WAIKABUBAK,RANAKANEWS.com -Tingginya angka stunting dan kurang nya pengetahuan masyarakat akan stunting,membuat pemerintah harus bergerak cepat untuk mengatasi stunting dengan terus melakukan kampaye akan stunting bersama, BKKBN Provinsi NTT bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR –RI terus gencar lakukan kegiatan Kampanye Program Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan Kamis (16/03/2023)di Halaman SMP Negeri 3 Waikabubak Weekarau Sumba Barat.
Acara dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ratu N.B Wulla,ST,Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Marianus Mau Kuru,Kepala DP5A Sumba Barat Samuel Kali Kulla, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Waikabubak, Susana N.Paubun,S.Pd, para guru dan Siswa Siswi SMPN 3 N Waikabubak serta tamu undangan lainnya.
Anggota DPR RI Komisi IX Ratu N.B.Wulla,ST dalam pemaparan materinya menjelaskan persoalan stunting merupakan tanggungjawab bersama pemerintah serta seluruh stakeholders agar angka stunting bisa ditekan. Sosialisasi harus digencarkan mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan hingga ke desa – desa akan pentingnya hidup sehat guna mencegah stunting.
Menurutnya, isu stunting merupakan isu besar yang saat ini juga ditangani oleh BKKBN. Stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi dan infeksi yang berulang menjadi tantangan yang sangat serius dalam mewujudkan generasi emas. Cara mencegah stunting antara lain mencegah pernikahan dini, lalu persiapan pernikahan dan kehamilan dengan baik.
Untuk mewujudkan itu semua diperlukan kesadaran dan dorongan seluruh masyarakat Sumba Barat.
Ratu juga menjelaskan, perkawinan dini atau kurang dari usia ideal yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, berpotensi melahirkan anak stunting. Selain itu untuk mencegah stunting perlu pemeriksaan kehamilan yang baik, pemberian asi eksklusif, pemberian imunisasi lengkap.
Kepada anak-anak SMPN 3 Waikabubak, Sumba Barat, Ratu Wulla meminta senantiasa belajar rajin, patuh terhadap orang tua, patuh terhadap guru dan menjauhi hal-hal yang kurang berkenan demi meraih masa depan cemerlang ke depan. Karena itu jangan dulu berpacaran dan terulah belajar hingga selesai hingga perguruan. Lalu mencari kerja,baru mempersiapkan pernikahan ke depan. Persiapan pernikahan yang baik dengan dukungan ekonomi mumpuni tentu berdampak positip keluarga sehat bahagia dan anak-anak bebas stunting.
Susana juga menyampaikan bahwa SMP Negeri 3 Waikabubak merupakan sekolah binaan yayasan Save the Children untuk program pengembangan remaja,program ini fokusnya kesehatan reproduksi remaja,saat ini keseteraan program pengembangan kesehatan reproduksi remaja yang dikembangkan oleh Save the Children dan pemerintah daerah sudah kami intergrasikan dalam kurikulum yang ada di sekolah dan kami sudah integrasikan dalam tiga mata pelajaran yakni IPA,PJOK,IPS.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Marianus Mau Kuru dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Penyebab stunting pada dasarnya sudah bisa terjadi sejak anak berada di dalam kandungan.Sebab, sejak di dalam kandungan, anak bisa jadi mengalami masalah kurang gizi.
Marianus juga menjeleskan bahwa Penyebabnya adalah karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi seperti makanan berprotein tinggi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi. Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin.(yb/rn)
