WAIKABUBAK, RANAKANEWS.com – Singsing mentari terpancar menyelimuti puncak Desa Bali Loku, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Udaranya begitu segar, belum bercampur polusi serta debu layaknya di tengah pusat perkotaan.
Di sana berdiri tegak gubuk kecil nan lapuk,yang dihuni sebuah keluarga kecil Zainudin bersama istrinya Marsita beserta keempat orang anaknya.
Serasa bak tinggal di Istana, suatu kenikmatan bagi Zainudin beserta keluarga bisa menghirup udara dan kemurnian alam yang tak ternilai, meskipun hanya berlindung dibalik gubuk kecil reyot yang lapuk dimakan usia.
Angin terus berembus dan menyapa alam, hingga menggoyangkan rerumputan di pedalaman Sumba Barat itu.Namun siapa sangka, tersimpan kisah pilu dibalik gubuk yang bediri di tengah-tengah perdesaan tersebut.
Gubuk berdinding anyaman bambu menutup empat penyangga disisi kiri dan kanannya, beratapkan jerami dengan kondisi tak utuh serta dibalut terpal.
Basah dikala hujan mengguyur dan panas saat terik matahari menyapa menjelajahi seisi rumah, sehingga dari dalam ruangan terlihat langit cerah nan biru terpampang lebar.
Kala hujan,badai,dan petir menjadi momok yang selalu menghantui, sehingga harus mencari sisi tempat untuk berteduh dari kulupnya air hujan.Kendati demikian,tidak membuat keluarga tersebut mengeluh akan kehidupan yang mereka jalani saat ini.
Zainudin sehari-hari berprofesi sebagai petani untuk menghidupi istri dan ke empat anaknya tersebut. Meskipun penghasilan yang tidak menentu,semangatnya terus terpancar demi memenuhi kebutuhan keluarganya itu.
Zainudin tak pernah berputus asa dan tetap gesit mengais rezki,meskipun tindihan beban ekonomi membuatnya harus berjuang lebih keras,terlebih anak-anaknya dalam masa mengenyam pendidikan.
Personil TNI bersama masyarakat membangun RTLH milik Zainudin (46) di Desa Bali Loku.
“Sangat disayangkan, rumah yang mereka tinggali hampir roboh dan sangat rawan ambruk, apalagi saat ini kondisi cuaca sedang dilanda angin kencang. Mirisnya, meskipun terdapat atap dari jerami tapi sudah tak layak karena bocor dan berlubang besar.
Tak terlihat perabot mewah, televisi, atau elektonik lainnya.Di dalam rumah delapan meter dan masih beralaskan tanah itu,hanya terdapat satu sekatan untuk ruangan kamar.
Diruangan juga tanpa difasilitasi peraduan untuk duduk santai atau senda gurau. Hanya beberapa peralatan dapur seadanya saja, serta warna warninya piring-piring plastik dan sebuah kompor kecil.
Impian untuk tidur di kasur empuk layaknya masyarakat umum lainnya, juga harus diurungkan oleh keluarga Zainudin, dengan beranggotakan enam jiwa, mereka hanya mengandalkan sebuah kasur lesehan untuk beristirahat.
“Ketika hujan mereka tidak tidur, dikarenakan tempat untuk bernaung sangat sempit dan tidak muat semua anggota keluarganya.Dan selebihnya, seisi rumah basah kuyup dikarenakan hampir seluruh atap sudah bolong- bolong,” ujar Zainudin.
Kendati pasangan suami istri (Pasutri) tersebut menyimpan kisah pilu, namun senyum sumringah di raut wajah mereka selalu terpancar dan menyapa.Pancaran keakraban, mampu memecahkan kesunyian dari jerit kesulitan hidup yang dijalaninya.
Tiba tiba dua Minggu lalu ada Pak tentara kerumah membicarakan akan memperbaiki rumah saya. Dan semua akan dilakukan dengan ikhlas sama tentara,” kata Zainudin.
