
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Pasca diluluhlantahkan letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Minggu 03 November 2024, Desa Nawokote Kecamatan Wulanggitang, yang terletak langsung di bawah kaki Gunung Api Lewotobi Perempuan, dan telah tak berpenghuni karena seluruh rumah dan bangunan publik rusak total dan ditinggalkan pemiliknya, kini kian terisolir setelah akses jalan raya putus total diterjang banjir besar beberapa waktu lalu.
Bahkan, hampir tidak ada tanda-tanda baik, jikalau kampung yang dulu hijau dan kaya akan hasil hutan serta kebun ini, bisa ditempati lagi.
Apalagi, kondisi jalan raya yang menjadi urat nadi transportasi keluar masuk dari dan ke Boru, kemudian ke arah Desa Hewa, Pantai Oa, Odjandetun, kemudian Desa Waiula terus ke Riangbura Ile Bura, selanjutnya keluar di simpang tiga Nobo-Maumere-Larantuka, kini telah ditimbun material batu berukuran besar dan hanya bisa dilalui sepeda motor.
Saat dilintasi Wartawan, Rabu (11/12/2024) sore, sepanjang jalan ini dari pertigaan Tabana ke Nawokote, seluruh badan jalan tertimbun tanah berpasir tebal.
Ada dua titik jalan yang putus total karena badan jalan ditimbun material batu besar, pasir dan kerikil.
Satu titik terletak dari arah Dusun Tabana sebelum masuk Desa Nawakote.
Satu lagi setelah melewati lapangan dan Rumah Adat Duang Bawalatang, Desa Nawokote.
Mobil tidak bisa lewati lagi jalur ini. Seluruh permukaan badan jalan tak terlihat lagi.
Batu berukuran besar, sedang dan kecil menumpuk dan telah menjadi jalur banjir.
Jalur ini semakin rawan dan terancam putus total jika tidak segera ditangani, dengan memobilisir alat berat membersihkan material yang menumpuk.
Paling memilukan tatkala melihat langsung kondisi Rumah, Kantor Desa, Gereja, Sekolah, Kios dan fasilitas lainnya yang telah rusak total dan hancur terbakar dilalap api pijar dan ditimbun pasir letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, hingga roboh rata tanah.
Hanya ada satu dua rumah yang masih berdiri kokoh, meski atapnya sudah rusak total dimakan batu api pijar Gunung Lewotobi.
Kampung sangat sepi dan sunyi. Hanya ada 5 orang warga yang terlihat sedang berada di rumahnya.
Duang Bawalatang yang biasanya ramai, apalagi di Sore hari saat para petani pulang dari kebunnya, dan terlihat anak-anak hingga remaja, dan orang dewasa duduk di depan rumah, bahkan ada yang biasa nongkrong di jalan, kini hilang total.
Duang Bawalatang berubah menjadi Kampung mati.
Kampung yang terkenal dingin karena airnya yang melimpah, dan mengalir setiap saat dari bak-bak penampungan di pinggir jalan pun sudah hilang.
Tingkat kerusakan di Desa Nawokote, akibat letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, ternyata jauh lebih parah.
Anton, warga Dusun Tabana saat ditemui Wartawan, Rabu 11 Desember 2024 sore berharap, ada langkah cepat Pemda Flotim memobilisir alat berat untuk bersihkan badan jalan dari Nawokote ke simpang Tabana-Hewa, agar bisa membuat arus transportasi hidup kembali dan warga pun lancar beraktivitas.
“Masah, Kami mau ke Boru dan Maumere, harus putar ke Ile Bura keluar di Nobo lagi kan jauh sekali.
Memang dengan sepeda motor masih bisa lewat, tapi tidak bisa membantu.
Mereka yang punya mobil, atau warga yang pergi dengan mobil harus putar jauh,”tukas Anton.
Dikatakannya, jikalau jalannya sudah dibersihkan dan bisa dilalui mobil, warga Nawokote pun bisa pulang lihat kampungnya dan bisa beraktivitas di kebun, kasih makan ternak serta membersihkan rumah.
Pantauan langsung Wartawan, di Dusun Bawalatang juga terlihat beberapa warga dengan mobil Pick Up datang lihat rumah dan ke kebun, meskipun tidak bisa tembus ke Kampung Duang karena jalan putus.
Dari raut wajahnya terlihat mereka penuh harap bencana alam ini lekas berakhir dan lekas pulang rumah.
Akan halnya jalan raya ini lekas dibersihkan dan kembali lancar lalulintasnya.
Termasuk suatu saat 5 unit mobil mewah Fortuner yang baru dibeli Pemda Flotim dengan nilai Rp3,2 M itu, bisa tiba melintasi kampung Nawokote, sambil jalan keliling Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan. (OLA)