SMKN 4 Kupang Membangun Desa Melalui Ekraf

KUPANG, RANAKANEWS.com– Program “Pariwisata Bangun Desa Kolaborasi Wujudkan Pariwisata Sebagai Prime Mover” yang disosialisasikan SMKN 4 Kupang, ini salah satu momentum. Momentum dimana ternyata Semau mempunyai  daya tarik, sehingga banyak pihak datang ke Semau.

Bagai seorang gadis cantik di pulau ini banyak yang tertarik. Dan salah satunya SMKN 4 Kupang datang ke Semau untuk membangun  Desa, dengan program Membangun Desa melalui kegiatan ekonomi kreatif (Ekraf).

Demikian kata Sekretaris Camat (Sekcam) Semau Marthen K. Timate, S.Sos usai  kegiatan sosialisasi dengan pihak SMKN 4 Kupang dengan  Tagline ‘SMK Bangun Desa Kolaborasi Wujudkan Pariwisata Sebagai Prime Mover Ekonomi Desa Wisata,” di Aula Kantor Camat Semau pada Jumat (11/3/2022).

Program SMKN 4 Kupang dalam hal ini membangun desa, tentu sangat mengapresiasi yang sangat luar biasa. “Kita Pemerintah Kecamatan Semau sangat mendukung itu, menerima. Dan buktinya bahwa tadi banyak apresiasi dari kepala desa, tokoh masyarakat, maupun pemuda yang hadir, menerima program ini mau bersama-sama dengan SMKN 4 Kupang  membangun Semau terlebih pembangunan pariwisata lebih  baik ke depan,” ujar Sekcam.

“Harapan kedepannya ada tindak lanjut. Terutama masyarakat Kecamatan Semau ini merasa bahwa pariwisata ini bagian dari mereka ada peningkatan ekonomi, ada kesertaan sehingga mereka mampu berdiri  dari apa yang mereka buat, oleh mereka dan untuk mereka, generasi sekarang dan untuk generasi anak cucu kedepan,” pungkas Sekcam Marthen.

Terpisah, Kepala Desa Letbaun Charles Bising, “Kami adalah desa yang sangat terbuka. Kami siap menerima siapapun yang datang ke sini kami anggap mereka raja. Dengan konsep pikir kami yang milenial yang mengajak untuk selalu mendengungkan perubahan.

“Jadi apapun yang datang ke kami, kami siap terima dengan catatan tetap menjaga alam kami, tetap menjaga kearifan lokal kami ya kami terima,” pungkas Charles yang baru 2 bulan dilantik.

Sementara itu Kepala Desa Batu Inan, Yonathan Unin mengapresiasi program SMKN 4 Kupang, “SMK Bangun Desa sangat bagus. Itu semua kami sudah rancangkan Rencana Pembangunan  Jangka Menengah  Desa (RPJMDes) ke depan sisa saja itu pemetaannya.

Ia mengaku baru pertama dikunjungi. “Kami berterima  kasih kepada SMKN 4 Kupang, harapannya kedepan mari kita melihat bersama, melihat potensi yang ada di desa kemudian beri siswa kami pendampingan,” pintanya.

Ia meyakini sekalipun terbatas dengan SDM tetapi dengan pendampingan sehingga “kami juga bisa,” kata Yonathan yang baru  3 bulan dilantik.

Program SMK Bangun Desa yang diinisiasi oleh Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd di Kecamatan semau, diapresiasi dan didukung oleh 8 desa wisata di kecamatan tersebut.

“Kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi dan sinergi antara SMK dan Desa Wisata, sebagai wujud implementasi program Gubernur NTT terkait sektor pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat,” kata Semi Ndolu.

Pantauan media kegiatan ini diikuti delapan Kades se-Kecamatan Semau, perwakilan guru SMAN I Semau, Tokoh Pendidikan, Tokoh Masyarakat, Penenun, BumDes, Tokoh Pemuda, PKK Kecamatan, Kasi Pem dengan mematuhi Protokol kesehatan; Memakai Masker, duduk jaga jarak, air cuci tangan dan Hand Sanitizer.

Dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Kepala SMKN 4 Kupang bersama para guru dan siswa pada Jumat, 11 Maret 2022 di Aula Kantor Camat Semau, semua kepala desa rebutan untuk kolaborasi dengan SMKN 4 Kupang.

“Hal ini dikarenakan, konsep yang di usung adalah Mensinergikan potensi desa dan kompetensi SMK untuk menghasilkan aneka produk Ekonomi kreatif berupa Handyccraft, pengembangan sentra tenun ikat helong, fotografi, dan agrowisata”

“Dalam hal pengembangan destinasi wisata, pihak SMKN 4 juga mendapat dukungan dari pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia GIPI) Wilayah NTT dan sejumlah stakeholders lainnya,” jelas Semi Ndolu.

Menurut  Ketua MKKS SMK Kota Kupang ini, Kecamatan Semau dipilih untuk mengimplementasikan konsep program ini sebagai wujud respon atas rencana penerbangan Kupang-Darwin- Dili pada April 2022 mendatang, sehingga menurutnya masyarakat harus mendapatkan manfaat ekonomi  dari kunjungan para tamu wisatawan.

“Oleh karena itu produk ekraf maupun agrowisata di desa wisata harus disiapkan dengan sinergi kolaboratif bersama pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat. Selain itu program SMK Bangun Desa ini juga merupakan wujud implementasi link and match antara SMK dan BumDes yang ada di desa wisata sehingga produk- produk hasil karya siswa juga dapat diterima di pasar,” jelas Pengurus Ikatan  Alumni PAK/IPT-UKAW Kupang. (TD)

 

 

 

 

 

 

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version