KUPANG, RANAKANEWS.com- Semi Ndolu, S.Pd bisa bernapas lega setelah berhasil Ujian Proposal Tesis di hadapan penguji dalam sidang Pascasarjana Magister PAK IAKN Kupang Tahun Akademik 2022/2023.
Capaian itu makin membahagiakan sebab Semi Ndolu ujian Proposal Tesis berbarengan dengan istrinya Naomi Koro Doko, S.Pd.
Semi dan istrinya sama-sama kuliah Magister di prodi S2 Pendidikan Pascasarjana. Keduanya masuk pada Tahun 2021.
“Penelitian tesis ini, tadi sudah lulus dalam pengujian. Dan judul yang saya ajukan adalah ‘Pengaruh Implementasi Teaching Factory Terhadap Peningkatan Jiwa Kewirausahaan dan Budaya Kerja Siswa SMKN 4 Kupang,” ungkap Semi Ndolu, seusai ujian Proposal Tesis Program Pascasarjana Magister PAK IAKN Kupang Tahun Akademik 2022/2023 tahab ke-2, Selasa (13/122022).
Menurut Semi, tujuannya bukan hanya untuk meraih gelar magister pendidikan tetapi juga saya ingin melihat lebih jauh terkait dengan bagaimana pengaruh dari pada implementasi Teaching Faktory yang sejak tahun 2017 dilaksanakan di SMKN 4 Kupang pengaruhnya terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan siswa dan juga budaya kerja siswa.
“Ini sebuah model pembelajaran yang perlu dilaksanakan di pendidikan fokasi khususnya di SMK. Menjadi sangat penting karena kalau ini tidak digitalisasi maka dikuatirkan nanti siswa-siswa kita ini mereka tidak memiliki jiwa wira usaha dan budaya kerja sebagaimana dibutuhkan oleh perusahaan. Karena itu melalui pengembangan digital itu harus, ini sebuah model pembelajaran yang perlu dilaksanakan di pendidikan fokasi khususnya di SMK,” tandas Kepala SMKN4 Kupang.
Lanjut Ketua MKKS SMK Kota Kupang itu mengatakan, Ujian Proposal Tesis Program Pascasarjana Magister PAK IAKN Kupang Tahun Akademik 2022/2023, “Ini tahap ke 2. Jadi sudah 28 orang, dan ini akan terus oleh pihak kampus masih memberikan peluang bagi mahasiswa lainnya,” sebut Semi Ndolu.
“Harapannya supaya melalui pengembangan digital Teaching Factory (TeFa) ini para siswa dilengkapi dengan pembelajaran yang berbasis industri, Jadi proses pembelajaran di sekolah, itu harus mengacu pada suasana industri, budaya kerja industri. Jadi dengan demikian maka ketika siswa tamat dari SMK (SMKN 4 Kupang,red) mereka sudah terbiasa dengan pola kerja indiustri dan mereka tidak kaget lagi dengan suasana baru. Karena itu didalam implementasinya, itu dilakukan kolaborasi kerjasama dengan industri. Sesuai dengan kompetensi keahlian yang ada di SMK,” pungkasnya sambil tersenyum.
Sementara itu Dosen Penguji Dr.Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, M.Hum yang didampingi Dosen Pembimbing Dr. Hendrik Lao Lada, M.Pd dan Dr. Klemens Kolo, MAT menurutnya langkah tepat yang dilakukan SMKN 4 Kupang dengan menerapkan Teaching Factory.
Dikatakan “Kalau dilihat dari materi presentasi dan apa yang ditulis oleh Pak Semi dalam proposal ini, sangat luar biasa sekali dalam dunia SMK. Kita mengharapkan agar mahasiswa-mahasiswa kita bukan saja hanya bersekolah untuk mendapatkan ijazah, tetapi ya seperti ini hasil dari sekolah-sekolahpun harus bisa menjawab kebutuah dunia kerja,” tandas Lanny.
