Yayasan Stimulant Institute Gelar Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak di Desa Kalebu Anakaka

WAIKABUBAK, RANAKANEWS.com- Yayasan Stimulant Institute menggelar festival anti kekerasan terhadap anak dengan tema “Stop Kekerasan Terhadap Anak” pada Jumat,(15/07/2022) di Desa Kalembu Anakaka, Kecamatan Tanah Riguh, Kabupaten Sumba Barat.

Turut hadir Camat Tanah Righu David Umbu Pati,S.Sos,Project Coordinator Gender and Child Protection Ery Rambu Hada Rewa, Kepala Desa Kalebu Anakaka, dan diikuti anak – anak usia 6 – 12 tahun, Masyarakat, Bhabinkamtibmas,
Perwakilan dari DP5A Ela M. Kariam
Sekretaris Bappelitbanggada Samuel Kali Kula.

Camat Tanah Righu David Umbu Pati,S.Sos menyatakan bahwa Anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Y ang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, serta merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa.

Sehingga perlu mendapat perhatian, perlindungan, dan kesempatan seluas-luasnya untuk keberlangsungan hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar.

Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Dasar Tahun 1945.

“Melihat anak kita jauh lebih baik ke depan sampaikan untuk kita memberikan dukungan yang sebesar-besarnya.

Memberikan sedikit sentuhan kepada anak-anak kami untuk masyarakat untuk sedikit menjawab persoalan yang terjadi. Karena memang kami sadar bahwa masyarakat ini perlu disadarkan dengan pemikiran pemikiran baru.

Terkait dengan karakter, pola pikir, apa pengetahuan anak-anak kita yang ada di kita-kita.

Memang tujuan dari kegiatan ini salah satunya kita kekerasan anak. Di lingkungan masyarakat kasus ini terjadi. orang tua memukul anak, kadang orang dan marahi anak tapi tidak tahu apa dampak dari ketika orang tua sesungguhnya tampak dari itu sangat pesat. negatifnya terhadap terhadap ketika orang tua marahi anak, memukul anak, mengancam anak itu perlu oleh karena itu melalui kesempatan-kesempatan ini, orang tua tolong betul-betul memperhatikan, menyimak sehingga pulang hal-hal yang negatif, yang kita lakukan terhadap anak itu bisa kita hindari dan kita jaga,” tandas  Camat Tanah Righu David Umbu Pati.

Project Coordinator Gender and Child Protection Ery Rambu Hada Rewa.

Menurutnya, kekerasan anak itu digaungkan bukan malah menurunkan kasus kekerasan anak terjadi tetapi malah dari tahun ke tahun dari tiga tahun terakhir saja malah mengalami kenaikan yang cukup signifikan saya percaya bahwa dari Desa Kalebu Anakaka sudah banyak terpapar banyak menerima informasi tentang anti kekerasan anak atau tentang kekerasan-kekerasan yang sering terjadi.

“Anak-anak kita rentan sekali kekerasan di mana pun mereka berada. Ketika mereka di rumah adalah lingkungan yang paling dekat dengan mereka yaitu keluarga. Mereka kerap kali mendapatkan kekerasan dari orang tua. ketika mereka belajar, mereka pun sering mendapatkan kekerasan dari guru. Dan kemudian ketika mereka bermain di lingkungannya, di masyarakat pun juga tidak menutup kemungkinan bahwa mereka mengalami kekerasan itu dalam tema kita pada tahun ini adalah Stop kekerasan terhadap anak.

Karena anak-anak yang bertumbuh dalam lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat, dan jauh dari kekerasan adalah anak-anak yang pastinya akan bertumbuh secara sehat dan kemudian cerdas dan kecerdasan mereka akan berikan pengaruh besar bagi pembangunan bangsa kita. Sekali lagi terima kasih untuk semua kehadiran bapak, ibu, baik dari kabupaten kecamatan dan desa dan juga perwakilan orang tua. Dan semua adik-adik pengisi acara yang sudah memeriahkan acara Festival Anti Kekerasan ini. Dan Festival Anti Kekerasan ini bapak tidak saja kami lakukan di desa, tetapi akan kami lakukan di tingkat Kabupaten pada Bulan Agustus mendatang,” ungkap Ery Rambu Hada Rewa.

Sementara itu, Sekretaris  Bappelitbangda Samuel Kali Kulla.

Kenapa anak harus selalu menjadi korban kekerasan? Anak adalah tumpuan dan harapan orang tua yang wajib dilindungi dan diberikan kasih sayang oleh orang-orang sekitar. Namun anak kerap mendapat kekerasan secara fisik, seksual, penganiayaan emosional, atau pengabaian terhadap anak tersebut. Lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan terhadap anak biasanya adalah orang yang memiliki hubungan dekat dengan si anak seperti anggota keluarga, guru, maupun temannya.

Kekerasan terhadap anak dapat diartikan sebagai perilaku yang sengaja maupun tidak, yang ditujukan untuk mencederai atau merusak anak secara fisik maupun mental.

“Hal ini sangat ironis, namun pasti ada penyelesaiannya. Perlu koordinasi yang tepat di lingkungan sekitar anak terutama lingkungan keluarga untuk mendidik anak tanpa menggunakan kekerasan,” tegas Samuel Kali Kulla. (YB/ RN)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version