KUPANG, RANAKANEWS.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Ketua DPC PKB se-NTT masa bakti 2026- 2031, untuk menyeleksi pemimpin cabang yang kompeten, berintegritas, dan selaras dengan visi-misi partai.
Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, S.E., menjelaskan bahwa UKK tersebut merupakan bagian integral dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang sebelumnya telah dilaksanakan di masing-masing DPC.
“UKK ini adalah kelanjutan dari rangkaian Muscab serentak yang kita gelar beberapa waktu lalu. Kami ingin memastikan bahwa nakhkoda DPC di 21 kabupaten dan 1 kota madya Kupang. Dari hasil ternyata animo yang mengajukan diri sebagai ketua kurang lebih 138 orang,” ungkap Ketua DPW PKB NTT kepada wartawan media ini disela-sela kegiatan di Hotel Neo Aston Kupang, Sabtu (9/5/2026).
Dan langkah selanjutnya hari ini kami melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan sesuai dengan jadwal yang sudah kita jadwalkan dan yang sudah kita koordinasi dengan DPP.
Hadir bersama kami yang melakukan uji kelayakan dan kepatutan adalah Wakil Menteri Koperasi RI, Hj. Farida Farichah, M.Si bersama dengan Bupati Lampung Timur, Hj.Ella Siti Nuryamah dan anggota DPR RI utusan dari DPP. Dan kami berharap bahwa lewat UKK ini akan tersaring, terjaring calon-calon pimpinan yang kita juga berharap tidak saja menjadi ketua DPC tetapi PKB mempersiapkan secara dini kader-kader yang akan menduduki jabatan strategis baik di eksekutif maupun di legislatif,” ujar Ketua DPW PKB NTT yang juga merupakan Anggota DPRD NTT.
“Pesan dan harapan kami bahwa lewat uji kelayakan dan kepatutan ini, kami sangat berharap bahwa yang ditunjuk sebagai ketua tentu tidak hanya mengemban tugas partai tetapi pelayanan kepada masyarakat dan lebih khusus lagi mengamankan dan menjalankan apa yang menjadi perintah partai itu bagaimana kita bisa mengayomi masyarakat demi kepentingan masyarakat sendiri lewat PKB di Provinsi NTT,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tahapan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi momentum penting untuk memastikan para calon Ketua DPC benar-benar memiliki kapasitas, integritas serta kesiapan dalam membesarkan partai.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Manggarai Timur, Yohanes Rumat, S.E, mengatakan bahwa jabatan Ketua DPC bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang menuntut tanggung jawab moral. Ia menggarisbawahi pentingnya mengusung “Politik kehadiran” sebagai wajah utama PKB di daerah.
“Secara implementasi politik kehadiran di setiap momen- momen baik itu momen keagamaan, momen sosial, momen kemasyarakatan atau momen program yang melalui pemerintah, PKB harus selalu ada di sana. Ketua yang terpilih nanti harus bisa menggaungkan politik kehadiran di tengah masyarakat. PKB harus selalu ada, bukan hanya saat menjelang Pemilu, tetapi hadir memberikan solusi atas persoalan- persoalan yang dihadapi warga di daerahnya masing-masing,” tegasnya.
Harapannya setiap orang yang dipercaya dari DPP nanti harus ada upaya untuk peningkatan jumlah kursi; peningkatan keterwakilan di eksekutif baik itu Bupati maupun Wakil Bupati itu harus representatif.
“Dengan penguatan struktur di seluruh kabupaten/kota, PKB NTT optimis dapat meningkatkan perolehan kursi serta memperbesar kontribusi politik pada kontestasi mendatang,” ujar Anggota DPRD NTT.
Dengan penguatan struktur di seluruh kabupaten/kota, PKB NTT optimis dapat meningkatkan perolehan kursi serta memperbesar kontribusi politik pada kontestasi mendatang. (TD)
