Temu SEKAMI 2026 di Paroki St. Vitalis Cewonikit: Anak-anak Diajak Bergerak dari Sinai Menuju Galilea

Foto bersama bagian depan Sekami Paroki Beokina, belakang Sekami Paroki Cewonikit (Foto: Willy G.)

RUTENG, RANAKANEWS.com — Sukacita iman mewarnai kegiatan Temu SEKAMI 2026 yang mempertemukan SEKAMI Paroki St. Vitalis Cewonikit dan SEKAMI St. Antonius Abas Beokina pada Minggu, 14 Juni 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum bagi anak-anak dan remaja Katolik untuk berbagi sukacita Injil, mempererat persahabatan, semakin terlibat dalam kehidupan Gereja, serta menjadi berkat bagi sesama.

Kegiatan Temu SEKAMI diawali dengan keterlibatan anak-anak SEKAMI dalam Misa ketiga di Gereja St. Vitalis Cewonikit dengan menanggung tugas koor.

Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni dan resepsi bersama di Aula Paroki Cewonikit sebagai wujud sukacita, kreativitas, dan kebersamaan antaranggota SEKAMI.

Dalam khotbahnya, Rm. Hiro Bandur mengajak seluruh peserta memahami panggilan hidup Kristiani melalui tema “Bergerak dari Sinai Menuju Galilea.”

Ia menjelaskan bahwa Sinai merupakan simbol tempat perjumpaan manusia dengan Allah. Walaupun berupa padang gurun yang panas dan berbatu, Sinai menjadi tempat Musa mengalami kehadiran Tuhan dan menerima identitas sebagai umat pilihan, yakni “bangsa yang kudus”.

Menurutnya, setiap orang memiliki “Sinai” dalam kehidupan masing-masing, seperti gereja, gua Maria, keluarga, maupun hati yang menjadi ruang untuk berdoa, merenung, dan memperoleh kekuatan dari Tuhan.

Namun, orang beriman tidak boleh berhenti hanya pada pengalaman rohani di Sinai. Seperti Yesus yang mengutus para murid menuju Galilea, tempat berbagai persoalan kehidupan manusia, umat dipanggil untuk hadir di tengah masyarakat dengan sikap melihat kebutuhan sesama, tergerak oleh belas kasih, dan kemudian bertindak nyata.

“Melihat, tergerak, dan bergerak. Itulah jalan pelayanan Yesus yang harus menjadi semangat hidup kita,” tegas Rm. Hiro.

Ia menambahkan bahwa pelayanan dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan ruang publik, membantu orang sakit, serta menunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan agar dunia menjadi tempat yang lebih sehat dan penuh kasih.

Pastor Paroki St. Vitalis Cewonikit, Rm. Ardi Obot, dalam sambutannya mengajak anak-anak untuk terus membangun kehidupan rohani sejak usia dini.

Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan Gereja sejak kecil menjadi fondasi penting untuk membentuk pribadi yang beriman dan memiliki masa depan yang cerah.

“Baik dan bahagia aku ikut Kristus. Terima kasih atas persaudaraan yang telah terjalin. Jika sejak kecil kita selalu mengikuti kegiatan rohani, kita akan mempunyai masa depan yang cerah. Mari menjaga persahabatan ini dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tutur Rm. Ardi.

Ketua DPP Paroki St. Vitalis Cewonikit, Venan Ngamal, juga menyampaikan rasa syukur atas pertemuan tersebut. Ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Temu SEKAMI dan mengajak anak-anak untuk menjadi saksi Kristus melalui sikap hidup yang baik, terutama dengan menghormati orang tua dan sesama.

“Dalam Temu SEKAMI 2026 ini, kita berbagi sukacita Injil, membangun persahabatan, terlibat, dan menjadi berkat. Anak-anak SEKAMI harus mampu menjadi saksi Kristus, dimulai dari sikap hormat kepada orang tua,” ungkapnya.

SEKAMI atau Serikat Kepausan Anak-anak dan Remaja Misioner merupakan organisasi resmi Gereja Katolik yang membina anak-anak dan remaja dalam semangat misioner sejak dini.

Berlandaskan semangat 2D dan 2K, yakni Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian, SEKAMI menghidupi semboyan “Anak Menolong Anak” (Children Helping Children).

Penyuluh Agama Katolik sekaligus Pembina SEKAMI Paroki St. Antonius Abas Beokina, Ibu Rolin Jedia, menjelaskan bahwa kegiatan SEKAMI di paroki tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu dan Minggu. Saat ini, SEKAMI Paroki Beokina memiliki sekitar 70 anggota yang didampingi oleh enam orang senior yang kini menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Rahong Beokina.

Melalui Temu SEKAMI 2026 ini, anak-anak tidak hanya diajak untuk tekun berdoa dan berjumpa dengan Tuhan dalam “Sinai” kehidupan mereka, tetapi juga didorong untuk berani melangkah menuju “Galilea”, menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.(WG)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version