
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Jembatan Tambatan Perahu (JTP) Desa Lamawalang yang selama ini menjadi tempat bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk para suplair Adonara dan Solor, kini mulai ada ‘sinyal bagus’ ada tambahan dana perluasan kapasitas pelabuhan untuk ditingkatkan menjadi pelabuhan yang layak bagi semua kapal motor distributor BBM, termasuk yang selama ini menggunakan pelabuhan Larantuka.
Hal ini diungkapkan salah satu Anggota DPRD Flotim, yang juga Anggota Badan Musyawarah dan Ketua Komisi I DPRD Flotim, Andi Liwun,SE saat diwawancarai Wartawan di kediamannya, Rabu (7/5/2025) siang.
Menurutnya, peningkatan kapasitas JTP Lamawalang untuk bongkar muat BBM bagi seluruh armada suplair BBM Adonara, Solor telah diusulkan dan menjadi pembahasan intens antara Dinas Perhubungan Flotim dan DPRD Flotim agar dimasukan dalam perencanaan anggaran pada perubahan APBD tahun anggaran 2025 dan APBD murni tahun anggaran 2026.
“Soal usulan JTP Lamawalang diperluas dan ditingkatkan kapasitasnya untuk jadi tempat bongkar muat BBM bagi seluruh armada agar bisa berkontribusi lebih besar ke PAD Flotim, sudah Kami usulkan bersama Dinas Perhubungan Flotim agar dimasukan dalam perencanaan belanja perubahan APBD tahun anggaran 2025 dan APBD murni tahun anggaran 2026.
Berapa banyak besaran anggarannya dan seperti apa perluasannya, nanti baru Kita ketahui pada saatnya.
Tim teknis Dinas Perhubungan dan Bapelitbangda Flotim sejak lakukan perhitungan,”tegas Andi Liwun, semangat.
Anggota DPRD Flotim Fraksi Gerindra ini juga menambahkan, keberadaan JTP Lamawalang yang lebih baik, akan membantu kelancaran bongkar muat BBM kedepan, dan tidak ada lagi aktivitas di Pelabuhan Larantuka nantinya, sesuai harapan semua pihak.
“Betul, kejadian berulangkali insiden kebakaran kapal motor pengangkut BBM di Pelabuhan Larantuka mestinya menjadi bahan evaluasi bagi Pemda Flotim, DPRD Flotim juga pihak Pertamina dan Syahbandar Larantuka untuk mengambil solusi terbaik.
Termasuk para pengusaha BBM di Flotim dan Lembata untuk mulai menyiapkan armada kapal motor besi pengangkut BBM, supaya jangan lagi menggunakan drump plastik memuat BBM antar pulau.
“Sehingga kalau JTP Lamawalang sudah siap, maka Kami minta agar kedepannya Pelabuhan Larantuka tak lagi digunakan sebagai aktivitas bongkar muat BBM antar pulau.
Demikian pula dengan kapal motor pengangkut BBM bertonase besar juga sudah beralih dari kapal motor kayu ke besi untuk lebih menjamin keselamatan dan kenyamanan,”ujar Andi Liwun, Politisi Gerindra Dapil Flores Timur 2 dari Kecamatan Tanjung Bunga, Lewolema dan Ile Mandiri.
Punya letak strategis di Depan Pasar Lamawalang, sekitar belasan meter dari Jalan Negara Trans Maumere-Larantuka, JTP Lamawalang memang menawarkan solusi yang mudah dijangkau.
Namun, butuh tambahan dana yang lebih besar untuk memperluas jalan keluar masuk, maupun seluruh badan JTP Lamawalang, agar bisa membantu kendaraan BBM bertonase besar bisa aman keluar masuk.
Diketahui, saat ini ada lebih dari 20 armada mobil tangki pengangkut BBM yang setiap hari bergerak dari Maumere-Larantuka untuk suplai BBM, termasuk antar pulau melalui pelabuhan Larantuka.
Butuh kapasitas pelabuhan khusus yang memadai dan bisa melancarkan aktivitas bongkar muat BBM dari mobil tangki ke kapal motor tangker.
Kapasitas JTP Lamawalang harus diperluas lagi jikalau kedepannya dijadikan sebagai pelabuhan khusus bongkar muat BBM.
Pasalnya, kapal motor tangker yang beroperasi pun jumlahnya lebih dari 5 armada saat ini, sehingga butuh pelabuhan khusus yang punya daya tampung luas untuk sandaran kapal motor.
Sementara itu, Kepala Syahbandar Larantuka Agustinus Suprijanto. R.,S.Sos kepada Wartawan beberapa waktu lalu menandaskan, pasca terbakarnya kapal motor pengangkut BBM milik PT.Trans Floreti di Pelabuhan Larantuka, telah melakukan evaluasi dan meminta Pemda Flotim segera memikirkan membangun pelabuhan khusus bongkar muat BBM, karena pelabuhan Larantuka bukanlah tempat bongkar muat BBM karena tak penuhi standar operasional pelayanan.
“Saya kira, Pemda Flotim segera pikirkan dari sekarang untuk pelabuhan khusus bongkar muat BBM.
Kami sudah diingatkan berulang kali oleh pihak Syahbandar Pusat dan Provinsi NTT, sejak kejadian terbakarnya kapal motor pengangkut BBM Trans Floreti 05.
Meskipun, Kami belum menutup aktivitas bongkar muat BBM di pelabuhan Larantuka lantaran pertimbangan kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat di Pulau Adonara, Solor dan Lembata,”tegasnya.
Bupati Flotim Anton Doni Dihen yang dikonfirmasi Wartawan dalam sebuah kesempatan terbatas belum lama ini, masih enggan berkomentar terkait pelabuhan khusus bongkar muat BBM.
Meski demikian, usulan yang sedang dilakukan Dinas Perhubungan Flotim untuk mendorong penambahan anggaran pada perubahan APBD tahun anggaran 2025 dan APBD murni tahun anggaran 2026, guna meningkatkan kapasitas JTP Lamawalang sebagai tempat bongkar muat BBM bisa jadi alternatif sementara, sambil menunggu dibangunnya pelabuhan khusus bongkar muat BBM yang jauh lebih memadai.
“JTP Lamawalang itu bisa kecuali dibangun dengan tiang pancang dan harus jauh masuk ke dalam lagi.
Lalu akses keluar masuk kendaraan juga harus dibuka dua jalur, supaya memudahkan Kendaraan BBM bertonase besar.
Karena akses depan sudah terhalang dengan beberapa bangunan.
Kecuali, semua bangunan di depan jalan itu dipindahkan semua,”ujar Thomas, salah seorang pelaku usaha di Larantuka kepada Wartawan dalam obrolan lepas, Sabtu (10/5/2025). (OLA)