
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Sukses ikut program magang di Jepang tahun 2021, Viktor Hokon, Anak Muda Desa Waibao, yang berhasil buka kebun buah Melon Premium di Kampung halamannya sebanyak 450 pohon, dan telah panen, dipuji Uskup Larantuka Mgr.Fransiskus Kopong Kung,Pr sebagai contoh positif yang patut ditiru.
Pernyataan Uskup Fransiskus ini disampaikan saat bertemu Wartawan di Istana Keuskupan Larantuka belum lama ini, jelang kegiatan Perpas XII Regio Nusra di Larantuka, yang membahas solusi praktis Pastoral tentang perantau.
“Seperti pengalaman anak muda yang membuka kebun buah Melon di Waibao Tanjung Bunga, hendaknya menjadi contoh nyata mencari solusi praktis Pastoral untuk mencegah hal-hal negatif, seperti banyak perantau yang tak dibekali pengetahuan dan dokumen lengkap, akhirnya diperas majikan dan menjadi korban human trafficking, lalu dipulangkan dalam keadaan meninggal,”ujar Uskup Fransiskus Kopong Kung,Pr.
Menurutnya, apa yang dilakukan Anak Muda Desa Waibao ini dengan membuka greenhouse Melon Premium, juga bisa jadi solusi praktis Pastoral lainnya yakni: mendorong peluang kemajuan di desa agar orang mencintai daerahnya dan tak perlu keluar mencari kerja di tempat lainnya.
“Nah, proses membangun kesadaran agar masyarakat tak mudah tergiur dengan ceritra yang muluk-muluk di tempat perantauan, juga penting untuk dilakukan bersama semua pihak,”kata Uskup Fransiskus, lagi.
Karena itu, dalam Perpas XII Regio Nusra di Larantuka, yang telah dibuka Selasa (1/7/2025) sore, yang dihadiri 8 Uskup dan Delegasi, diundang narasumber dari berbagai pihak untuk membahas tema solusi praktis Pastoral tentang perantau demi menghasilkan kesepakatan bersama yang dijadikan pedoman dan agenda kerja Pastoral kedepannya.
Viktor Suban Hokon jebolan magang Jepang 2021, juga Pendiri kelompok petani muda digital Temutu Titen Farm yang menginisiasi kebun Melon Premium Waibao yang telah panen perdana, Sabtu 28 Juni 2021, mengaku senang dan bangga diapresiasi langsung oleh Yang Mulia Uskup Larantuka.
“Ini jadi motivasi yang luar biasa bagi Temutu Titen Farm untuk terus belajar dan menambah daya juang maju, sekaligus lebih banyak mendorong petani milenial mandiri.
Saya juga berterima kasih kepada Bapa Uskup Larantuka yang telah borong Melon Premium Temutu Titen Farm.
Bendahara Keuskupan Larantuka telah turun beli Melon Premium di kebun Temutu Titen Farm,”katanya saat dihubungi Wartawan, Senin (30/6/2025).
Viktor Hokon pada kesempatan ini juga mengucapkan selamat atas diselenggarakan Perpas XII Regio Nusra di Larantuka, yang dihadiri 9 Uskup Se Regio Nusra dan para Delegasi yang akan membahas solusi praktis Pastoral tentang perantau.
“Kiranya, Perpas XII Regio Nusra di Larantuka ini membawa hasil positif bagi masa depan perantau agar tidak lagi menjadi korban human trafficking, serta mendorong banyak perantau bekerja aman dengan target jelas pulang kampung bangun masa depan,”timpalnya. (OLA)