Proyek Miliaran Rupiah di Cibal Barat Memperihatinkan, Tukang Keluhkan Upah Tak Dibayar Kontraktor

RUTENG, RANAKANEWS.com– Menelan Anggaran Miliaran Rupiah, Pembangunan Gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMANDU) Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hingga Kini Belum Rampung.

Keluhan Tukang Bangunan Upah Tidak Dibayar
Kepala Tukang Bangunan Gedung ruangan guru sekolah menengah atas negeri dua (SMANDU) Cibal barat, filipus kepada awak media menjelaskan pembangunan gedung ruang guru tersebut sudah selesai/finis sesuai rab diberikan kontraktor.

Dijelaskan filipus bahwa, lantai dasar Gedung memang hanya pakai campuran kasar saja dan tidak dipasang keramik, yang pasang keramik hanya di kamar wc/toilet saja.

” Pak kami kerja sesuai rab yang diberikan kontraktor, nama kontraktor pak Dede anak ibu Osy Gandut, dia (Dede) datang kesini jarang pak, dia (Dede) kontrol pekerjaan dua bulan sekali pak, pembangunan beberapa unit Gedung ini juga masing-masing kepala tukang pak, misalnya saya punya hanya dua unit Gedung saja, sedangkan beberapa gedung lainya dikerjakan orang lain, kami fokus dua Gedung saja ” kata filipus.

” Pelaksanaan proyek pembangunan gedung ini dikerjakan pada bulan September hingga Desember 2021, inspektorat provinsi Nusa tenggara timur telah mengecek pembangunan gedung sekolah ini pada bulan desember 2021 ” ujar Filipus.

” Kami juga mengeluh karena upah kami juga belum bayar lunas sampai sekarang, belum sampai 100% baru dibayar 60%, kami mau tidak lanjut kerja ini Gedung juga takutnya kontraktor tidak bayar upah kami sampai 100% ” terang Filipus.

Senada disampaikan kepala tukang pembangunan gedung Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) pasklais kepada awak media menjelaskan pembangunan Gedung ini sesuai dengan rab, kami kerja berdasarkan rab, bukan atas kemauan kami sendiri.

” Pak kami kerja dua unit Gedung, satu UKS dan satu lagi wc/toilet, kalau ruang usaha Kesehatan sekolah (UKS) tidak dipasang plafon, cuman pasang keramik saja, sedangkan wc/toilet lengkap yakni pasang keramik, plafon dan dindingnya di cat ” ucap paskalis.

Lebih lanjut paskalis menjelaskan, untuk dinding toilet kami dalam rab wajib pakai atsian sebelum dicat, tapi faktanya kami tidak atsian langsung cat pakai kuas di dinding, ini kami kerja jelas tidak sesuai rab karena kendala material, berupa pasir. Material Pasir mereka antar tidak setiap hari,

Ia juga keluhkan upah kerja hingga kini belum dibayar kontraktor, kontraktor bayar 30% dan 60% untuk 100% belum dibayar, padahal waktu kerja yang ditentukan kontraktor sudah selesai, waktu yang ditentukan kontraktor selesai pada 13 Desember lalu, kami juga tidak tau apakah upah kami nanti dibayar kontraktor atau tidak.

” Pak upah yang kami sudah terima 30-60% untuk 100% belum dibayar kontraktor, nama kontraktornya Dede anak ibu osy gandut DPRD kabupaten manggarai ” kata Pasklais.

Kepala sekolah menengah atas (SMA N 2) Cibal barat Yustus Berahi, Kepada media menyampaikan secara langsung di lokasi pada kamis, (10/03/2022) mengeluh pembangunan gedung baru tersebut hingga kini belum tuntas.

Dikatakan Yustus, akibat pembangunan gedung ini belum rampung proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah menengah atas negeri dua (SMANDU) cibal barat terganggu. dikarenakan sala ruangan digunakan untuk menyimpan perabot milik sekolah.

Menurut Yustus pembangunan gedung sekolah ini kalau dilihat dari papan informasinya yang terpampang di pintu masuk sekolah sudah selesai pada bulan Desember 2021 lalu.

” Sekarang salah satu ruangan kelas disini tidak digunakan untuk proses pembelajaran, karena menyimpan aksesoris-aksesoris sekolah untuk didistribusikan ke masing-masing ruangan. Tutur yustus.

“Semua aksesoris sudah tersedia untuk didistribusikan ke masing-masing ruangan, tetapi sampai sekarang proses pembangunan gedungnya belum selesai. entah kapan deadline waktunya kami juga tidak mengetahuinya. tumpukan akseros itupun kapan didistribusinya. Sehingga ruangan itu bisa digunakan kembali untuk proses pembelajaran ” ungkap yustus.