Tentu tawaran mengejutkan dari Anggota TNI itu membuat Zainudin merasa seperti ketiban pulung,rasa bahagia bercampur aduk akan menempati rumah yang lebih layak ada didepan mata.
Zainudin juga bersyukur dan berterima kepada Tim Satgas TMMD ke 117 Kodim 1613/Sumba Barat yang telah membantu meringankan bebannya dengan memperbaiki rumahnya, ia hanya bisa mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dandim 1613/Sumba Barat, Letkol Inf Yuliansa Fitra Tinjau Lokasi Sasaran Fisik TTMD ke 117 Pembangunan RTH Di Desa Kabukarudi.
Sementara itu,Dandim 1613/Sumba Barat, Letkol Inf Yuliansa Fitra selaku Dansatgas TMMD ke 117 menjelaskan selama ini semangat nilai gotong royong memang sudah ada, namun dengan kehadiran TMMD ke-117 di Desa Bali Loku khususnya, semangat itu semakin diperkuat lagi.
Antusiasme yang ditunjukkan masyarakat tersebut dalam melakukan pekerjaan secara gotong royong sangat tinggi dihadapkan dengan alokasi waktu pelaksanaan TMMD yang hanya 30 hari sehingga mau tidak mau seluruh personel Satgas TMMD bersama masyarakat bahu membahu mengerjakan sasaran-sasaran guna mencapai target yang telah ditetapkan.
Pekerjaan dimulai dari terbit fajar para personel Satgas TMMD bersama masyarakat telah berkumpul di sasaran pekerjaannya masing-masing. Kemudian sebelum proses pengerjaan dilaksanakan terlihat dilakukan briefing oleh Danramil 1613 – 03/Walaka, Kapten Inf I Nyoman Sukada dengan memberikan instruksi apa-apa yang akan dikerjakan.
Bahkan terpancar semangat penuh harap semoga daerah mereka nantinya akan lebih maju seperti halnya daerah lainnya.
Sasaran fisik pembangunan saluran irigasi Di Desa Bali Loku Kecamatan Wanukaka Oleh Tim Satgas TMMD ke 117.
Gotong royong adalah saripati nilai-nilai keindonesiaan dan esensi kultur ketimuran agar dapat terjaga dengan baik, karena disitulah inti dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan kebhinekaan, TMMD juga bertujuan untuk menyajikan karya nyata yang berguna bagi masyarakat Desa Bali Loku.
Rakyat merasa bersatu dengan TNI yang melaksanakan kegiatan TMMD ini, sehingga pandangan masyarakat itu sangat baik sekali. Kebersamaan dan keakraban yang terjalin menjadi modal dalam menyukseskan pembangunan di pedesaan.
Kebersamaan dan kekompakkan antara personel satgas TMMD dengan masyarakat menjadi pondasi awal dalam melakukan pengerjaan sasaran-sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur. Meskipun tergolong pekerjaan yang cukup berat namun karena dilaksanakan secara ikhlas dan bergotong-royong sehingga beban berat pekerjaan tersebut tidak nampak di raut wajah mereka.
Dikatakan Dandim, dalam pengerjaan RTLH, pembuatan Bronjong,perbaikan saluran irigasi,pembuatan 55 unit sanitasi, pembuatan ruang terbuka hijau, dan rehab jaringan sistem penyediaan air minum ini, TNI bersama warga setempat bergotong-royong membangun, saat ini proses pengerjaan sudah memulai dan terus dikebut agar pengerjaannya cepat terselesaikan tetap waktu.
Menurut Dandim, dengan melibatkan masyarakat dalam pembangunan dan proses pengerjaan ini dapat menumbuhkan kembali semangat gotong-royong dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Bersama-sama membantu warga yang kurang mampu demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Penyediaan Sarana Air Minum Di Desa Patiala Dete, Kecamatan Laboya Barat.
