Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menghadirkan Pentas Seni Budaya Caci (Foto: Even Mardivanto)
RUTENG, RANAKANEWS.com — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menghadirkan Pentas Seni Budaya Caci sebagai salah satu rangkaian perayaan Dies Natalis ke-23.
Kegiatan yang melibatkan seluruh mahasiswa PGSD tersebut berlangsung di Lapangan Voli Kampus pada Minggu (21/6/2026).
Pementasan Caci berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa serta masyarakat yang hadir menyaksikan. Tradisi budaya khas Manggarai itu dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada mahasiswa yang kelak menjadi pendidik.
Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil., M.Pd., yang akrab disapa Romo Ino, mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi panitia yang secara konsisten menghadirkan kegiatan budaya dalam perayaan Dies Natalis,” ujarnya.
Menurut Romo Ino, pentas Caci menjadi sarana penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Manggarai di kalangan mahasiswa PGSD sebagai calon guru. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan yang terkandung dalam tradisi tersebut.
“Siapa pun yang menjadi Meka Landang (tamu) maupun tuan rumah, semuanya adalah saudara. Kita berada dalam satu keluarga besar Unika Santu Paulus Ruteng. Oleh karena itu, mari kita menjaga persaudaraan dan menghormati satu sama lain. Caci bukan hanya tentang adu ketangkasan, tetapi juga tentang bagaimana kita melestarikan budaya, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan kreativitas mahasiswa,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan menjadi salah satu ikon Prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD, Dr. Maria Senisum, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa budaya Caci merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Manggarai dan perlu diwariskan kepada generasi muda.
“Kita lahir, hidup, dan bertumbuh dalam budaya Manggarai. Oleh karena itu, pelestarian budaya Caci tidak boleh terlepas dari kehidupan kita, apa pun profesi yang kita jalani saat ini maupun di masa depan. Sebagai mahasiswa dan calon guru sekolah dasar, kita memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan dan membudayakan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi berikutnya agar tetap hidup dan lestari,” ujarnya.
Dalam pentas tersebut, tim “Meka Landang” yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Teknik (FPPT) berhadapan dengan tim tuan rumah dari Prodi PGSD FKIP Unika Santu Paulus Ruteng. Pertunjukan berlangsung penuh semangat, diiringi tabuhan gong, gendang, serta lantunan nenggo yang menambah kemeriahan suasana.
Sorak-sorai penonton yang memadati lokasi kegiatan turut menyemarakkan jalannya pertunjukan. Para pecaci dari kedua kubu menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam mempertunjukkan seni tradisional Manggarai yang sarat nilai keberanian, penghormatan, kedisiplinan, sportivitas, dan persaudaraan.
Pentas Caci tersebut tidak berorientasi pada kemenangan atau kekalahan. Kegiatan itu menjadi ruang kebersamaan bagi mahasiswa lintas fakultas dan program studi untuk merayakan keberagaman, mempererat persaudaraan, serta memperkuat komitmen dalam melestarikan budaya daerah.
Melalui perayaan Dies Natalis ke-23, Prodi PGSD Unika Santu Paulus Ruteng kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan calon guru yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Pendidikan dan kebudayaan dinilai menjadi dua unsur yang saling melengkapi dalam membentuk generasi yang berkarakter, beridentitas, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 23 tahun Prodi PGSD dalam mengabdi bagi dunia pendidikan.
Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan di Manggarai maupun Indonesia.(*/WG)