” Ruangan Laboratorium Komputer seharusnya  lengkap dengan pintu dan strali jandela dan saya sendiri juga tidak tau apakah nanti itu ada, dan kalau memang ada kapan buatnya. Karena sampai sekarang belum ada kejelasan ” terang Yustus.

Yustus mengharapkan dinas terkait khususnya dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Nusa tenggara timur untuk mengecek langsung di lapangan terkait pembangunan sekolah tersebut.

Perbedaan Pagu dan sumber dana di LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Papan Informasi di Lokasi Proyek
Hasil penelusuran media ini terdapat perbedaan Pagu di LPSE provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Papan informasi proyek di lokasi.
Dalam LPSE Provinsi Nusa Tenggara Timur Sekolah tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun Anggaran 2021 sebesar Rp. 3.343.771.212,20. Sedangkan pada papan informasi yang terpampang di lokasi dikerjakan oleh CV. WAE DALIT INDAH sebesar Rp. 3.343.771.000. (Tiga Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah) Konsultan pengawas CV. SABA CONSULT, Konsultan Perencana PT. KONINDO PANORAMA  KONSULTAN.

Untuk diketahui pembangunan gedung sekolah menengah atas negeri dua Cibal barat tersebut belum selesai dikerjakan padahal dalam papan informasi yang terpampang di lokasi proyek terlihat tanggal Kontrak Agustus 2021 sampai dengan 13 Desember 2021, nilai kontrak Rp. 3.343.771.000. (Tiga Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah) dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalenderkalender dengan nomor kontrak: No. 29(KONTRAK-KONT/DAK-SMA/PK/VIII/2021.

Pantauan Awak Media Pembangunan Gedung SMA N 2 Cibal Barat
Pantauan awak media di lokasi pada kamis, (10/3/2022) siang di lokasi terlihat pembangunan Gedung sekolah yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut belum diselesaikan alias finis. Pembangunan gedung sekolah tersebut terdapat 10 unit ruangan.
Ruangan tersebut diantaranya 1 unit ruang guru, satu unit ruang laboratorium komputer, satu unit laboratorium biologi, satu unit ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), satu unit ruang kepala sekolah, satu unit ruangan tata usaha (TU) dan empat kamar wc/toilet.
1. Ruangan Guru
ruangan guru yang sementara dibangun tersebut tepatnya sebelah kanan pintu masuk sekolah itu terlihat tidak dipasang keramik, lantai dasar menggunakan campuran kasar, dinding bangunan sudah mulai retak, cat dinding sudah luntur tidak berwarna hijau terang, plafon di bagian luar ruangan tepatnya dibagian depan ruangan sudah pecah dengan panjang kurang lebih tiga meter, keramik pada wc/toilet sudah pecah.
2. Ruang kepala sekolah
Ruang kepala sekolah tepatnya sebelah kiri gerbang sekolah menengah atas negeri dua ini tidak dipasang daun jendela, tidak dipasang daun pintu, lantai dasar ruang hanya menggunakan campuran kasar, lantai dasar depan ruangan sudah pecah, dinding ruangan sudah retak, dinding ruangan tidak dicat. Lantai dasar bagian dalam tepatnya di pintu masuk ruang guru ini sudah pecah dengan panjang kurang lebih dua meter lebih.
3. Laboratorium Komputer (Labcomp)
Gedung Laboratorium komputer yang dibangun tersebut dinding bagian dalam terlihat sudah di cat berwarna hijau, sedangkan dinding dibagian luar yakni muka dan belakang dibiarkan tidak diplester, lantai dasar tidak dipasang keramik.
4. Usaha kesehatan Sekolah (UKS).
Ruang usaha kesehatan Sekolah (UKS) sudah dipasang keramik berwarna putih, sudah dinding luar dalam sudah dicat, namun bangunan ini tidak dipasang plafon. Sedangkan laboratorium biologi (Lab Bio) dan ruang Tata Usaha terpantau sudah selesai.
5. Bangunan wc/toilet.
Bangunan wc/toilet terdapat dua bangunan yakni satu bangunan tepatnya berada dibelakang Gedung usaha kesehatan Sekolah, wc/toilet tersebut belum rampung dikerjakan terlihat tukang bangunan sementara mengerjakan, terpantau juga dinding wc/toilet tidak menggunakan atsian layaknya Gedung baru, sedangkan wc/toilet yang satu lagi tepatnya disamping Gedung kepala sekolah hingga kini belum selesai dikerjakan.

Hingga berita ini diturunkan Penjabat pembuat komitmen, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Nusa Tenggara Timur belum berhasil dikonfirmasi. (TIM/RNc)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version