KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kota Kupang bersama Uni Eropa, Humanity & Inclusion dan Perkumpulan Relawan CIS Timor melaksanakan Training Pro Inklusi dan Rapat Koordinasi Rencana Kerja Tahun 2021 selama 3 hari, Kamis,10 sampai dengan 12 Desember 2020 yang berlangsung di Ball Rom Pos kupang Lantai II, pada Kamis (10/12/2020).

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Kupang, Silvester Ndaparoka yang didampingi Ketua FPRB Provinsi NTT Buce Ga, Dicky Yulianto Project Officer dari Humanity & Inclusion, Danny Wetangterah Kabid Pengelolaan Pengetahuan dan Penguatan Kapasitas FPRB Kota Kupang, menurutnya tujuan dari kegiatan tersebut adalah mau merumuskan rencana kerja forum PRB Kota Kupang untuk tahun 2021.
Dikatakan Silvester, peserta yang hadir pada kegiatan tersebut yaitu anggota-anggota ForumPRB Kota Kupang. Lintas OPD di Kota Kupang antaralain: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BMKG, Organisasi Masyarakat Sipil; Komunitas Tuli, LSM, Sinode GMIT, Perwakilan Kampus Akademisi, Perwakilan Media.
“Forum PRB didukung Uni Eropa, Humanity & Inclusion dan CIS Timor. Target pertama kegitan tiga hari ini adalah pertama, Kita mau pilar Pentahelix yang ada dalam pilar Pengurangan Risiko Bencana bisa memahami dengan benar gagasan inklusif, gagasan konsep disabilitas dalam kerja-kerja pengurangan risiko bencana. Yang kedua, ada rencana kerja tahun 2021 yang terbiayai dari kerja perjaringan. Jadi, forum tidak punya dana tetapi kita punya jaringan yang bisa kita kolaborasi,” ujar Silvester.
Silvester mengatakan bahwa dengan makin terkonsolidasinya elemen-elemen Forum Penanggulangan Risiko Bencana maka kerja PRB Kota Kupang makin baik dan kita akan berkontribusi pada peningkatan indeks ketangguhan Kota Kupang yang saat ini dalam posisi sedang menuju tinggi. Berharap di tahun 2022 posisi indeknya kapasitasnya tinggi. Untuk itu kita juga berharap dukungan Pemerintah Daerah melalui BPB Kota Kupang untuk bersama-sama dengan forum berkolaborasi untuk kerja-kerja risiko bencana.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pengetahuan dan Penguatan Kapasitas FPRB Kota Kupang, Danny Wetangterah menuturkan, harapannnya kegiatan Forum Pengurangan Risiko Bencana bisa merencanakan kegiatan yang baru dan mendukung aktivitas keberencanaan dan Covid-19 di Kota Kupang.
Kegitan ini menurut Danny, dukungan dari CIS Timor, Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Kupang dan FPRB Provinsi NTT, Humanity & Inclution atas dukungan dana dari Uni Eropa.
Alain Oematan dari CIS Timor juga sebagai Project Officer, menurutnya, program ini merupakan program respon covid-19 yang dilakukan oleh Uni Eropa yang didukung oleh Humanity and Inclusion dan CIS Timor dengan fokus utamanya adalah kelompok rentan yang ada di Kota dan Kabupaten Kupang.
Alain mengatakan, kegitan tiga hari ini sebagai bagian dari kerja-kerja inklusi bersama pemerintah juga teman-teman Not Goverment Organisation (NGO) lain yang terlibat. “Jadi ini kami harapkan karena intervensi dalam program ini adalah aspek ekonomi dan kesehatan yang kami lakukan sampai Januari 2022. Jadi untuk level pemerintah ini kegiatannya adalah Training PRB Inklusi untuk memperkuat kapasitas pemerintah untuk bagaimana merancang perencanaan berbasis inklusi sehingga mampu mengakomodir kelompok rentan.
Tambahan informasi kata Alain, “kami membuka layanan hotline untuk masalah psikososial situasi pandemik covid-19 juga mempengaruhi kesehatan mental masyarakat karena banyak aspek terutama ekonomi yang mengalami kelumpuhan seperti tutupnya jenis usaha dan pemutusan hubungan kerja. Program ‘I AM SAFE ‘ juga akan memberikan dukungan ADP dan hygenekit kepada masyarakat dan tenaga medis di garis depan. Selain itu juga akan kegiatan untuk membangun ketahanan masyarakat dalam bidang ekonomi yang akan dilakukan pada tahun 2021,” tandasnya.
Beberapa diskusi baik dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak kemudian Dinas Kesehatan, grafik peningkatan kekerasan rumah tangga itu meningkat. Dan juga kegelisahan dinas kesehatan terkait kesehatan mental kita dalam menghadapi pandemic covid-19 ini juga cukup tinggi sehingga dibukalah layanan hotline. “Kami tidak hanya menunggu panggilan telepon tapi juga melakukan panggilan kepada penerima manfaat yang ada di Kota Kupang ini kami menyasar pada dua kecamatan yaitu: Kecamatan Oebobo dan Maulafa, kurang lebih ada 7 kelurahan yang kami dampingi,” kata Alain.














