KUPANG, RANAKANEWS.com- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek dan Pendidikan Tinggi ( Kemendikbudristekdikti), Dr. Charolina Muliana Girsang, SH, SE, MH mengajak mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berani melapor jika mengetahui ada perbuatan korupsi yang dilakukan para dosen atau rektornya. Bahkan, mahasiswa pun diminta melapor ke Inspektorat Jenderal Kemendikbudristekdikti jika merasa dipersulit dosen dalam kegiatan pendiidkan atau perkuliahan di kampus.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Irjen Menedikbudristekdikti, Dr. Charolina Muliana Girsang, SH, SE, MH pada acara Ngobrass (Ngobrol Bareng Asik Senja Sama) di Bondi Café dan Steak Resto Kupang, Rabu (27/10/2021).
Acara yang dihadiri Komunitas Mahasiswa Anti Korupsi dan Komunitas Kita Anti Korupsi ini, dipandu Dewi Leba, SH, M. I.kom.
Pada kesempatan ini, Irjen Kemendikbudristekdikti, Dr. Charolina Muliana Girsang, didampingi Miskudin Taufik (wartawan senior Antara).
Charolina Girsang mengatakan, mahasiswa bisa melapor kepada Inspektorat Jenderal Kemendikbudristekdikti melalui akun pengaduan irjen kemendikbudristekdikti di instagram atau melalui telepon dan email. Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sebagai bentuk upaya pencegahan tindak pidana korupsi dan tindakan lainnya di institusi pendidikan yang menyalahi aturan.
“Banyak laporan dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran di institusi pendidikan yang masuk atau dilaporkan ke irjen kemendikbudristekdikti. Hal inilah yang mendorong irjen Kemendikbudristekdikti untuk megambil langkah untuk melakukan upaya pencegahan,” kata Charolina Girsang.
Ia juga menjelaskan tentang kegiatan Festival Cegah Korupsi yang akan dilaunching secara nasional di Kupang-Provinsi NTT pada Kamis (28/10/2021).
Para mahasiswa di NTT pun diajak untuk terlibat dalam kegiatan festival karena kegiatan tersebut juga disediakan berbagai bentuk hadiah termasuk hadiah uang.
Dalam acara Ngobrass ini para mahasiswa juga menyampaikan banyak pertanyaan kepada Irjen Kemendikbudristekdikti, Dr. Charolina Muliana Girsang, SH, SE, MH.
Ini menunjukan mahasiwa di NTT antusuas menyambut program Irjen Kemendikbudristekdikti dalam upaya pencegahan korupsi terutama di lingkungan kampus. (MD)












