LARANTUKA, RANAKANEWS.com – Meriahnya perayaan Misa panggilan penguatan melalui pengurapan Minyak Krisma oleh Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr kepada 597 Umat Allah se Paroki St. Yoseph Lewotobi, Minggu (07/05/2023) Pagi.
Diiringi gema 100 Anggota Koor Bapa-Bapa dan Anak Muda, gabungan Stasi St. Fransiskus Xaverius Lewotobi dan St. Petrus Lewouran, sungguh menjadi perayaan besar, serta menunjukkan adanya pembaharuan yang sedang berlangsung di Paroki ini karena Karya Roh Kudus.
Sebagaimana yang disaksikan langsung Media, sejak Pukul 06.30 Wita, halaman Gereja Paroki St. Yoseph Lewotobi di Nurabelen, yang halamannya baru ditata lebih asri dan indah, ‘ditangan dingin’ Pastor Paroki Romo Leo Lewokerore, Pr dan Pastor Rekan Romo Nico Saban, Pr, sudah dipenuhi umat dengan busana hampir semuanya berwarna merah.
Sementara Misa yang dihadiri kurang lebih 2.000 umat Allah se Paroki St. Yoseph Lewotobi, dimulai tepat pukul 08.00 Wita.
Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr memimpin Misa, didampingi Pastor Paroki St. Yosef Lewotobi, Romo Leo Lewokerore, Pr, Pastor Rekan Romo Nico Saban, Pr, ada juga Imam Tamu antara lainnya: Romo Thomas Labina, Pr, Romo Ancis,Pr.
Misa berjalan tertib, hikmat dan meriah, diiringi gema suara 100 Anggota Koor Bapa-Bapa dan Anak Muda, gabungan Stasi St. Fransiskus Xaverius Lewotobi dan St. Petrus Lewouran.
Sejak lagu pembukaan ‘Roh Tuhan’ mengiringi perarakan masuk Imam Konselebran Utama, Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr bersama Pastor Paroki St. Yosef Lewotobi, Rm. Leo Lewokerore, Pr dan Rekan Imam lainnya, suasana sakral nan meriah sungguh benar terasa.
Baik di dalam Gereja Katolik St. Yosef Lewotobi Nurabelen, yang dipenuhi 597 Umat Allah Peserta Krisma, Pelayan Altar, 100 Anggota Koor bersama Tim Pelatih, Ibu Maria Fidelia Ingulolon dan Agnes Geka Lera, juga Komentator Mikhaela Adventina Noni serta Bapa dan Ibu Pendamping Calon Krisma.
Umat dari 6 Stasi yakni Lewouran, Lewotobi, Riangbunga, Riangkaha, Nurabelen dan Nobo yang mengikuti perayaan Misa Krisma dari halaman Gereja, yang dibantu satu buah layar infokus berukuran besar.
Maklum, kapasitas bangku di dalam Gereja, hanya bisa memuat Umat Allah tak lebih dari 600 orang. Meski demikian, perayaan tetap berjalan hikmat dan meriah sampai selesai selama kurang lebih 3,5 jam.
Suasana ini, juga tak kalah serunya dengan komunitas bapa-bapa yang berperan menyediakan konsumsi yakni bapa-bapa dan anak muda Stasi St. Stefanus Riangbunga serta Stasi Riangkaha.
Maupun komunitas bapa-bapa dan anak muda Stasi Nurabelen dan Stasi Nobo, yang bertugas melayani jamuan makan siang bersama.
Demikian pula, sejak prosesi penjemputan Yang Mulia Uskup Larantuka, Sabtu (06/05/2023) Sore, di Kompleks Pastoral Paroki St. Yosef Lewotobi – Stasi Nurabelen, pun berlangsung meriah.
Uskup Fransiskus Kopong Kung, Pr dalam sapaan awal Misa, mengajak seluruh umat memuji kebaikan Allah bagi sesama dalam menjalani hidup ini.
Mengenakan Jubah serba merah, bersama Imam Konselebran lainnya, juga Umat yang hadir, Uskup Kopong Kung, Pr lebih lanjut dalam kotbahnya menyatakan, momentum ini sangat istimewa karena Kita melaksanakan Krisma, untuk melegahkan, menguatkan, menyegarkan dan mengingatkan pentingnya Roh Kudus dalam Tubuh Gereja.
“Iya, ini tentang kehadiran Roh Kudus dalam keluarga Katolik mulai dari Kelompok Basis Gerejani (KBG), Lingkungan, Stasi dan Paroki, untuk menggerakkan, membaharui dan memberikan pengaruh bagi kemajuan bagi umat Allah melalui Sakramen Krisma,” ungkap Mgr. Fransiskus Kopong Kung,Pr.
Sembari menambahkan, hal ini dalam bacaan Kisah Para Rasul terkait berkembangnya Gereja Katolik, juga membutuhkan peran serta umat, dengan 7 orang umat yang terpilih, dimana Roh Kudus turun atas mereka supaya diutus menjadi pelayan umat.
“Nah, hari ini di Paroki St. Yosef Lewotobi, ada 597 orang yang menerima pengurapan minyak Krisma dengan tanda salib di dahi oleh Uskup,” terangnya.
