Wawali Serena: Buka Puasa Bersama Perkuat Toleransi dan Gerakkan UMKM di Kota Kasih

Wali Kota Kupang Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kota Kupang yang digelar di Masjid Nurul Iman Oebobo, Rabu (25/2/2026). (Foto: EH)

KUPANG, RANAKANEWS.com — Wali Kota Kupang Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kota Kupang yang digelar di Masjid Nurul Iman Oebobo, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang, para pimpinan lembaga agama, Ketua FKUB Kota Kupang, staf ahli Wali Kota, para asisten Sekda, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang, para camat, imam masjid dan marbot, serta pelajar Madrasah Tsanawiyah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Serena C. Francis menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama yang dinilainya bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan Bapak Wali Kota, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Buka puasa bersama adalah ruang untuk mempererat tali persaudaraan, meneguhkan komitmen menjaga kerukunan dan toleransi,” ujar Serena.

Ia menegaskan bahwa semangat Ramadhan sejalan dengan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Menurutnya, nilai kasih, persaudaraan, dan kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Wawali Serena juga mengenang tradisi “war takjil” yang selalu hadir setiap bulan Ramadhan di Kota Kupang. Ia menuturkan suasana sore hari di kawasan depan Bank Mandiri hingga sekitar Gereja Katedral yang ramai oleh pelaku UMKM penjual takjil, dan dikunjungi warga lintas agama.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa toleransi di Kota Kupang dipraktikkan secara nyata. Kita ikut merayakan dan menghargai bulan suci Ramadhan bersama saudara-saudara muslim. Inilah makna Kota Kupang sebagai rumah bersama,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi peran remaja masjid dan tokoh-tokoh muslim yang menggerakkan Bazar UMKM Ramadhan, termasuk yang diselenggarakan oleh Masjid Nurul Hidayah. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM merupakan langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dari bawah.

“Jika kita ingin memperkuat ekonomi daerah, maka harus dimulai dari penguatan ekonomi keluarga dan pelaku UMKM. Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mendukung setiap gerakan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Serena juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Kota Kupang yang pada tahun 2025 kembali masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran tingkat nasional selama 10 tahun berturut-turut. Capaian ini, katanya, menjadi bukti bahwa toleransi di Kota Kupang telah menjadi budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat.

Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri turut mengapresiasi praktik toleransi di Kota Kupang yang tampak nyata dalam sinergi lintas iman, baik dalam kegiatan sosial maupun ekonomi.

Meski demikian, Serena mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak berpuas diri. “Prestasi ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Toleransi harus terus dirawat melalui dialog, kerja sama lintas iman, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum buka puasa bersama sebagai penguat komitmen untuk terus merawat Kota Kupang sebagai Kota Kasih rumah bersama yang rukun, toleran, maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Nurul Iman Oebobo, H. Ismail Kasim, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap program-program keagamaan di Nusa Tenggara Timur.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dinilainya konsisten memberi perhatian terhadap umat, termasuk melalui penyerahan bantuan hewan kurban pada kesempatan sebelumnya.

Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih dengan khidmat. Kehadiran pemerintah daerah, katanya, menjadi motivasi bagi umat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat hubungan harmonis antarwarga.

H. Ismail Kasim juga mengungkapkan bahwa toleransi di lingkungan Masjid Nurul Iman tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dari enam kepala keluarga muslim yang bermukim di sekitar masjid, seluruh aktivitas ibadah berjalan aman dan tertib berkat dukungan warga non-muslim yang secara sukarela membantu menjaga keamanan saat salat tarawih.
“Inilah wajah kerukunan yang sesungguhnya,” pungkasnya.(CD/RN)

error: Konten dilindungi!