LARANTUKA,RANAKANEWS.com- Jalan panjang penuh dinamika dan berliku Romo Romanus Tubo Ola,Pr menjadi Imam Tuhan, sejak tahun 2003 masuk Seminari Hokeng, kemudian sempat menjalani studi kedokteran selama 5 tahun dari 2009-2014, lalu kembali ke Seminari Tinggi Ritapiret 2017 dan STFK Ledalero 2018-2022, lanjut menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) 2022-2024 di Rumah Sakit Bukit Lewoleba, dan selesaikan studi S2 di IFTK Ledalero 2026, hingga ditahbis Diakonat 11 Juni 2026, serta selama 3 bulan masa orientasi Diakon di Paroki St.Yosef Lewotobi sejak Juli-Oktober 2026, akhirnya tuntas mencapai puncak ditahbiskan menjadi Imam Tuhan, Kamis 29 Oktober 2026 oleh Uskup Larantuka Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr.
Putra pasangan Mama Katarina Mala Luli dan Bapak Mikhael Ola Masan, yang dilahirkan di Witihama, 9 Agustus 1987 silam itu, ditahbiskan di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka bersama 2 rekan Imam lainnya, yakni Martinus Philipus Riberu dan melayani umat dan Metodius belajar Tedun Lamuda,
Sebelumnya, Minggu 25 Oktober 2026, Romo Romanus Tubo Ola, Pr dan 2 (Dua) rekan Imam diantar langsung keluarga besar dan umat dalam sebuah pawai keliling Kota Larantuka menuju Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, untuk kemudian diterima secara resmi Panitia Tahbisan Imam Baru Keuskupan Larantuka.
Suasana sukacita penuh kegembiraan nampak sangat terasa saat pawai pengantaran yang dimeriahkan oleh Tarian Hedung langsung sanggar seni gabungan Desa Horinara dan Redontena.
Dalam nada syukur atas rahmat Tuhan baginya, Romo Romanus Tubo Ola, Pr memilih motto tahbisan, ‘Mo ukutem Raranem, Kame Nuku Dawa Rehikem Bene-Bene O Tuhan. (Sungguh Tak Terselami Jalan-JalanMu, yah Tuhan) (Bdk.Roma 11:33)
Sementara Romo Martinus Philipus Riberu,Pr, yang juga menjalani masa TOP di Paroki St.Yosef Lewotobi, memilih motto, ‘Apakah Engkau Mengasihi Aku?’ (Yoh 21:17)
Sedangkan, Romo Metodius Tedun Lamuda memilih mottonya, ‘Tuhanlah Gembalaku (Mazmur 23:1).
Kini, puncak jalan panjang berliku Romo Romanus Tubo Ola, Pr itu tinggal menghitung jam mundur untuk tiba saat matahari pagi Kamis 29 Oktober 2026 menyapa memberi salam.
Sosok Romanus Tubo Ola, Pr yang selalu tampil sederhana, bersahaja, tenang dan selalu senyum menyapa setiap orang yang dijumpai, akan resmi menjadi Imam Tuhan.
Ia telah banyak belajar dari kesederhanaan iman umat sebagaimana yang ditemuinya saat masa orientasi Diakonat selama 3 (tiga) bulan melayani umat di Paroki St.Yosef Lewotobi, maupun ketika menjalani masa TOP 2 (dua) tahun di RS Bukit Lewoleba sejak 2022-2024.
Dimana Romo Romanus Tubo Ola, Pr sangat dekat dan menyatu dengan umat, baik saat turun melayani Ekaristi maupun terlibat dalam kegiatan bersama Orang Muda Katolik (OMK), Sekar/Sekami, maupun Kelompok Basis Gerejani (KBG) maupun kelompok kategorial seperti Legio Maria.
Romo Romanus Tubo Ola, Pr tetap tampil adanya, senyum dan sangat bersahaja
Hampir dalam setiap kesempatan, Ia tak sungkan-sungkan menyatakan, selain melayani Ekaristi bagi umat, tapi kehadirannya untuk belajar langsung dari kesederhanaan iman umat di Paroki St.Yosef Lewotobi, dan itu selalu ditemukan dalam setiap kesempatan yang membuatnya makin mantap dan teguh berdiri di jalan panggilan sebagai Imam Tuhan.
