RUPS LB, Yohanis Landu Praing Kembali Jabat Plt Dirut Bank NTT

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (Keempat) dari kanan foto bersama para pemegang saham dan Direksi Bank NTT, saat memberikan keterangan Pers di Kantor Gubernur NTT, Kamis (4/9/2025).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pemegang saham Bank NTT menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT Tahun 2025. Rapat ini memutuskan untuk memperpanjang masa jabatan direksi sementara Bank NTT hingga Februari 2026. Posisi Direktur Utama (Dirut) kembali dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Yohanis Landu Praing.

Yohanis Landu Praing ditunjuk sebagai Plt Dirut pada 2024 menggantikan Alex Riwu Kaho pada RUPS LB.

Ia kembali menjabat Plt Dirut Bank NTT, pada 15 Mei 2025 dan kini terpilih kembali menjadi Plt Dirut Bank NTT hingga Februari 2026.

“Keputusan memperpanjang PLT di tubuh Bank NTT merupakan solusi sementara agar roda operasional bank tetap berjalan stabil. Sampai Februari 2026 atau sampai ada keputusan definitif dari OJK, semua direksi dan komisaris Bank NTT tetap berstatus PLT,” ujar Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, seusai memimpin RUPS LB Bank NTT Tahun 2025 di Kantor Gubernur NTT, Kamis (4/9/2025).

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan langkah ini diambil sambil menunggu keputusan final dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pengesahan Direktur Utama definitif serta struktur direksi dan komisaris baru Bank NTT.

“Kami sudah bicara dengan OJK. Proses ini memang panjang, tapi kami harap bulan ini bisa tuntas sehingga RUPS berikut bisa langsung mengesahkan, kepengurusan definitif,” jelas Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT tersebut.

Meski masih berstatus Plt, Melki menegaskan seluruh jajaran manajemen Bank NTT harus bekerja maksimal. Pentingnya tata kelola yang sehat agar kepercayaan pemegang saham dan nasabah tetap terjaga.

Menurut Melki Laka Lena, untuk saat ini terdapat tujuh calon direksi dan lima calon komisaris Bank NTT yang sedang diproses OJK. Dua calon komisaris disebut hampir menyelesaikan tahap penilaian, sementara posisi Dirut masih menunggu keputusan resmi.

“Perpanjangan ini bukan alasan untuk bekerja setengah hati. Justru kami gunakan waktu ini untuk memastikan tata kelola bank makin sehat. Direksi dan komisaris, meski Plt, tetap harus menyusun rencana bisnis yang jelas dan selaras dengan kebutuhan pembangunan di provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.

Politikus Golkar ini  telah berkonsultasi dengan OJK untuk proses penjaringan direksi agar dapat terselesaikan dengan cepat.

“Enam bulan sampai satu tahun ke depan, kita akan cek apakah kepengurusan ini benar-benar memperkuat Bank NTT. Tujuannya jelas Bank NTT harus sehat, profesional, dan menjadi motor pembangunan ekonomi NTT,” urai Gubernur.

Melki Laka Lena memastikan akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja kepengurusan sementara. Ia juga ingin struktur kepemimpinan yang baru benar-benar membawa penguatan bagi Bank NTT. (RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version