Tiba Sehari di Wulokolo Flotim, Sapi Big Push 40 Ekor Mati, 7 Hilang

Nasib tragis dialami Sapi Big Push yang didatangkan penyedia jasa di sentra pengembangan Sapi Wulokolo Tanjung Bunga, yang mati 40 ekor dan 7 hilang saat ditinjau Komisi 2 DPRD Flotim, Wakil Bupati Ignas Boli Uran dan Ketua DPRD Flotim Albert Ola Sinour, Selasa 29 September 2026. Entah apa penyebabnya belum diketahui pasti. Namun, diduga kuat karena Sapi tak dapatkan pakan yang memadai setelah tiba sehari sebelum Senin 28 September 2026 dari Kupang. Kini Sapi sebanyak 200 ekor itu tersisa 153 ekor, setelah 7 ekor pun hilang.

Kondisi 2 ekor Sapi di sentra pengembangan Sapi Wulokolo Tanjung Bunga Flores Timur, yang lemas saat ditinjau Komisi 2 DPRD Flotim, Wakil Bupati Flotim Ignas Boli Uran, Ketua DPRD Flotim Albert Ola Sinour, Auditor Inspektorat Daerah Flotim dan Camat Tanjung Bunga, Selasa 29 September 2026: Foto (RW/OLA/Ranakanews.com)
Kondisi 2 ekor Sapi di sentra pengembangan Sapi Wulokolo Tanjung Bunga Flores Timur, yang lemas saat ditinjau Komisi 2 DPRD Flotim, Wakil Bupati Flotim Ignas Boli Uran, Ketua DPRD Flotim Albert Ola Sinour, Auditor Inspektorat Daerah Flotim dan Camat Tanjung Bunga, Selasa 29 September 2026: Foto (RW/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Belum diketahui persis apa penyebabnya, namun fakta matinya 40 Sapi dan 7 hilang, pasca tiba di sentra pengembangan Sapi Wulokolo Tanjung Bunga Flores Timur, Senin 28 Septemb 2026, memberi kabar buruk dan keprihatinan mendalam terhadap nasib program Big Push Sapi Bupati Anton Doni Dihen tersebut.

Temuan lapangan ini mencuat saat ditinjau langsung Wakil Bupati Flotim Ignas Boli Uran, Ketua DPRD Albert Ola Sinour bersama Komisi 2 DPRD Flotim, didampingi Auditor Inspektorat Daerah (Irda) Flotim dan Camat Tanjung Bunga, Selasa 29 September 2026, guna memastikan keberadaan Sapi yang baru saja didatangkan dari Kupang oleh Penyedia Jasa, Senin (28/9/2026) pagi via Fery PT.ASDP melalui Pelabuhan Fery Waibalun.

“Sesuai fakta yang Kami dapatkan di lapangan, jumlah Sapi bibit yang ada berdasarkan penjelasan karyawan CV.Chatalea Pratama sebanyak 200 ekor, terdiri dari 107 jantan dan 93 betina.

Namun, Tim yang turun ke lokasi sentra pengembangan Sapi Wulokolo tidak bisa memastikan jumlahnya, karena sulit menemukan formula untuk menghitungnya, lantaran Sapi-Sapi tersebut sudah disebar dalam blok kandang seluas kurang lebih 15 hektar,”ujar Ketua Komisi 2 DPRD Flotim, Theodorus Wungubelen,SH, saat menghubungi Wartawan, Selasa (29/9/2026) malam usai pulang dari Wulokolo.

Selain itu, hingga Selasa (29/9/2026) malam, belum ada pernyataan resmi Pemda Flotim terkait kondisi Sapi di sentra pengembangan Sapi Wulokolo.

Dalam keterangan Pers yang diterima Redaksi Ranakanews.com Biro Flotim, Ruth Wungubelen juga menjelaskan, berdasarkan penjelasan Plt.Kadis Perkebunan dan Peternakan (Bunter) Cipto Keraf,SE.,M.Si bersama Kepala Desa Lamatutu dan salah satu karyawan perusahaan penyedia, dari 200 ekor Sapi yang ada, 40 ekor mati, 13 ekor keluar dari blok menerobos kandang.

Dari 13 ekor keluar kandang ini, 6 Sapi berhasil diselamatkan dan digiring kembali ke kandang.

Sementara 7 ekor Sapi belum ditemukan hingga Selasa (29/9) malam.

Sehingga jumlah Sapi tersisa 153 ekor, dengan kondisi 2 ekor Sapi lemas terbaring di tanah dan tak bisa berdiri,”ujarnya, lagi.

“Kondisi 2 ekor Sapi yang lemas tersebut, ternyata ditempatkan pada blok yang telah terbakar beberapa pekan sebelumnya.

Pada blok Sapi yang ditempatkan tersebut sama sekali tidak tersedia pakan dan air,”tegasnya.

Selain itu, Ruth Wungubelen, Anggota DPRD Flotim Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengungkapkan, kondisi yang memprihatinkan terlihat jelas ketika pakan dan air minum Sapi didatangkan dari areal kurang lebih 2 Km di sekitar Wulo Kolo menggunakan satu buah mobil Pick up.

“Air ditampung dengan 36 jerigen ukuran 20 liter, dan diangkut sebanyak 8 kali sehari, lalu ditampung pada tempat penampungan berukuran kurang lebih 2 X 1 meter pada blok penampungan Sapi untuk minum Sapi,”terangnya.

Tak cuma itu, dari informasi yang didapat, Sapi-Sapi tersebut tidak ditimbang sehingga tidak diketahui bobotnya.

Ia berharap, dengan paparan fakta tersebut, Pemda Flotim bisa sesegera mungkin memperbaiki blok kandang, baik dari aspek kekuatan maupun dari aspek kerapatan kawat pagar, agar bisa meminimalisir Sapi-Sapi tersebut hilang akibat menerobos kandang.

Karena itu, urusan pakan dan air minum Sapi, juga harus menjadi langkah mitigasi serius.

Ruth Wungubelen lebih jauh menegaskan, pemerintah juga diharapkan sesegera mungkin dan bertindak tegas serta jelas ambil sikap untuk tentukan berapa jumlah Sapi yang harus didatangkan.

“Apakah tetap dengan 450 ekor Sapi sesuai hasil kesepakatan dengan pihak Penyedia Jasa sebagaimana dijelaskan pemerintah pada forum Banggar DPRD Flotim ataukah perlu disesuaikan lagi berdasarkan fakta lapangan.

“Sebab, berdasarkan wawancara Kami dengan para Sopir yang antar Sapi-Sapi tersebut, akan ada 250 ekor Sapi yang akan didatangkan lagi dari Kupang,”tutupnya.

Hingga berita ini tayang belum ada pernyataan resmi dari Bupati Flotim Anton Doni Dihen terkait kondisi Sapi di sentra pengembangan Sapi Wulokolo Tanjung Bunga. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version