RUTENG, RANAKANEWS.com – Suasana Kota Ruteng berubah semarak pada Senin (6/10/2025) ketika seluruh paguyuban lintas etnis dan komunitas di Ruteng ambil bagian dalam Karnaval Budaya Festival Golo Curu 2025.
Ribuan peserta memadati ruang publik Natas Labar-Motang Rua sebelum bergerak menuju plataran parkir Gereja Katedral Ruteng. Dalam perjalanan paguyuban-paguyuban menampilkan aneka atraksi budaya, tarian, serta busana tradisional yang menggambarkan kekayaan dan keragaman budaya masyarakat Manggarai dan Nusa Tenggara Timur.
Karnaval ini menjadi bagian penting dari rangkaian Festival Golo Curu 2025, yang setiap tahun diselenggarakan untuk memuliakan Bunda Maria Ratu Rosari sekaligus mempererat persaudaraan sosial lintas suku dan agama di Ruteng.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., dalam sambutan saat menerima peserta karnaval di plataran parkir Gereja Katedral Ruteng, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh paguyuban yang turut ambil bagian dalam perayaan ini.
“Festival Golo Curu bukan hanya perayaan iman, tetapi juga pesta budaya yang menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai hidup dalam semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Semua paguyuban ikut berpartisipasi dengan semangat yang luar biasa,” ujar Bupati Herybertus.
Peserta karnaval menampilkan beragam kesenian, mulai dari tarian caci khas Manggarai, atraksi musik gong dan gendang, defile busana daerah dari berbagai etnis, hingga penampilan kelompok sekolah dan komunitas muda kreatif.
Jalur karnaval dari Lapangan Motang Rua hingga plataran parkiran Gereja Katedral dipadati warga yang antusias menyaksikan dan memberi tepuk tangan meriah.
Romo Peppy Bora, mengatakan bahwa keterlibatan semua paguyuban tahun ini menjadi wujud nyata semangat inklusif dan gotong royong umat di Keuskupan Ruteng.
“Festival ini adalah ruang bagi semua untuk bersyukur dan bergembira. Dari budaya kita belajar menghargai perbedaan, dan dari iman kita belajar mencintai sesama,” tutur Romo Peppy.
Festival Golo Curu 2025 tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum promosi pariwisata budaya Manggarai yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kemeriahan karnaval ini menegaskan bahwa Ruteng bukan hanya pusat spiritual, tetapi juga kota budaya yang hidup dalam harmoni dan kebanggaan bersama. (WG)
