RUTENG, RANAKANEWS.com-Operasi Pasar Murah (OPM) di Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diselenggarakan pada Rabu, (29/3/2023) di halaman kantor UDKP Model Kecamatan Satar Mese.
Operasi beras murah itu merupakan murni subsidi kemasan premium milik Marshall Lukman melalui PT Maritim Semesta Raya dan PT Mulia Investama Sejahtera.
Pantauan www.ranakanews.com, Rabu (29/3/2023) bahwa beras kemasan premeium itu berlabel ‘Gunung Ranaka’ dengan kemasan 10 kilogram dan 25 kilogram.

Terlihat, warga Satar Mese mendatangi lokasi kegiatan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat sejak pukul 09.00 WITA, hingga pukul 02.00 WITA.
Sebelum mendapatkan beras warga diminta untuk menyerahkan foto kopi kartu keluarga sebagai salah satu persyaratan.
Informasi yang diperoleh media ini, bahwa harga beras per kilogram senilai 10 ribu rupiah. Sementara pembelian beras subsidi itu dibatasi dengan nominal 10 kilogram dan 25 kilogram dan ditargetkan kepada 800 kepala keluarga.
Sedangkan, total stok beras berjumlah 21 ton laris terjual dalam sehari.
Camat Satar Mese Damianus Arjo menyampaikan terima kasih kepada
Marshall Lukman selaku donatur kegiatan karitatif itu.

Tentu, kata dia, operasi pasar murah dalam rangka mengintervensi harga pasar, dan kehadiran beras Gunung Ranaka ini juga sangat membantu warga Satar Mese untuk mengatasi masalah pangan.
“Harga beras di Satar Mese saat ini mencapai angka 13.000 per kilogram” kata Damianus.
Oleh sebab itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Piter Goenawan henoek sebagai Direktur distributor tunggal semen Conch dan semen Tiga Roda di wilayah Manggarai
“Selaku pemerintah saya menyampaikan terima kasih” ujarnya.
Tanggapan Warga
Kegiatan operasi pasar murah di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai disambut baik oleh warga setempat.
Salah satu warga Satar Loung, Titus Tambeng merasa bersyukur dan terima kasih dengan diadakan kegiatan pasar murah.
Menurut dia, bantuan beras subsidi itu sangat membantu warga sekitarnya. Pasalnya, harga beras di wilayah Satar Mese saat ini sudah molonjak jauh.

Ia berharap agar aksi sosial kemasyarakatan dari pihak mana pun sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.
Sementara warga lainnya yang ditemui media ini, Agnes Sande meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan operasi pasar murah secara rutin untuk mengatasi masalah pangan di daerah itu.
“Kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan. Minimal dua atau tiga kali dalam satu bulan” ungkapnya.
Penulis : Kons Hona