Dulu hanya 7 orang yang dipilih menjadi pelayan umat, kasih dan kebaikan. Dengan 597 orang yang siap menjadi saksi kebaikan dalam diri, Keluarga, KBG, Stasi dan Paroki, maka wajah gereja pun makin berkembang kedepan, bersama Umat Allah yang sudah menerima Krisma, dan hari ini ikut diperbaharui lagi.
Demikian pula, pada bacaan kedua terkait nasihat Santu Petrus, “Jadilah batu-batu yang hidup dan terpilih untuk pembangunan Gereja. Kita adalah batu-batu yang hidup. Kita adalah batu-batu terpilih,” tegasnya mengingatkan kembali. Meskipun terkadang, sebut Uskup Fransiskus, umat pun bisa jadi batu sandungan dan batu yang disalahgunakan untuk melempar orang, rumah dan menghancurkan.
“Maka hendaknya nasihat St. Petrus ‘Kamulah Batu-Batu Yang Hidup dan Terpilih dipegang kuat-kuat. Bukan untuk menghancurkan dan membawa kesusahan. Tetapi, ikut membangun dan siap memberi diri untuk rumah Allah Paroki, sebagai batu-batu yang hidup itu.
Demikian dengan 597 Peserta Krisma hari ini adalah batu-batu hidup dan terpilih, yang dipenuhi Roh Kudus untuk menjadikan batu-batu hidup ini demi Gerejanya, dan tidak menjadi batu-batu yang menghancurkan gerejanya.
“Iya, mari Kita mencontohi Bapa-Bapa dan Anak Muda yang koor. Ini suaranya yang terpilih untuk gerejanya,” pungkasnya, memberi pujian bagi sekitar 100 Anggota Koor Bapa-Bapa dan Anak Muda gabungan Stasi St.Petrus Lewourandan Stasi St.Fransiskus Xaverius Lewotobi, yang tampil bagus serta sangat menghibur selama perayaan Misa Krisma berlangsung.
Uskup Fransiskus lebih jauh berharap, 597 usai menerima minyak Krisma dengan tanda salib di dahi sebagai meterai yang kekal, Umat Allah harus tetap menjadi batu-batu yang hidup untuk pembangunan Gereja, dan harus menjadi orang-orang yang berani dan kuat memberi kesaksian.
“Anak-anak Katolik yang sudah menerima Krisma jangan jadi orang penakut, pengecut yang memberi kesaksian tentang hidup. Misalnya, jalan malam hari jangan lagi cepat-cepat karena alasan takut setan. Padahal, setan mestinya takut Kita karena bawa Salib di dahi selamanya,” tegasnya lagi.
“Olehnya, Saya mengajak Kita semua berdoa agar umat yang hari ini terpilih menjadi batu-batu yang hidup untuk pembangunan Gereja Umat Allah, dan membawa kesaksian tentang salib dalam hidup agar siap memberi diri dan berkorban senantiasa dipenuhi Roh Kudus, bersama umat Allah yang sudah menerima Krisma, pun dibaharui dalam Roh Kudus yang satu dan sama, hari ini sampai selamanya, Amin,” tutup Uskup Fransiskus, dalam kotbahnya sekitar 15 menit.
Hal yang sama pula disampaikan Pastor Paroki St. Yosef Lewotobi, Rm. Leo Lewokerore, Pr dalam sambutannya, yang secara terbuka sampaikan sukacitanya atas terlaksananya perayaan Krisma ini dengan meriah. Beserta dukungan umat bersama Pengurus DPP, Stasi dan KBG yang luar biasa.
Termasuk peranan Bapa-Bapa dan Anak Muda, mulai dari urusan di dapur, liturgi hingga pelayanan jamuan makan siang.
“Iya, semuanya ini menunjukkan cinta berkorban yang luar biasa, dari persiapan awal hingga puncak perayaan Krisma. Dan, Semangat ini harus ditumbuhkembangkan seterusnya untuk kemajuan Gereja di Paroki St. Yosef Lewotobi,”pungkasnya, seraya memberi profisiat bagi penampilan Koor Bapa-Bapa dan Anak Muda gabungan Stasi St. Petrus Lewouran-Stasi St.Fransiskus Xaverius Lewotobi, yang luar biasa.
Khususnya, Anggota Koor Bapa-Bapa dan Anak Muda Stasi St.Fransiskus Xaverius Lewotobi, yang baru dilihat langsung penampilan terbaiknya.
“Iya, selama ini Saya belum lihat langsung jadi belum percaya. Tapi hari ini Saya sudah percaya,” ujarnya memberi semangat yang disambut tepuk tangan.
Sesi perayaan Misa cukup lama saat Uskup Larantuka memberikan minyak Krisma dan tanda salib. Namun, kemudian terus berjalan hikmat sampai selesai.
Usai perayaan Misa, dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Uskup Larantuka, lalu jamuan Siang bersama, hingga Uskup Fransiskus dan Rombongan Imam Tamu kembali ke Larantuka, sekitar pukul 13.00 Wita.
Sementara jamuan makan siang umat pun, berjalan meriah di halaman Gereja Nurabelen. (OLA/RN)












