KUPANG, RANAKANEWS.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (PSDAT) Kota Kupang Periode 2026–2029 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (8/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Roddialek Pollo, M.Si., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Ketua Forum PSDAT Kota Kupang bersama jajaran pengurus lainnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Kepala LPP RRI Kupang, perwakilan lembaga pendidikan, organisasi internasional, instansi vertikal, tokoh agama, pemerhati lingkungan, serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa pengelolaan air merupakan tanggung jawab moral dalam menjaga kehidupan dan peradaban masyarakat Kota Kupang. Ia menyebut air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga sumber ekonomi, kesehatan, dan perdamaian.
“Air ini soal peradaban. Karena itu pengelolaan air menjadi sangat penting bagi keberlangsungan Kota Kupang,” ujar Wali Kota.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan air dapat memicu konflik apabila tidak dikelola secara baik dan berkelanjutan. Karena itu, pengukuhan forum tersebut dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat tanggung jawab bersama.
Wali Kota menggunakan analogi kapal untuk menggambarkan peran forum PSDAT. Menurutnya, forum ini dibentuk bukan untuk sekadar terlihat aktif, tetapi untuk menghadapi berbagai tantangan pengelolaan air.
“Forum ini dibuat untuk berlayar membelah gelombang persoalan air di Kota Kupang dan NTT,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan pengelolaan air di Kota Kupang dipengaruhi perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta peningkatan jumlah penduduk yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan air. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, Perumda Air Minum, lembaga keagamaan, akademisi, organisasi sosial, hingga komunitas masyarakat.
“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tetapi kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” katanya.
Di akhir sambutan, Wali Kota menegaskan bahwa upaya menjaga air berarti menjaga generasi masa depan. Ia menyebut setiap infrastruktur air yang dibangun merupakan investasi untuk generasi yang belum lahir.
Sementara itu, Ketua Forum PSDAT Kota Kupang Periode 2026–2029, Roddialek Pollo, menyampaikan bahwa forum ini dibentuk untuk membantu Pemerintah Kota Kupang dalam menjawab persoalan pengelolaan air, khususnya saat musim kemarau yang kerap memicu persoalan sosial.
Ia menjelaskan bahwa forum juga membentuk divisi mediasi yang melibatkan tokoh agama seperti pendeta, romo, dan ustaz untuk menjaga harmoni masyarakat dalam pengelolaan air. Menurutnya, persoalan air tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
Roddialek menegaskan bahwa tugas utama forum adalah memberikan rekomendasi terkait konservasi, efisiensi, dan pengelolaan air berkelanjutan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan terhadap pembentukan forum tersebut.
Sebagai kepengurusan perdana, ia menyebut forum masih dalam tahap membangun fondasi organisasi dan program kerja, namun optimistis dapat memberikan dampak positif ke depan melalui kerja sama semua pihak. (CD/RN)
