SMKN 4 Kupang Pembagian Rapor Diwarnai Dengan Pentas Seni

Kepala Sekolah SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd didampingi Sekretaris Komite Sekolah Antonius Rani, S.Pd foto bersama Siswa Duta Anti Bullyng, di Aula SMKN 4 Kupang, Sabtu (17/12/2022).

KUPANG, RANAKANEWS.com– Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kupang pembagian Rapor diwarnai dengan pentas seni yang dilaksanakan di Aula Sekolah tersebut, di bilangan Jalan Bajawa Oepoi Oebobo, Kupang, Sabtu (17/12/2022).

Pembagian Rapor tersebut dihadiri Ketua Komite dan Sekretaris Komite SMKN 4 Kupang, orang tua siswa, guru-guru dan siswa/i yang mengikuti pentas seni.

Nilai rapor merupakan hasil kumpulan nilai mata pelajaran dimiliki setiap siswa yang berisi laporan nilai selama semester ganjil. Pembagian Rapor diterimakan sebagai tolak ukur dan untuk mengetahui perkembangan terhadap prestasi siswa setelah mengikuti proses pembelajaran (semester ganjil,red).

Dalam nilai Rapor SMK pada setiap mata pelajaran ada 3 mata penilaian yaitu nilai pengetahuan, nilai keterampilan dan nilai sikap.

Nilai pengetahuan dan keterampilan setiap mata pelajaran diwajibkan mencapai KKM (Kriteria Ketuntasaan Minimal) yang ditetapkan oleh sekolah dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti karakteristik kompetensi dasar, karasteristik peserta didik, dan daya dukung yang dimiliki sekolah. Sedangkan nilai nilai sekolah ada 4 predikat yaitu predikat kurang, cukup, baik, dan sangat baik.

Melalui rapor wali kelas dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam kelas yang diampunya.

Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd mengungkapkan, Selain kita masuk dan menyongsong liburan panjang; Natal dan Tahun Baru, juga sekaligus mengakhiri tahun ini, kita menandainya dengan kegiatan penerimaan rapor hasil belajar siswa yang diberikan kepada orang tua, rapor kita ada dua; rapor mata pelajaran dan juga Rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) versi kurikulum merdeka.

Dikatakan, selain itu juga kita warnai dengan kegiatan pentas seni (Pensi) siswa; ada musikalisasi puisi, tarian dance modern, dance tradisional dan juga ada english speak, kemudian tadi juga ada Solo vokal juga pemberian penghargaan sebagai apresiasi bagi sejumlah siswa yang memperoleh prestasi yang luar biasa.

“Jadi tahun ini memang kita mendapatkan banyak sekali  talent dari siswa kita yaitu ada dua orang siswa yang telah kita berikan penghargaan karena berhasil meraih juara 1 dan juara 2 dalam kaitan dengan pekan olahraga provinsi  (Porprov) NTT yang ke-8 tahun ini yaitu meraih medali emas untuk bidang olahraga Taekwondo dan juga Medali Perak untuk Sepak Takraw. Dan juga pemilihan putra dan putri tari kita juga ada dua orang siswa yang kita berikan penghargaan oleh karena mereka bisa membawa nama sekolah tetapi  juga nama NTT ke kancah nasional nantinya juga ada pemilihan Duta anti bullyng,” beber Semi Ndolu sambil tersenyum bangga atas prestasi yang diraih siswanya itu.

“Ini yang sangat spesial di sekolah dan tahun ini kami lakukan seleksi pemilihan Duta anti bullyng dari para siswa yang ada dan akhirnya melahirkan tiga orang siswa terbaik yang dalam penilaian tim penilai, mereka layak untuk dijadikan sebagai Duta anti bullyng mengingat sekarang ini banyak sekali terjadi perundungan di media sosial, dan lain-lain antara siswa yang berakibat pada terjadinya perkelahian dan juga tindakan-tindakan kriminal lainnya,

Ini sangat sangat fatal oleh karena hasil kajian dari capaian international Indonesia yang mencoba mengambil sampel di Kota Kupang salah satunya di SMKN 4 juga beberapa ada 5 SMK yang ada sekolah yang lain Jadi ada enam sekolah di kota Kupang yang diambil sebagai sampel dan termasuk di Belu Kabupaten Belu dan saya cukup kaget karena hasilnya itu terdapat 56,8% pelaku perundungan di kalangan anak-anak sekolah yang tertinggi di Indonesia dari 4 provinsi yang disurvei. Di NTT pelaku perundungan tertinggi sedangkan korban perundungan tertinggi itu adanya di DKI Jakarta, itu 60 sekian persen,

Dari hasil ini saya pikir ini sesuatu yang menjadi PR bagi kita untuk menyusun beberapa strategi diantaranya dengan adanya duta anti bullyng ini mereka akan membentuk komunitas di antara mereka sendiri di dalam kalangan siswa ini dan kita harapkan ini bisa membias kepada sekolah-sekolah yang lain sehingga terbentuk sebuah jejaring komunikasi sosial antara siswa, lalu di sana ada mereka silakan membuat kampanye kampanye positif untuk menghindari adanya perundungan terhadap anak juga termasuk di dalam ekploitasi seksual anak. Jadi ini hal-hal yang perlu kita antisipasi karena itu kami coba memberikan piagam penghargaan kepada anak-anak yang telah berprestasi,” jelas Semi Ndolu.

