Sebuah mobil pick up alami kecelakaan terguling di tanjakan tajam Jalan Trans Nobo-Wutun di Jalur Wao Aleng Desa Rianbura Kecamatan Ile Bura, Kamis 9 Oktober 2025 pagi. (Foto: FB/OLA/Ranakanews.com)
LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Salah satu jalur jalan terekstrim di Flores Timur, yakni pendakian Wao Aleng di Desa Riangbura Kecamatan Ile Bura yang tak pernah diperbaiki selama bertahun-tahun walau terus diusulkan bertahun-tahun pula, kembali ‘makan korban.
Sebuah mobil pick up harus terguling usai tak bisa mendaki pada Kamis (9/10/2025) pagi. Demikian informasi yang diviralkan salah seorang warga Riangbura melalui Akun Don HBL, Sabtu (11/10/2025) malam.
Dijelaskan, Mobil naas itu mati mesin saat menanjak, sehingga alami gogor dan terbalik.
“Untungnya, posisi terbalik ke arah tebing, membuat mobil hanya menyamping kiri, dan selamat hingga tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut,” katanya.
Mobil naas ini akhirnya berhasil ditarik dan diangkat ramai-ramai oleh warga, yang dipimpin langsung Kepala Desa Riangbura, Wilem Leba.
Pelaksana Tugas Camat Ile Bura Silvester Lein,S.Sos yang ditemui Wartawan, Kamis (9/10/2025) malam di Lewotobi turut membenarkan kejadian naas itu.
“Benar, ada kecelakaan sebuah mobil pick up di jalur mendaki Wao Aleng Desa Riangbura, namun tak ada korban jiwa.
Mobil juga langsung ditarik dan diangkat warga setempat,”ujarnya, singkat.
Sil Lein bahkan sebut jalur itu memang sering terjadi kecelakaan karena jalannya rusak parah.
“Jalannya sudah parah sekali sehingga bersepeda motor saja harus ekstra hati-hati karena rawan celaka.
Sudah berulangkali diusulkan dalam Musrengbangcam hingga kabupaten, namun belum diakomodir hingga kini.
Kasihan warga yang setiap hari melintasi, baik ke kebun, pasar, sekolah, kantor maupun urusan lainnya.
Itu satu-satunya akses jalan yang menjadi urat nadi di bagian selatan Ile Bura menuju Wulanggitang.
Memang, membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk perbaikan.
Kita berharap kedepannya bisa dibiayai oleh APBD Flotim maupun APBN,”tandasnya.
Hal yang sama diakui sejumlah warga Ile Bura yang setiap saat mengandalkan jalur transportasi darat ini untuk berbagai aktivitasnya.
“Mau lewat dimana lagi. Meskipun jalannya rusak makin parah tapi tak ada pilihan lainnya.
Kita hanya berharap agar Bupati-Wakil Bupati Flotim Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran bisa menjawabi dalam kepemimpinan kali ini.
Apalagi, Bupati Anton Doni Dihen baru-baru ini berkunjung ke Desa Hewa dalam rangka mendorong Hewa sebagai salah satu sentra pengembangan program Big Push bidang pertanian dan perkebunan.
Bupati Anton Doni juga sudah melintasi jalur ini saat kembali dari Desa Hewa.
Sementara Wakil Bupati Ignas Boli Uran juga Putra Asli Ile Bura yang punya wilayah, ditambah Anggota DPRD Flotim Fraksi NasDem Abdon Yulius juga berasal dari Desa Odjandetun, yang juga satu daerah dengan jalur jalan ke Desa Riangbura ini,”ketus beberapa warga Desa Persiapan Lewouran, yang setiap hari ikut melintasi jalur ini, saat obrol bersama Wartawan di Lewotobi, belum lama ini.
Diketahui, jalur jalan di Wao Aleng merupakan salah satu titik terekstrim dari jalan Trans Nobo-Wutun di Pantai Selatan Ile Bura menuju wilayah selatan Kecamatan Wulanggitang.
Letaknya persis diantara Dusun Buranilan Desa Lewoawang dan Desa Riangbura, yang terkenal dengan tebing tinggi berbatu yang rawan longsor dan jurang curam menuju laut.
Pengguna jalan yang melintas, baik bersepeda motor maupun mobil, harus ekstra hati-hati, apalagi saat musim hujan.
Selain itu, kondisi jalan berlubang akibat banyak material batu dan lapisan aspal yang sudah terlepas, kerap kali menyulitkan akselerasi kendaraan.
Butuh supir atau pengendara sepeda motor yang sudah mengenali medan jalan dengan baik, agar bisa selamat.
Kondisi jalan ini pula kerap menjadi tantangan dan hambatan tersendiri bagi warga yang sakit, juga Ibu Hamil dari Desa Riangbura, saat harus butuh penanganan cepat ke Puskesmas Ile Bura yang berada di Desa Lewotobi.
Dilain pihak, jalan ini juga menjadi satu-satunya urat nadi bagi perekonomian warga Desa Persiapan Lewouran dan Desa Lewoawang, yang sebagian besar berkebun di wilayah selatan Wulanggitang, sehingga mau atau tidak mau, setiap hari wajib melintasi.
Termasuk bagi warga yang ke Pasar Boru setiap hari Senin atau bepergian ke Maumere. (OLA)