
LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Tergerak oleh bela rasa kemanusiaan terhadap warga korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang sudah memasuki pekan 4 berada di tenda pengungsian, juga kerja keras Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, yang bermarkas di Pos Pengamatan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang pasang badan kerja 1 X 24 jam, memantau, melaporkan dan merilis perkembangan aktivitas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, memantik simpati dan empati pemilik Kios Horas Oka di Larantuka, turun langsung memberikan donasinya.
Senin, (15/01/2024) siang, dengan mobil pribadinya berwarna hitam, membawa logistik beras, sayur, telur, minyak goreng, air minum, pisang, susu, popok bayi balita dan makanan ringan, pasangan suami istri pemilik Kios Horas Oka bersama keluarga, start dari Oka menuju Konga, untuk selanjutnya menuju titik pengungsian serta PVBMG di Desa Pululera.
Sekitar pukul 15.00 WITA, dipandu Ranakanews.com, Mereka bergerak perlahan dari Konga menuju Pululera, karena ekstra hati-hati dengan ancaman awan panas yang terus naik dari puncak kawah, maupun dari guguran lava yang turun ke arah Timur Laut jalur Nobo-Nurabelen, lalu tertiup angin.
Tak butuh waktu lama, sekitar 20 menit, tepatnya pukul 15.20 WITA, mobil Kios Horas berwarna hitam bernopol EB 1650 CA itu tiba, dan langsung masuk ke halaman Kantor PVBMG Desa Pululera, setelah diinformasikan ada donasi yang datang.
“Terima kasih Ibu dan Bapak dari Kios Horas Oka yang telah ingat Kami di sini, di Kantor Pos Pengamatan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Desa Pululera.
Kami senang sekali bisa dikunjungi juga. Kita semua bekerja dan berdoa agar bencana ini cepat redah,”ujar Bobyson Lamanepa, Staf Pos PVBMG di Desa Pululera, saat menerima donasi Keluarga Kios Horas Oka.
Penyerahan donasi ke Pos PVBMG di Desa Pululera ini cukup menyita perhatian Staf dan juga Awak Media yang sedang melakukan kerja peliputan.
“Iyah, semoga sedikit yang Kami miliki ini bisa memberikan dukungan semangat bagi Bapak Mereka di Pos PVBMG ini untuk terus bekerja hingga Gunung Api Lewotobi Laki-Laki kembali redah,”ujar Ibu Rusmala, pemilik Kios Horas Oka.
Usai serah terima barang, Kios Horas Oka meneruskan donasi ke titik pengungsian Posyandu Pululera yang ditempati 39 warga Desa Dulipali, yang bersebelahan jalan dengan Pos PVBMG Pululera.
Di titik pengungsian ini, disumbangkan barang yang sama yakni beras, telur, mie, minyak goreng, sayur, pisang dan aneka makanan ringan.
Warga korban erupsi menyambut gembira bantuan ini.
“Terima kasih atas bantuan ini. Terima kasih. Kami menerimanya dengan senang hati.
Dan, membuat Kami semakin kuat hadapi bencana ini.
Semoga makin banyak orang baik yang membantu, bencana vulkanik ini lekas berakhir,”tutur Bapak Kosmas Witin, orang tua yang ikut mengungsi di Desa Pululera.
Sekitar 20 menit berada di titik pengungsian ini, Ibu Rusmala dan keluarga bergerak ke titik pengungsian terakhir di Desa Riangrita, yang ditempati warga Desa Nurabelen.
Namun, saat tiba di Riangkaha, Desa Riangrita, warga Nurabelen sudah dievakuasi ke Konga.
Hingga mobil pun harus berbalik arah kembali ke Konga, setelah diarahkan Bhabinkamtibmas Ile Bura, Bripka. Paulus Hajon ke Posko Pengungsian Konga bertemu Koordinator Warga Nurabelen, Romo Nus Welan,Pr. (OLA)