Lebih lanjut Ketua MKKS SMK Kota Kupang ini menambahkan, terhadap anak atau  siswa kita yang berwirausaha saya perlu sampaikan untuk tahun ini tamatan tahun 2021 dari SMK Negeri 4 Kupang itu sebanyak 205 orang siswa.

Dirinya menyebut dari 205 orang siswa ini dari hasil pantauan kami itu yang bekerja 24,8% itu sudah langsung bekerja di perusahaan tempat-tempat langsung direkrut juga oleh perusahaan Mitra kami itu sebesar 24,8%, yang melanjutkan itu 32,2% kemudian yang berwirausaha 34,2% itu yang berwirausaha Mandiri artinya dengan modal sendiri membuka usaha sendiri 34,2%, bagi saya Ini sesuatu yang sisanya belum kami mendata semuanya jadi harapannya makanya tadi dalam sambutan saya di depan saya minta kepada orang tua untuk memberikan dukungan karena reserse tadi ini kita lakukan setiap tahun jadi penelusuran tamatan untuk mencari tahu berapa banyak siswa yang sudah bekerja berapa yang melanjutkan berapa yang berwirausaha dan berapa yang nganggur.

Menurutnya itulah bedanya SMK dan SMA, kalau di perusahaan ada peduli purna jual, kalau kita peduli setelah mereka tamat kita masuk untuk mencarikan pekerjaan bagi mereka, jadi caranya dengan melakukan inilah yang sebenarnya menjadi tujuan dari pendidikan kejuruan atau vokasi yaitu indikator keberhasilan sebuah SMK itu terlihat dari tingkat kepekerjaan karena sejalan dengan undang-undang nomor 20 tahun 2003 bahwa tujuan SMK itu pada prinsipnya adalah melahirkan tamatan-tambatan yang bisa bekerja sesuai bidangnya.

“Jadi saya pikir ini menjadi menarik sekali, kita mesti terbuka informasi dari orang tua dan berbagai teori yang ada supaya adanya dukungan, kita minta juga dukungan terkait dengan pengembangan ekstrakurikuler siswa karena ternyata anak-anak banyak yang bisa berhasil hanya cukup dengan memiliki kompetensi di bidang ekstrakurikuler ada yang  olahragawan pemain bola, penyanyi dan lain sebagainya, mereka tamat dari sini mereka bisa berkembang dengan baik sesuai kompetensi mereka (siswa,red),” pungkasnya.

Akhir kata tak lupa ia menyampaikan selamat merayakan Natal 25 Desember 2022 bagi yang merayakan, semua orang tua siswa dan juga para siswa kemudian termasuk para guru dan pegawai juga sekaligus selamat memasuki tahun baru 1 Januari 2023.

“Kiranya tahun depan yang isunya tahun Resesi tahun krisis ekonomi dan energi itu tidak terjadi,” harapnya.

Sementara Wakasek Humas, Oktavia Marlina Sambein, S.Pd, hari ini selain pembagian Rapor kepada orang tua siswa kelas X, kelas XI, dan kelas XII  dengan total siswa kurang lebih 700san lebih ada juga pentas seni dan juga ada pameran, juga ada beberapa tarian dance dan pidato dari siswa kelas X dan kelas XI dan pameran produk kriya kayu.

Memamerkan produk jurusan Kriya kayu, Tekstil, DKV dan juga TKJ dan Interior tujuannya untuk memamerkan hasil karya siswa agar orang tua tahu bahwa ternyata anak saya itu bisa menghasilkan produk seperti ini dan juga bisa menarik masyarakat luar untuk bisa masuk.

Dikatakan Sandra sapaan akrabnya, jurusan yang paling diminati siswa di SMKN 4 itu adalah jurusan TKJ dan DKV. “Harapan saya, mereka tetap semangat belajar, jangan lihat nilai rapornya tetapi lebih kemasan pada soft skill atau karakter mengembangkan minat dan bakat selama ini di sekolah ada kegiatan ekstrakurikuler,” ungkap Sandara Guru Bahasa Indonesia di SMKN 4 itu.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Natal kepada orang tua, para guru, serta para siswa yang merayakan, dan menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2023. (TD)

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version