Lebih lanjut Letkol Inf Yuliansa Fitra, kegiatan TMMD ke-117 Desa Bali Loku meliputi sejumlah sasaran, baik sasaran fisik maupun non fisik. Seluruh sasaran harus selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan dengan tetap memperhatikan kualitas dari hasil pekerjaan.
Program TMMD membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan akselerasi proses pembangunan yang merata, untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, serta komitmen untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, dengan mempertahankan semangat kekeluargaan dan merawat gotong-royong, serta partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Sasaran fisik
Program TMMD Reguler ke 117 dengan sasaran fisik meliputi Pembuatan Bronjong sepanjang 24 Meter Di Desa Bali Loku, Rehab RTLH dua unit ukuran 5 X 6 meter di Desa Bali Loku, rehab irigasi tersier sepanjang 68 meter di Desa Bali Loku, Kecamatan Wanukaka,pembuatan sanitasi sebanyak 55 unit di Desa Hoba Wawi Kecamatan Wanukaka, pembuatan ruang terbuka hijau di Desa Kabukarudi Kecamatan Lamboya, pipanisasi sistim penyediaan air minum sepanjang 250 meter di Desa Patiala Dete Kecamatan Laboya Barat.
Sasaran Nonfisik
Selain pembangunan segi fisik, TMMD ini juga meliputi sasaran nonfisik, seperti Peningkatan Produksi Pangan, Wawasan Kebangsaan, enegakan Hukum, Percepatan Penurunan Stunting, Bahaya Narkoba, Tertib Berlalu Lintas, Penanggulangan Bencana, Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Untuk menggarap seluruh proyek yang dikerjakan, setidaknya melibatkan 150 personel. Jumlah tersebut terdiri dari personel Kodim 1613/Sumba Barat 121 orang, 7orang personel gabungan dari Polri, TNI AU, TNI AL dan masyarakat.
Dampak Positif Dari Program TMMD
1.Pembuatan Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki beberapa fungsi sosial yaitu sebagai ruang interaksi silaturahmi antar masyarakat dan ruang rekreasi, budaya sebagai ruang tempat warga mengekspresikan seni budaya, ekonomi sebagai ruang komersialisasi produk-produk lokal, ekologi sebagai “paru-paru” dan area resapan air, serta keamanan terpenuhinya ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
2.Pembangunan bronjong ini yang menjadi bagian dari kegiatan TMMD dengan adanya bronjong baru di Sungai Paledi Karbau, dampak banjir dan longsor akan berkurang, dan petani di kawasan Plota dapat lebih produktif dalam bertani tanpa takut menghadapi ancaman banjir.
3. Kegiatan TMMD Kodim 1613 Sumba Barat di desa Bali Loku, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.Dengan pembangunan saluran irigasi yang kembali berfungsi dengan baik sehingga produktivitas pertanian akan meningkat dan masyarakat dapat hidup dalam harmoni,tanpa adanya masalah yang timbul terkait air.
4. Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dua unit yakni milik Zainuddin (46) warga dusun dua yang pekerjaan kesehariannya sebagai petani dan seorang janda Herlina Hedu Lokku yang pekerjaan kesehariannya juga sebagai petani.
5. Pengerjaan pembangunan Sanitasi sudah mencapai 100 persen dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 117 Kodim 1613/Sumba Barat sebanyak 55 unit di desa Hobawawi, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat dan masyarakat siap digunakan sanitasi tersebut.
6. Pembuatan Pipanisasi Saluran Air Minum cara TNI mengatasi kekurangan air bersih demi keberlangsungan hidup di desa Patiala Bawah,Kecamatan Lamboya,Kabupaten Sumba Barat.
7. Penyuluhan Kesehatan terkait Pencegahan dan penanggulangan stunting kepada masyarakat seperti pemantauan pertumbuhan rutin di fasilitas kesehatan penting dalam mencegah terjadinya malnutrisi pada anak supaya angka stunting menurun.Berkaitan dengan strategi khusus pencegahan stunting kuncinya adalah pada pemberian gizi yang baik, pemantauan tumbuh kembang rutin untuk deteksi dini.
