WAIKABUBAK, RANAKANEWS.com- Wakil Bupati Jhon Lado Bora Kaba meresmikan Sarana Air Bersih di Desa Tana Rara, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (9/11/2021).
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Lukas Lebu Galu, SH, Pimpinan Save The Children, Menejer Save The Children, Asisten I, Pimpinan OPD, Kapolsek Loli ,Danramil Loli,Camat Loli, Kepala Desa Tanarara, serta Masyarakat.
Sponsorship Field Managar Save The Children David Wala menyampaikan Program System perpipaan ini adalah bentuk Kerjasama Save the Children, mitra kerja kami Stimulant dan masyarakat Tanah Rara yang tiada henti dan merasa lelah dapat menyelesaikan program sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Program ini adalah sebuah Wujud komitment kami untuk memberikan layanan dasar kepada masyarakat khususnya anak-anak di Desa Tanah Rara.
Hal senada juga disampaikan David Wala, Project ini untuk memastikan bahwa akses kepada layananan dasar kepada anak Sumba dapat terpenuhi. Project ini di desain dengan menggunakan system gratitasi dan tenaga Surya. Total Panjang system adalah 2,884 meters dengan kapasitas produksi air sebesar 60 metrik kubik sehari untuk menyuplai air kepada 3 dusun untuk 183 KK atau 880 jiwa. Selain itu project ini juga menyuplai air kepada 2 (dua) SD, 2 (dua) PAUD dan 1 Puskemas.
Total anggaran untuk pelaksanaan program adalah sebesar Rp650 juta di luar konstribusi tenaga kerja masyarakat Tanah Rara. Untuk memastikan keberlanjutan, maka Save the Children akan memberikan KIT pemeliharaan kepada masyarakat Sumba.
David juga, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tanah Rara karena terlibat secara penuh dalam proses kontruksi, ibu-ibu yang dengan setia memberikan support yang luar biasa melalui penyedian makanan kepada bapak bapak saat pelaksanaan kerja.
Rekan-rekan stimulant yang luar biasa terlibat secara penuh dalam pelaksanaan program. Rekan-rekan Save the Children yang bekerja tanpa lelah untuk memastikan ketersediaan anggaran untuk pelaksanaan program.
Terima kasih juga kepada pemerintah daerah Sumba Barat yang luar biasa telah memberikan support kepada kami untuk memastikan anak-anak Sumba Sehat dan mendapatkan Pendidikan yang berkualitas.
Sementara itu,Wakil Bupati Sumba Bart Jhon Lado Bora Kaba dalam sambutannnya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas kesediaan rekan-rekan mitra dari Stimulant Institut bersama Save The Children untuk tetap melanjutkan kemitraan ini bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat.
Terimakasih juga atas seluruh upaya dan dedikasi dari rekan-rekan mitra yang selalu tulus, ikhlas dan setia dalam membangun kabupaten Sumba Barat hingga saat ini, dimana kita semua ketahui bersama bahwa situasi saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya dimana hadirnya pandemic Covid-19 telah membawa perubahan terhadap dunia dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Hal yang sama terjadi juga di Indonesia umumnya dan Sumba Barat Khususnya dimana kondisi ini telah mempengaruhi semua aspek kehidupan di masyarakat. Terhadap dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19, pemerintah telah mengupayakan berbagai tindakan dan sikap untukmenjaga keselamatan masyarakat dari penyebaran virus Covid-19. Namun tidak dapat dipungkiri juga dengan muculnya Covid-19 telah menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat.
Jhon Lado juga menyampaikan bahwa Persentasi kemiskinan di Sumba Barat masih tergolong tinggi sesuai data dari BPS mencapai 28,17 % pada tahun 2020. Persentasi ini berada diatas rata-rata provinsi yang mencapai 21,21% dan nasional 10,19%. Meskipun ada penurunan kemiskinan sebesar 0,12 % dari 28,29% di tahun 2019 namun belum menunjukan adanya perubahan yang signifikant.
Dengan kondisi tersebut, kepala keluarga dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonomi, mempertahankan kualitas kesehatan dalam keluarga dan pendidikan anak- anaknya. Tentunya ini menjadi tugas yang berat bagi mereka. Sehingga perlunya intervensi.
Dengan kondisi tersebut, kepala keluarga dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonomi, mempertahankan kualitas kesehatan dalam keluarga dan pendidikan anak- anaknya. Tentunya ini menjadi tugas yang berat bagi mereka. Sehingga perlunya intervensi pemerintah bekerjasama dengan para mitra untuk menjaga ketahanan keluarga dan memenuhi berbagai kebutuhannya. Terhadap situasi ini kita perlu bersinergi dan bergandengan tangan membantu keluarga miskin agar tidak terjerembab dalam jurang kemiskinan dan membantu mereka agar bisa sejahtera melalui berbagai program bantuan yang telah dicanangkan. Bantuan-bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat dan keluarga, seperti; perlindungan social, pemenuhan layanan dasar pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan sanitasi air bersih dan bantuan tunai.
“Pada hari ini juga kita menyaksikan peristiwa penting bersama-sama dimana telah diresmikannya sarana air bersih yang akan sangat bermanfaat bagi Lembaga Pendidikan, Puskesmas serta seluruh masyarakat yang ada di Desa Tana Rara, selain sarana air bersih rekan-rekan mitra kita dari Save the Children dan Stimulant memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket belajar kepada keluarga marginal sebagai bentuk dukungan pada layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Kiranya bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan,” punkasnya. (YB/T).












