BETUN, RANAKANEWS.com – Penyerahan bantuan beras cadangan tahun 2023 di serahkan secara langsung oleh Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH. MH, kamis (21/09/2023).
Pantauan RANAKANEWS.com Bupati Malaka bersama rombongan menuju titik pertama, Desa Umanen Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah sekitar pukul 09.00 Wita.
Kapala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Malaka, Eduardus Bere Atok, S.Pi, M.AP dalam laporannya menjelaskan “Total kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Malaka sebanyak 18.104 orang.
Jumlah KPM di kecamatan malaka tengah sebanyak 2.997 dari total 18.104.
Khusus untuk 3 desa yang hari ini dibagikan yakni, Desa umanen lawalu dengan total 202 KPM, Desa wehali dengan total 258 KPM, Desa Barada dengan total 101 KPM, beber Eduardus.
Disampaikannya, tiap KPM yang menerima bantuan beras kualitas medium sebanyak 10 kg. Bantuan tahap kedua ini akan berlanjut hingga bulan Desember 2023.
Edu yang akrab disapa mengatakan tujuan dibaginya bantuan beras berkualitas mediun ini untuk melindungi masyarakat yang kurang mampu atau berpenghasilan rendah dari guncangan ekonomi hari ini.
Juga, tambahnya, Untuk menjaga daya beli dan salah satu upaya pengendalian inflasi pangan.
Krisis pangan hari ini, bukan hanya di malaka tapi di seluruh pelosok daerah di Indonesia. Jadi pemerintah pusat melalui kementrian ketahanan pangan menyalurkan bantuan beras cadangan yang langsung dibagikan ke KPM sehingga bisa sedikit terbantu salah satu dari sembilan bahan pokok keluarga, ungkap Edu.
Sementara itu, Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH. MH usai menyerahkan bantuan beras tersebut mengatakan ” Kita harus bersyukur, meskipun tidak seberapa tapi harus tetap bersyukur”
“Mendapat bantuan tidak berarti kita tidak bekerja, orang yang tidak mau menerima bantuan itu orang sombong, mungkin ada alasanya, ungkap SN”
Ini sebagai bentuk sikap pemerintah dalam melihat kondisi pangan hari ini, yang dimana di musim tanam kedua ini, hasil panen kita akan kurang maksimal, kata Bupati Malaka di aula Kantor Desa Wehali.
Bupati Malaka juga minta Kapala Desa, agar dapat menghimbau kepada masyarakat untuk implementasikan program 3k (Kebun-Kandang-kolam).
Tujuannya apa, jika bukan untuk ketahanan pangan kita, tentu jika 3k ini dilakukan, masyarakat dapat memanfaatkan lahan lahan potensial yang mampu memproduksi kacang tanah, sayur-sayuran, pelihara ayam, ternak babi dan lain sebagainya, dan kolam bisa dimanfaatkan untuk pelihara ikan, seperti lele, mujair dan jenis ikan lainya yang bisa hidup di air tawar yang bisa menghasilkan dalam menunjang kebutuhan keluarga, Jelas SN yang menjadi sapaan khasnya. (YB/RN)
