tak usah dikhawatirkan.
Saya dan anak buah kerja tidak mungkin mau cari masalah dengan mengurangi volume beton.
Besi sesuai standar semua. Paling kecil 13 ulir dan paling besar 32 ulir. Semen, Pasir dan Kerikil juga semuanya bagus.
Pencoran sesuai standar dan tahapan pengerjaan, tunggu sampai umur beton cukup, baru disambung pencorannya,”katanya, merendah, saat ditemui Wartawan di lokasi kerja, belum lama ini.
Jalan Hurung-Ilepati Bawa Angin Kemerdekaan
Tak hanya warga Desa Bliko dan pengguna moda transportasi darat yang gembira dengan hadirnya jembatan Bliko, namun warga yang setiap saat melintasi medan jalan berbatu penuh tanjakan tajam ekstrim Demondei-Ilepati-Woloklibang-Hurung, juga merasa senang sekali dan gembira dengan hadirnya proyek senilai Rp56,399 M lebih ini, dengan total panjang, jalan 10,3 Km yang kini tahapan pengerjaan sudah sampai Agregat A sepanjang 1 Km dan siap dihotmix, serta Agregat B yang sudah mencapai 5,5 Km. Juga pengerjaan Talud penahan abrasi juga ada yang selesai. Sementara pembersihan badan jalan sudah 98 persen.
Termasuk ada 24 plat deker yang juga dikerjakan nanti dalam paket proyek ini.
“Kami juga senang proyek jalan ini membawa angin kemerdekaan bagi seluruh warga desa yang dilalui proyek dan siapapun yang melintasi jalur ini.
Kami juga beri apresiasi kepada Pelaksana Proyek PT.Kurnia Mulia Indah, yang pekerjaannya sangat baik, dan ikut mempekerjakan warga Ilepati.
Hadirnya proyek jalan ini telah membawa efek positif bagi warga. Dulu waktu tempuh dari Ilepati ke Waiwadan makan waktu sampai 1 jam karena jalan rusak berbatu, kini hanya ditempuh 15 menit,”ujar Abraham Ola, Sekretaris Desa Ilepati melalui sambungan telepon, Sabtu (23/8/2025) siang.
Mewakili pemerintah dan masyarakat Desa Ilepati, pihaknya, sebut Abraham Ola, menyampaikan limpah terima kasih kepada mantan Penjabat Bupati Flotim Ibu Sulastri Rasyid yang telah menyampaikan harapan masyarakat Ilepati saat kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Kobasoma Kecamatan Titehena.
“Terima kasih juga kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof.Dr.Pratikno,M.Soc.,Sc, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI. Suharyanto,S.Sos.,MM, Pemerintah Propinsi NTT, Pemkab Flotim, Mantan Camat Adonara Barat Latief Sulaiman,SH dan Plt.Camat Adonara Barat Wilhelmus Wangge, atas koordinasinya sehingga paket jalan ini terjawab dan dikerjakan hari ini.
Kami juga berterima kasih kepada warga yang menyerahkan lahan untuk pelebaran badan jalan dan PT. PLN atas realisasi bantuan bagi program penerangan jalan umum dan warga yang belum punya meteran listrik, yang kini terjawab,”beber Abraham Ola, Sekretaris Desa Ilepati yang telah menjabat sejak 2019 pada masa kepemimpinan Kepala Desa sebelumnya, dan kini pada masa Kades baru.
Ia juga menambahkan, selain proyek jalan raya, Desa Ilepati juga mendapatkan sejumlah bantuan program semenjak konflik tanah bersama Desa Bugalima, yakni: bantuan peningkatan lapangan bola volly sebesar Rp172 juta dan air minum bersih bagi Desa Ilepati.
“Sekali lagi, Kami berterima kasih banyak kepada semua pihak yang telah berkontribusi baik secara material dan immaterial.
Hadirnya proyek jalan, tentunya akan makin cepat bawa perubahan bagi ekonomi di desa, termasuk memperlancar warga menjual komoditas pertanian perkebunan seperti Kemiri, Jambu Mente dan Pinang ke Pasar.
Olehnya, Kami bersama seluruh masyarakat Ilepati, Demondei, juga Woloklibang, hingga Hurung mendukung penuh proyek ini.
Warga pun merelakan lahan dan tanamannya digusur untuk pelebaran badan jalan, karena Kami sadar jalan ini akan membawa dampak positif kedepannya bagi generasi dalam membangun desa dan perekonomian yang lebih sejahtera,”tutup Sekdes Ilepati kelahiran 27 Juli 1987.
Terpisah, Warga Woloklibang yang sempat dihubungi Wartawan juga mengaku senang dan gembira dengan masuknya proyek jalan ini.
“Iyah Pak, Kami senang sekali, karena sudah bisa lancar keluar masuk Desa.
Lancar sekali Pak. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Bapak Menteri Koordinator PMK Prof.Dr .Pratikno,M.Soc.Sc dan semua pihak yang telah menjawab keluh kesah Kami selama ini, termasuk Bapak mantan Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si, yang pernah datang di Woloklibang dan merespons usulan warga terkait jalan raya.
Sekali lagi, terima kasih kepada semua pihak, teristimewa Bapak pemilik lahan yang merelakan tanah dan tanamannya digusur untuk pelebaran badan jalan,”tandas Reti Tokan, salah seorang Staf Pengajar di SDN Filial Woloklibang yang sempat dihubungi Wartawan.
Pihaknya, berharap pengerjaan jalan ini bermutu dan tepat waktu, sehingga membawa manfaat jangka panjang bagi warga yang memanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
“Iyah, Kami sangat terbantu sekali kegiatan sekolah dengan hadirnya proyek peningkatan jalan ini,”tutupnya.
Dari sumber informasi yang diperoleh Wartawan, jalan sepanjang 1 Km yang sudah diagregat A, siap dihotmix dalam waktu dekat.
“Saat ini seluruh material telah siap dibascamp Homang. Jalan siap dihotmix,”ujar salah seorang Staf lapangan PT.Kurnia Mulia Indah, tersenyum santai, saat obrolan singkat bersama Wartawan di akhir pekan ini. (OLA)