“Sungguh benar dan nyata, disinilah Saya belajar dan temukan kesederhanaan iman umat itu, yang membuat benih panggilanku sebagai Imam Tuhan semakin kuat dalam melayani umat Tuhan,”ujarnya saat menyampaikan pesan dan kesannya dihadapan umat Minggu 4 Oktober 2026, ketika perayaan misa di Gereja St Fransiskus Xaverius Lewotobi, maupun saat berpamitan dengan Pastor Paroki St.Yosef Lewotobi Romo Moses Watan Boro, Pr, Ketua DPP Paroki St.Yosef Lewotobi dan jajarannya, para Ketua Stasi dan umat, Selasa 13 Oktober 2026.
Romo Romanus Tubo Ola,Pr bahkan sempat menitikkan air mata saat menyampaikan ungkapan isi hatinya.
Bahkan, sempat tak mampu berkata-kata karena merasa sangat dekat dengan umat.
Ia juga selalu meminta doa dan dukungan umat agar tetap setia Imam Keuskupan Larantuka, sampai Tuhan memanggil pulang.
“Saya minta doa selalu dari Bapak, Mama, Kakak, Adik semuanya, agar Saya tetap merasa tidak sendiri dan selalu berjalan bersama Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Saudara, Saudari sekalian dalam kesederhanaan iman menjalankan panggilan hidup menjadi imam Tuhan ini.
Karena tanpa doa dan dukungan dari Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Saudara, Saudari sekalian Saya bukan siapa-siapa dan tak mungkin berada di jalan panggilan menjadi imam Tuhan sampai hari ini,”pungkasnya saat acara pamitan terakhir di pendopo Pastoran Paroki St.Yosef Lewotobi, Stasi Nurabelen, Selasa (13/10/2026) sore.
Sore hari itu benar-benar menjadi sejarah dan saksi hidup yang tak terlupakan, betapa Romo Romanus Tubo Ola, Pr, Pastor Paroki Romo Moses Watan Boro, Pr, Orang tua Bapak Mikhael Ola Masan, Mama Katarina Mala Luli, Ketua DPP dan jajarannya, juga Keluarga Romo Romanus Tubo Ola, Pr dari Adonara, Keluarga Angkat Romo Romanus Tubo Ola, Pr dari Bapak Markus Malaka Witi sekeluarga, Ketua Stasi St.Fransiskus Xaverius Lewotobi Tarsisius Buto Muda, dan umat lainnya yang hadir, semuanya larut dalam linangan air mata kegembiraan bercampur sedih mengenang tentang perjalanan panjang panggilan Imamat Romo Romanus Tubo Ola, Pr yang berakhir manis dalam 3 bulan Orientasi Pastoral Diakonat di Paroki Santo Yosef Lewotobi, dan akhirnya harus pulang untuk siap menjadi Imam Tuhan seutuhnya.
Pesan yang penuh harapan juga disampaikan Romo Moses Watan Boro yang meminta Romo Romanus Tubo Ola, Pr agar selalu ingat keserhanaan iman umat yang telah ditemukan selama 3 (tiga bulan) di Lewotobi.
“Jadikan itu sebagai kekuatan iman dalam menjalankan tugas sebagai imam Tuhan dimanapun setelah ditahbiskan. Tapi suatu harapan besar Kami agar suatu saat Romo Romanus Tubo Ola, Pr bisa kembali berkumpul kembali dengan umat di Paroki Santo Yosef Lewotobi melanjutkan berbagai karya yang telah dijalankan dan banyak mimpi yang mau dibuat,”ujar Romo Moses.
Demikian pula banyak harapan umat semoga suatu saat setelah ditahbiskan menjadi imam Tuhan seutuhnya, Romo Romanus Tubo Ola, Pr dipercayakan kembali ke Paroki Santo Yosef Lewotobi melayani umat dan terus belajar menjadi imam Tuhan dalam kesederhanaan iman umat, sebagaimana pesan mulia Uskup Sulung Keuskupan Larantuka Mgr. Gabriel Manek,SVD, bahwa seorang imam bukan hanya mempunyai tugas pokok melayani Ekaristi bagi umat, tapi juga belajar untuk hidup dari kesederhanaan iman umat. Semoga.. Amin. .Proficiat Romo Romanus Tubo Ola,Pr…..(OLA)












