Ruth Wungubelen: Kadis Pariwisata Pembohong, Anggaran Rp450 Juta FBN Murni Upaya Banggar DPRD Flotim

 

Anggota DPRD Flotim Fraksi PAN, Ketua Komisi 2 dan juga Anggota Banggar DPRD Flotim, Theodorus Wungubelen, SH: Foto (RW/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com –Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur, Silvester Kabelen bahwa Pemerintah mendukung anggaran Festival Bale Nagi 2025 sebesar Rp450 juta adalah pemutarbalikan fakta dan pembohongan publik.

Pasalnya, dari awal melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Flotim, Pemerintah pada saat itu tidak terlihat komitmen dukungannya.

“Justru, anggaran yang diajukan untuk Festival Bale Nagi ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Flotim hanya Rp70 juta.

Penambahan anggaran dari Rp70 juta menjadi Rp400 an juta tersebut atas upaya Banggar DPRD Flotim.

Bukan karena dukungan atau komitmen pemerintah transisi kala itu,”tegas Anggota DPRD Flotim Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Anggota Banggar DPRD Flotim, Theodorus Wungubelen, SH kepada Wartawan di Larantuka, Jumat 14 Maret 2025.

Ia menanggapi pernyataan Kadis Pariwisata Flotim Silvester Kabelen yang tak secara jujur menjelaskan sumber anggaran FBN senilai Rp450 juta, yang murni upaya Banggar DPRD Flotim, tapi justru menyebut anggaran itu atas dukungan Pemda Flotim.

Ruth Wungubelen bahkan bernada keras menegur Kadis Pariwisata Sil Kabelen, “Saudara sebaiknya menahan diri untuk tidak membuat pernyataan seolah-olah anggaran ini tidak bisa ditinjau kembali?

Dalam rangka efisiensi Kita lihat saja nanti, apakah dalam pembahasan anggaran mendahului perubahan, untuk kegiatan semacam ini dipertahankan atau dialihkan ke belanja infrastruktur terutama akibat bencana banjir.

Sebab, agenda 100 hari kerja Pak Bupati, membutuhkan dukungan anggaran yang maksimal ketimbang urusan festival,”sikat Ruth.

Ia lebih jauh menjelaskan, pengajuan anggaran Festival Bale Nagi oleh Pemerintah pada RAPBD 2025 bulan November 2024 era Pemerintahan transisi hanya Rp70 an juta sesuai RKA Dinas Pariwisata dan penjelasan Kadis saat itu dalam forum pembahasan anggaran oleh Banggar DPRD Flotim.

“Menurut penjelasan Saudara Kadis bahwa untuk anggaran FBN hanya Rp70 an juta yang diajukan ke Banggar DPRD Flotim karena disesuaikan dengan pagu indikatif yang diberikan oleh TAPD kepada Dinas Pariwisata yang sangat minim.

Akibat minimnya anggaran ditambah gagapnya Kadis Pariwisata menjelaskan impact dari pelaksanaan FBN berakibat nyaris hanya Festival Mekko yang diakomodir.

Setelah berulang diminta penjelasannya, maka forum Banggar DPRD Flotim kemudian memberikan catatan akan ditambahkan kebutuhan anggaran pada dinas yang satu ini pada forum penyerasian hasil pembahasan anggaran untuk semua OPD yang mengajukan permintaan tambahan anggaran kepada Banggar.

Dimana untuk FBN estimasi tambahan kebutuhan anggaran dari Rp350 juta hingga Rp500 juta sebagaimana yang disampaikan oleh Saudara Kadis,”beber Ruth Wungubelen, lebih detil.

Menariknya, sebut Ruth, pada forum penyerasian hampir saja tambahan kebutuhan anggaran untuk kurang lebih 8 OPD, termasuk Dinas Pariwisata tidak diakomodir, terutama oleh sikap Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Flotim, Sekda Petrus Pedo Maran.

“Sekda justru meminta Banggar DPRD Flotim untuk membiarkan OPD yang membutuhkan tambahan anggaran penunjang pelaksanaan program kegiatannya berjalan dengan anggaran yang ada dulu.

Nanti dalam perjalanan baru diupayakan diakomodir, namun forum Banggar tetap bertahan pada catatan-catatan hasil pembahasan terutama untuk kebutuhan anggaran yang dibutuhkan oleh OPD-OPD yang diajukan dalam sidang Banggar, termasuk Dinas Pariwisata,”terang Ruth Wungubelen secara terbuka.

15.000 Pengunjung FBN, Hayalan Kadis Pariwisata 

Terpisah, kritik pedas terhadap pernyataan Kadis Pariwisata Sil Kabelen terkait target FBN 2025 sampai 15.000 pengunjung, juga dilayangkan warga sebagai sebuah hayalan dan hanya isapan jempol, serta hanya hamburkan dana.

“Itu pengunjung 15.000 orang datang dari mana? Kok areal Taman Kota Felix Fernandez saja kecil begitu.

2000 pengunjung saja sudah sesak. apalagi 15.000.

Kadis Pariwisata dan Pemda Flotim jangan menghayal. Apalagi, Flotim dalam kondisi dilanda bencana alam erupsi Gunung Lewotobi, banjir, jalan jembatan rusak dimana-mana, juga virus ASF Babi yang belum teratasi.

Bagaimana orang mau datang ikut FBN 2025,”ketus sejumlah warga di laman Medsos, juga obrolan langsung.

Lebih Baik Urus Cegah Virus Babi di Flotim 

Silvester Kopong misalnya menulis, “Daripada festival, lebih baik urus cegah virus Babi di Flotim,”.

Bactiar Lamawuran, “FBN ditengah Bencana Lewotobi, Lumpuh jalan dimana-mana, Tunda tahun depan,”.

Carls Rianghepat bahkan menulis lebih pedas, “FBN bukan mendesak buat rakyat tapi ASN di Dinas Pariwisata dan Panitia,”.

“Rp450 juta itu lebih baik buat urus jalan Boru-Waiula yang lebih mendesak dan dibutuhkan rakyat,”tulis Netizen lainnya dalam komentar.

Banyak pihak juga menyayangkan kinerja Dinas Pariwisata Flotim yang selama ini menelantarkan obyek-obyek wisata yang sudah dibangun dengan dana Milyaran Rupiah seperti Air Panas Mokantarak, Pantai Deri Adonara, Mekko Adonara, Riangsunge Solor Barat, tapi tidak ada upaya untuk mempromosikan dan menarik wisatawan datang.

Justru obyek-obyek wisata tersebut kerap kali dibiarkan jadi rusak mubazir, sehingga tak memberikan kontribusi yang besar bagi PAD Flotim.

Diketahui, FBN 2025 telah dilaunching Wakil Bupati Flotim Ignas Boli Uran dengan pagu dana sebesar Rp450 juta, Kamis 13 Maret 2025 di Aula Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Flotim.

Agenda wisata tahunan ini mengusung Thema ‘Tora Ada, Tora Karya’. Ditargetkan 15.000 pengunjung akan ikuti FBN 2025, meski Kadis Pariwisata Sil Kabelen tak merinci dari pihak mana saja yang bakal berkunjung. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version