
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Era kepemimpinan Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid yang hanya berjalan 9 bulan, ternyata menyisahkan banyak soal pelik dan berpotensi bikin pening Bupati-Wakil Bupati Flotim terlantik, Ir.Anton Doni Dihen,M.Sc-Ignas Boli Uran,S.Fil.
Mulai dari soal Pansel Eselon II yang kini masih digugat di PTUN Kupang oleh salah satu peserta yakni Apolonaris Bala Agan,S.Pi, terkait posisi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Flotim.
Kemudian, kisruh pembelian 5 mobil dinas Fortuner senilai Rp3,12 M yang hamburkan uang negara dan berpotensi korupsi, karena melanggar PP 20 Tahun 2022, dan Bupati-Wakil Bupati terlantik tolak pakai mobil baru.
Meskipun, Ketua DPRD Flotim Albert Ola Sinour yang juga Ketua Partai NasDem Flotim, sudah lebih dulu memakai mobil dinas Fortuner yang baru tersebut.
Lalu, soal penanganan korban pengungsi erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki, terkait dana open donasi senilai Rp2 Milyar lebih yang kini sangat tertutup dan tak pernah diumumkan ke publik.
Hingga soal terkait infrastruktur jalan rusak di Flotim, termasuk di Desa Lewopao Kecamatan Ile Boleng, yang dijanjikan Sulastri Rasyid segera diperbaiki tahun 2025, dengan total dana Rp4 M, hanya beberapa saat jelang masa habis jabatannya.
Celakanya, pernyataan Penjabat Bupati Sulastri Rasyid ini didukung oleh Ketua DPRD Flotim Albert Ola Sinour yang juga Ketua Partai NasDem Kabupaten Flores Timur, yang mengusung paket ADDIBU sebagai Bupati-Wakil Bupati Flotim terlantik.
Bahkan, dalam forum kunjungan kerja bersama warga Desa Lewapao tersebut, Penjabat Bupati Sulastri Rasyid memerintahkan Kadis PUPR Flotim Saul Hekin, ST.,M Si untuk segera mencari dana Rp4 M untuk bangun jalan di Desa Lewopao.
“Ibarat orang minum Kopi Pahit, enaknya di Sulastri Rasyid, tapi pahitnya di Bupati-Wakil Bupati Flotim terlantik yakni Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran.
Sulastri Rasyid omong bikin mulut manis dihadapan masyarakat, Anton Doni-Ignas Uran yang pusing tujuh keliling untuk jawab.
Contohnya terkait jalan di Desa Lewopao Kecamatan Ile Boleng, Sulastri Rasyid janji Rp4 M tahun 2025, lalu sekarang Dia sudah pulang Kupang, apakah ADDIBU mau ikut saja dan ambil uang dari pos mana untuk bangun jalan di Lewopao.
Sementara, wilayah yang paling darurat seperti jalan Duang-Waimuring Pantai Selatan Kecamatan Wulanggitang Desa Nawakote saja belum tersentuh.
Ini jelas bikin ADDIBU pusing tujuh keliling, apalagi kondisi keuangan Flotim yang sedang turun drastis, pasca dipotong pemerintah pusat Rp37 M lebih untuk perbaikan infrastruktur jalan jembatan di Flotim,”ujar salah satu pengamat sosial politik hukum Flores Timur, Matias Lidang Sabon,SH.,MM saat ditemui Wartawan di kediamannya belum lama ini.
Menurutnya, Bupati-Wakil Bupati Flotim terlantik harus teliti seluruh laporan keuangan Pemda Flotim selama masa Penjabat Bupati Sulastri Rasyid, termasuk belanja 5 mobil dinas Fortuner senilai Rp3,12 M, dana open donasi erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki lebih dari Rp2 M, juga dana pembayaran Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) supaya muda dilacak.
Belum lagi, ada dugaan tindak pidana terkait alokasi dana senilai Rp7,5 M di Dinas Perikanan dan Kelautan Flotim untuk proyek pengadaan beberapa paket kapal dan alat tangkap, yang diduga kuat memperkaya Sulastri Rasyid dan kroni-kroninya.
Masih seputar 5 mobil dinas Fortuner yang baru, dimana Bupati-Wakil Bupati Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran menolak pakai dan tetap gunakan mobil lama, banyak netizen secara terbuka meminta sebaiknya mobil dinas Fortuner yang baru dijual kembali.
“Demi efisiensi dan jika memang mobil lama masih layak digunakan, maka jual kembali mobil baru, kalau tidak lama-lama dipakai juga,”tulis Bobby Namang dalam komentarnya di Suara Flotim, Jumat (21/2/2025).
Demikian pula dengan Bernadhino Jackyson, “Kalo yang lama masih bagus, yang baru dilelang saja,”.
Sementara Stef Witak, “jual saja om,”.Andre Openg Lato menulis “Cek harga mobil,”.
Benedktus Belang Niron berpendapat,”Harusnya Pengadaan aset didasari dengan kajian analisis kebutuhan. Ini Khan (OLA)