8. Penyuluhan Pertanian tentang cara pengendalian penyakit pada tanaman dan cara menggunakan pupuk organik dan anorganik serta teori tentang cara beternak yang baik dan benar, karena selain bertani dan perkebunan masyarakat juga beternak.
9. Penyuluhan Tertib Berlalu Lintas sasaran Siswa – Siswi SMA Negeri 1 Wanukaka agar para pengguna kendaraan bermotor,baik roda dua maupun roda empat atau lebih, harus melengkapi diri dengan STNK dan SIM serta surat-surat ijin yang lain dan memastikan perlengkapan kendaraan semuanya komplit. Untuk pengendara sepeda motor harus mengenakan helm standar nasional Indonesia (SNI), lengkapi dengan spion dan konsentrasi saat berkendara.
10.Penyuluhan Wawasan Kebangsaan sasaran Siswa – Siswi SMA Negeri 1 Wanukaka agar jangan terpengaruh dengan hal-hal yang negatif dan harus bisa menjaga persatuan dalam keberagaman dan saling menghargai antar sesama Bhineka Tunggal Eka.Wawasan Kebangsaan ini merupakan hal yang harus kita pegang sebagai warga negara Indonesia, untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
TMMD Berkontribusi Gerakkan Roda Perekonomian Masyarakat
Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) dinilai berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat menjadi semakin baik menyusul adanya pemerataan pembangunan lewat sasaran fisik dan non fisik.
“Melalui TMMD, RTLH, Pembuatan Bronjong, Jambanisasi, Ruang Terbuka Hijau, Sanitasi Air Bersih, Perbaikan Saluran Irigasi yang semula kurang bagus dengan adanya program TNI manunggal membangun desa akhirnya menjadi lebih bagus, sehingga menunjang aktivitas perekonomian masyarakat masyarakat, adanya percepatan dan pemerataan pembangunan bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.
Kehadiran TMMD Makin Perkuat Semangat Gotong-Royong
Hal ini terbukti pada pelaksanaan pengerjaan TMMD, masyarakat bersama dengan anggota Satgas TMMD bahu membahu menggenjot pengerjaan sasaran fisik dengan semangat seperti pada dalam Pembuatan bronjong, jambanisasi, Pembuatan saluran irigasi, RTLH, ruang terbuka hijau, pembuatan sanitasi air bersih.
Kekompakkan antara Satgas TMMD Reguler 117 Kodim 1613/Sumba Barat dengan warga Desa Bali Loku sudah tidak diragukan lagi, ini terlihat dalam setiap kegiatan,TNI selalu melibatkan warga.
Dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan ini,hubungan baik dan rasa kekeluargaan akan lebih terasa dan selalu terjalin. Apalagi dalam pengerjaan pembangunan fisik ini dipersembahkan untuk masyarkat juga
Masyarakat setempat yakin dan optimis segala upaya dan kerja keras yang dilakukan itu akan mencapai hasil yang memuaskan.
Haingu Wolu salah seorang warga setempat mengaku merasa terpanggil untuk ikut serta dalam kegiatan TMMD tersebut. Dia berharap kegiatan TMMD yang tidak lama lagi akan selesai itu dapat memperkuat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat setempat.
“Semoga suasana kekeluargaan ini bisa terus terjalin, komunikasi terus berlanjut. Apabila ada kesempatan mampirlah ke desa kami, agar hubungan silaturahmi tetap terjaga dan terpelihara selamanya.
Kami pun juga tidak sabar lagi untuk menikmati hasil dari TMMD ini, sebab sangat banyak kemudahan yang kami dapatkan selama TMMD berlangsung di desa kami. Kerja keras terbayarkan dengan hasil yang memuaskan, terimakasih TMMD, terimakasih Kodim 1613/Sumba Barat,” tuturnya. (*)












