KUPANG, RANAKANEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kupang merupakan Sekolah Seni dan Budaya.
SMKN 4 Kupang luar biasa. Yang pertama itu melibatkan para penenun lokal yang maestro- maestro kemudian diajak kolaborasi dengan anak- anak, jadi dalam konteks eko sistem kemajuan kebudayaan jalan.
Demikian diakui oleh Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI, Dr. Restu Gunawan, M.Hum yang didampingi Kepala BNPB Bali, I Made Dharma Suteja saat kunjungan di SMKN 4 Kupang, Selasa (8/2/2022).
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras dari team SMKN 4 Kupang; Pak Kepala Sekolah, Guru- Guru dan Siswa melestarikan Tenun sebagai kekayaan kebudayaan di NTT. Artinya dari level anak-anak sudah mulai ditumbuhkan, Jadi ini akan tetap lestari,” harap Restu Gunawan.
Yang kedua, kata Restu Gunawan, Tentu komersialisasi atau tingkatkan dengan tenun sebagai bagian dari nilai ekonomi yang tinggi. Mudah- mudahan bisa dikembangkan; tempat pamerannya, untuk jualannya karena ini sangat penting.
“Mudah-mudahan ini terus didukung pemerintah daerah, pemerintah pusat, juga para pelaku usaha yang punya usaha untuk memanfaatkan karya anak-anak kemajuan kebudayaan di NTT,” harapnya.
Ia mengakui anak anak ini luar biasa. “Belajar tenun dan belajar juga mengendalikan diri. Ini kan belajar kesabaran. Anak anak yang sudah belajar menenun ini sudah melatih olah rasanya, itu luar biasa,” salut Direktur Gunawan.
Dirinya berpesan, “Buat adik adik semua selamat berkarya, mudah-mudahan karya-karya saudara bisa untuk bekal kehidupan nanti, artinya secara ekonomi bisa menguntungkan kemudian dari aspek kebudayaan adik adik ini adalah pelaku pelaku budaya dari generasi muda yang akan terus melestarikan khususnya tenun NTT,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Robbi A.Ndun, S.Pd., MM mengatakan, SMKN 4 Kupang sesuai dengan program keahlian yang ada khususnya tenun ikat, mereka sudah mengembangkannya dan sudah menjualnya.
“Dan ini sangat dampak baik bagi anak didik itu sendiri. Jadi anak didik sudah punya keterampilan jadi kalau tamat sudah bisa mandiri,” kata Robby Ndun.
“Semoga SMKN 4 Kupang dipromosi terus sehingga peminat anak- anak yang berminat untuk mengambil program keahlian khusus tenun ikat bisa bertambah dan selanjutnya ada generasi ke generasi itu tetap ada jangan sampai putus karena berkaitan dengan tenun ikat ini butuh keterampilan atau keahlian khusus,” harap Robby.
Harapannya juga kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek lewat Bapak Dirjen dan Direktur untuk tetap mendukung pengembangan dan pelestarian kebudayaan di NTT secara khusus dalam hal tenun ikat.
Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S,Pd menyampaikan, “Kami dari pihak sekolah sangat berbangga dan berterimakasih oleh karena SMKN 4 Kupang menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi oleh Pa Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek pada hari ini.
“Disela- sela kesibukannya yang lain, beliau sempatkan diri untuk datang kesini, Saya kira ini juga tidak terlepas dari rekomendasi pihak dinas pendidikan dan kebudayaan yang luar biasa, baik dinas pendidikan kebudayaan provinsi maupun dinas pendidikan kota. Karena sebelumnya beliau tadi pagi sempat bertemu dengan pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang,” ujar Ketua MKKS SMK Kota Kupang.
Yang kedua kata Semi Ndolu “Kami merasa bahwa upaya kami di SMKN 4 Kupang selama ini dalam kaitan dengan melakukan pelestarian nilai nilai budaya, khususnya budaya tenun ikat di Nusa Tenggara Timur yang di Kota Kupang, kami satu-satunya SMK yang punya jurusan itu. Jadi anak anak kami, guru-guru kami merasa bangga dan memberikan apresiasi dengan kunjungan ini. Karena itu kami berharap kedepan apa yang menjadi upaya dari SMKN 4 Kupang, khususnya dalam pengembangan tenun ikat di SMKN 4 Kupang ini dapat diberikan sentuhan perhatian; baik itu dari segi kebijakan anggaran maupun pelibatan dalam berbagai event. Supaya anak anak kita itu mereka misalnya menenun itu dengan target bahwa mereka tidak hanya sekedar mendapatkan ilmu diruang ruang praktek di lingkungan sekolah tapi juga mereka diberikan ruang representatif untuk menampilkan hasil karya mereka dan juga kompetensi-kompetensi mereka,” tambah Semi Ndolu.
“Kita doakan supaya pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu dan ruang-ruang representatif itu bisa dibuka untuk anak anak kita itu menampilkan produk produk hasil karya mereka.
Yang pasti kata Semi Ndoldu bahwa “Kami SMKN 4 Kupang senantiasa mengupayakan untuk bagaimana terus melestarikan nilai-nilai budaya leluhur kita yang telah ditinggalkan untuk kita terus lestarikan melalui karya tenun yang ada di SMKN 4.
Sedangkan hasil karya siswa itu biasanya dipasarkan lewat unit produksi sekolah, Dekranasda dan kerjasama dengan penenun- penenun yang ada di Kota Kupang,” pungkas Ketua Ikatan Alumni PAK/IPT-UKAW Kupang. (TD)