Lanjut Lanny mengatakan, kebetulan mungkin karena beliau melakukan penelitian di sekolahnya sendiri, tapi menurut saya memang beliau sangat mengusai apa yang beliau tulis.
“Jadi saya rasa penelitian yang dilakukan oleh Pak Semi Ndolu sudah sangat baik, sangat luar biasa, beliau juga menguasai teori dengan baik, sehingga tadi kita lihat dalam pelaksanaan ujian, hampir tidak menemukan celah untuk bertanya. Kesalahan teknis seperti penulisan, spasi, saya rasa hanya seperti itu tidak ada kesalahan- kesalahan lainnya, tapi luar biasa!. Dari saya selaku penguji saya rasa bahwa apa yang ditulis Pak Semi ini luar biasa,” akui Lanny Bangga.
“Dia Salah satu mahasiswa yang patut dijadikan contoh buat teman-teman lainnya dalam mengerjakan tugas akhir. Kami juga tentu semua senang. Berharap mahasiswa-mahasiswa kami semua bisa. Yah seperti inilah, serius menulis dan menguasai materi dengan baik,” tutup Lanny sambil tersenyum.
Sementara Dosen Pembimbing, Dr.Hendrik Lao Lada, M.Pd., mengatakan, sebagai pembimbing dari Bapak Semi Ndolu, “Kalau saya lihat mulai proses pembimbingan, proses diskusi judul, dan proses penulisan proposal bagi saya sangat-sangat baik dalam mempersiapkannya juga, penguasaan terhadap masalah yang akan ditulis juga sangat baik, karena yang ditulis oleh beliau ini adalah masalah yang terjadi di sekolahnya beliau sendiri.
“Jadi kalau saya menilainya itu secara komprehensip sangat baik sekali. Beliau menguasai dan memahaminya. Dan tentunya hasil dari penelitian nya beliau ini bermanfaat bagi sekolahnya sendiri dan juga bagi sekolah-sekolah fokasi seperti SMK,” salut kata Hendrik sambil tersenyum.
Lanjut Hendrik menambahkan, “Harapan dari kami sebagai pembimbing, bisa berguna bukan saja untuk kampus tetapi juga untuk sekolah, pendidikan atau pelaku-pelaku usaha. Karena dari hasil penelitian ini yang diharapkan itu semua bisa membaca hasil penelitiannya beliau ini dan terapkan di lembaga merdeka belajar,” pungkas Hendrik.
Terpisah Rektor 1 IAKN Kupang Dr.Harun Y.Natonis ,S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa Program yang sangat diminati di IAKN itu, magister pendidikan.
Pria yang murah senyum dan ramah ini mengakui bahwa di pikiran mereka (Mahasiswa,red) sudah punya ide yang bagus dalam kaitan dengan bagaimana perubahan pembelajaran dalam pendidikan.
Ia contohkan, terkait kata Humanis dalam proposal mahasiswa yang lainnya, ”Kalau saya lihat dalam proposalnya tadi setelah saya uji, sebenarnya dari proposal itu mengharapkan perubahan dalam kaitan dengan pembelajaran. Di zaman milenial ini dimana harus lebih banyak pada student center dengan memperhatikan bagaimana pembelajaran yang ramah anak, itu inti pertama, tetapi pada sisi lain, yang mau ditekankan juga soal merdeka belajar sekarang. Jadi ramah anaknya oke, dan merdeka belajar. Nah yang perlu dipaham sekarang ialah ramah anak seperti apa, merdeka belajar itu seperti apa ia kan?,
Menurut saya antara pola, model, metode, prinsip, langkah-langkah termasuk nilai-nilai yang ada dalam pembelajaran humanis ini, itu harus diekspos, memang sudah saatnya pembelajaran itu harus humanis. Sehingga supaya tidak ada penindasan dalam pembelajaran.
Jadi arah seminar ini supaya mereka fokus, dikasih pikiran supaya dia fokus oh ini harus begini dan seterusnya. Sekali lagi lebih fokus pada apa yang dia mau dalami dalam tulisannya itu yang paling penting,” tegas Rektor Harun Natonis. (TD)
