AMPRS Sikapi Dugaan Rasisme dan Arogansi Gubernur NTT

KUPANG, RANAKANEWS.com- Dua Puluh Tiga (23) Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tergabung dalam aksi Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat Sumba (AMPRS), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyikapi dugaan rasisme dan arogansi oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laskodat, di Gedung DPRD NTT, Selasa, 7  Desember 2021.

Ucapan dugaan rasis dilakukan oleh Gubernur menurut AMPRS bermula saat Gubernur Viktor Laiskodat berdialog dengan tokoh masyarakat adat Sumba Timur di Desa Kabaru, Rindi, Sumba Timur, Sabtu (27/11/2021).

Dikatakan AMPRS, saat berdialog, Gubernur Viktor Laiskodat melontarkan ucapan “Monyet” kepada salah satu warga yang juga ikut serta dalam pertemuan tersebut.

AMPRS melanjutkan, selain perkataan rasis, Gubernur Viktor Laiskodat juga mengeluarkan perkataan yang bersifat intimidatif, seperti akan memenjarakan warga apabila berbeda pendapat dengannya.

Atas dasar situasi di atas maka AMPRS melakukan aksi demonstrasi pada Selasa, 7 Desember 2021 dengan point tuntutan:

“Turunkan Gubernur Viktor Laiskodat!
Tolak dan hentikan pembangunan yang dilakukan di Desa Kabaru, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur!
Hentikan segala bentuk monopoli dan perampasan lahan!
Tolak pembangunan insiniator di Sumba Tengah!
Mengutuk keras dan hentikan tindakan premansime!

Wujudkan reforma agraria sejati dan pembangunan industrialisasi nasional yang mandiri dan berdaulat!
Desak DPRD Provinsi NTT untuk segera bentuk PANSUS terkait masalah di Sumba Timur.

Hormat Kami:
Kordinator Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat Sumba,” tutup AMPRS. (MPH/S)

error: Konten dilindungi!