Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di ruang kerjanya. ( Foto: AL )
KUPANG, RANAKANEWS, com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan media dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.
Audiensi dipimpin Ketua SMSI NTT, Beni Jahang, didampingi Sekretaris Yoseph Bataona serta jajaran pengurus. Turut mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang Ariantje Martje Baun, Kabag Prokopim Elia Carolina Tiara, dan Kepala Bidang TIK Diskominfo Rudy Purnomo.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menegaskan komitmennya membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan insan media. Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem informasi yang kuat dan kredibel.
“Saya percaya, pertumbuhan dimulai dari kemauan untuk mendengar. Kalau kita tidak mau mendengar, kita tidak akan bertumbuh,” ujar dr. Christian Widodo.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam menangkal hoaks serta membangun persepsi publik yang sehat, terutama di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan pembangunan daerah.
“Kami membutuhkan peran media untuk meng-counter informasi yang tidak benar. Kalau masyarakat kompak mendukung, pembangunan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa kerja sama pemerintah dengan media harus berbasis legalitas yang jelas. Media yang bermitra dengan pemerintah diwajibkan memiliki badan hukum yang lengkap guna menghindari persoalan di kemudian hari.
Selain itu, ia memaparkan rencana pembangunan Command Center sebagai pusat kendali layanan publik berbasis digital. Sistem ini akan memungkinkan masyarakat menyampaikan aduan secara real-time, lengkap dengan lokasi dan dokumentasi, sehingga mempermudah pemantauan dan percepatan penanganan.
“Ke depan, seluruh aduan masyarakat akan terintegrasi dalam satu sistem, sehingga proses birokrasi bisa dipangkas dan pelayanan menjadi lebih cepat dan transparan,” jelasnya.
Wali Kota juga menyambut baik inovasi SMSI, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau sentimen publik. Integrasi teknologi ini dinilai akan memperkuat kemampuan pemerintah dalam membaca dinamika masyarakat dan merespons secara cepat.
Sementara itu, Ketua SMSI NTT, Beni Jahang, mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kota Kupang dalam membangun dialog dengan insan media. Ia menjelaskan bahwa SMSI merupakan organisasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers dengan puluhan media online aktif di Kota Kupang.
Beni menyoroti pentingnya peningkatan kualitas wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) guna mendorong profesionalitas jurnalis dan menjaga kualitas produk jurnalistik.
“UKW menjadi instrumen penting untuk memastikan berita yang dihasilkan terverifikasi dan berkualitas, sekaligus menjadi benteng terhadap hoaks,” ujarnya.
Ia juga menyebut pelaksanaan UKW yang difasilitasi Pemkot Kupang pada 2022 telah memberikan dampak positif, termasuk dalam meningkatkan kualitas pers di daerah.
Karena itu, pihaknya berharap program tersebut dapat kembali dilaksanakan melalui kolaborasi bersama pemerintah.
Selain itu, SMSI menawarkan sejumlah inovasi, di antaranya sistem distribusi berita “one by click” serta aplikasi pemantauan sentimen publik berbasis AI yang mampu membaca opini masyarakat di berbagai platform digital.
Beni menegaskan kesiapan SMSI untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang, baik dalam peningkatan kapasitas jurnalis, penyebarluasan informasi publik, maupun pemanfaatan teknologi untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih responsif.(AL/RN)












