
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Letjend TNI Dr.Suharyanto,S.Sos.,M.M ke Flores Timur untuk meninjau langsung progress pengerjaan jalan Hurung-Ilepati Adonara Barat, senilai Rp56,399 M lebih, selain berjalan lancar dan sukses, namun memberi dukungan penuh, serta membawa angin segar bagi pelaksana proyek untuk makin semangat bekerja menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan bermutu.
“Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pelaksana Proyek, Pengawas dan berbagai pihak yang telah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan standar pekerjaan jalan.
Iyah, Kepala BNPB Republik Indonesia Bapak Letjend TNI Dr.Suharyanto senang dengan progress pengerjaan yang ada berjalan dengan baik,”ujar salah seorang Staf Pelaksana Proyek yang ditemui Wartawan, saat kunjungan Kepala BNPB Republik Indonesia tersebut.
Dikatakannya, saat tiba meninjau langsung progress pengerjaan jalan Hurung-Ilepati, Letjend TNI Suharyanto bersama rombongan diantaranya; Pejabat Deputi 3 dan 4 BNPB RI, Mayjend TNI Purn.Fajar Setiawan, Mayjend TNI Purn.Denny Herman, Brigjend TNI Purn.Hasyim, Brigjend TNI Purn.Jahidin Chilo, Kolonel Agus Marsanto, Richard Erlangga dan Bima Setiawan, sempat berjalan kaki meninjau fisik pekerjaan dari titik nol Desa Hurung, Beliau berpesan agar tetap bekerja sesuai standar yang ditetapkan dan menjaga mutu, agar proyek ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, membangun perekonomian dan kemajuan di berbagai bidang.
Kendatipun, tak bisa meninjau seluruh progress pengerjaan hingga Ilepati sejauh 10,3 Km, karena harus meninjau bantuan 50 Rumah di Desa Bugalima Adonara Barat, dan Pengerjaan Huntap Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, namun kunjungan kerja Kamis 27 Agustus 2025 itu telah memberi energi positif bagi pelaksana proyek dan tim kerja lapangan, untuk terus bekerja dengan baik dan bermutu paket jalan yang didanai APBN tahun 2025 dari Pos BNPB Republik Indonesia, itu.
“Iyah, Kami mengapreasi penuh kunjungan kerja Kepala BNPB Republik Indonesia Bapak Letjend TNI Dr.Suharyanto dan rombongan, yang telah melihat langsung fisik pekerjaan di lapangan.
Ini juga menjadi motivasi, sekaligus tantangan bagi Kami untuk bekerja penuh tanggung jawab menghasilkan mutu pekerjaan terbaik.
Progress fisik jalan strategis nasional ini, juga terus berjalan maju. Agregat B sudah tembus diatas 9 Km, hampir mencapai finish.
Demikian pula dengan pekerjaan lainnya seperti Talud, Parit, Plat Deker juga terus berjalan maju.
Rencananya, dalam waktu dekat sudah mulai dihotmix sepanjang 2 Km dari titik nol Desa Hurung.
Seluruh material telah siap di lapangan,”ujar Staf Pelaksana Proyek PT.Kurnia Mulia Indah, tersebut.
Dikatakannya, pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya, baik dari segi waktu dan kualitas.
“Kami berkomitmen penuh menjaga kepercayaan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kepala BNPB Republik Indonesia Letjend TNI Dr.Suharyanto dan jajarannya, juga pihak Kementerian PUPR Republik Indonesia, Balai Jalan Nasional dan PPK Wilayah 4.0 NTT.
Seluruh tim kerja terus bekerja dengan keras di lapangan. Jika tak ada halangan, sudah mulai dihotmix dalam satu dua hari kedepannya,”ujarnya, saat dihubungi kembali Wartawan, Jumat (5/8/2025).
Sebelumnya, Sekdes Ilepati Abraham Ola dalam pernyataannya juga mengakui, hadirnya proyek jalan ini telah membawa efek positif bagi warga, yang mulai dirasakan saat ini.
“Dulu waktu tempuh dari Ilepati ke Waiwadan bisa makan waktu sampai 1 jam karena jalan rusak berbatu, kini hanya ditempuh dalam 15 menit,”katanya.
Untuk itu, pihaknya menyampaikan limpah terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof.Dr.Pratikno,M.Soc,Sc, Kepala BNPB RI Letjend TNI Dr.Suharyanto dan berbagai pihak yang telah membantu paket jalan ini.
Proyek jalan strategis nasional ini terbilang sukses lancar, lantaran koordinasi komunikasi yang terjalin baik, mulai dari desa dan warga pemilik lahan sehingga kegiatan pelebaran badan jalan dan pembersihan praktis berjalan lancar tanpa hambatan, serta didukung kualitas peralatan dan tenaga kerja yang baik dari pelaksana proyek. (OLA)