RUTENG, RANAKANEWS.com- Proyek pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas Negeri Dua (SMAN 2) Cibal Barat senilai miliaran rupiah di Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kini pekerjaannya belum selesai.
Kontraktor pelaksana CV Wae Dalit Indah, Dede saat dikonfirmasi media ini pada Senin (14/3/2022) siang dikediamannya di Leda Ruteng mengatakan, proyek pembangunan gedung SMAN 2 Cibal Barat telah diajukan untuk segera Provisional Hand Over (PHO) kepada dinas provinsi sejak lama, tapi sampai hari ini belum juga PHO, saya juga bingung arah kemana ini proyek.
“Iya, betul bro, waktu kontrak berakhir pada tanggal 13 Desember 2021, Waktu kontrak sudah lewat, Kita sudah addendum dua kali, addendum pertama perpanjang kontrak dan yang kedua tambahan waktu kerja lima puluh satu hari dan dendanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang tahu hitung, soal denda saya tidak tau,” ucap Kontraktor Dede.

Lanjut Dede menjelaskan, “kami ini belum pernah terima sama sekali uang dari dinas, yang kami tunggu ini PHO, kenapa belum PHO inikan awal tahun dinas masih menganggarkan uang untuk perjalanan tim. Tim PHO juga belum jelas kapan datangnya,” tuturnya.
Minimal kata dia, “sebelum bulan dua belas (Desember) kita sudah ada pencairan, saya belum pencairan sama sekali, uang yang saya terima baru termin 60%, nama pejabat pembuat komitmen (PPK) Pa Wens Gampur, saya sudah mendesak ke PPK agar segera turun PHO. Saya sudah ajukan untuk PHO tapi jawaban dari tim PHO tunggu penetapan anggaran baru turun.
“PPK juga bilang kemarin dalam perencanaan sebenarnya gedung SMAN 2 Cibal Barat tidak layak untuk dibangun hanya karena terlanjur masuk dalam LPSE sehingga tidak bisa dibatalkan lagi,” ungkap Kontraktor Dede.
“Soal kualitas bangunan yang bisa menilai kualitas bangunan itu tim teknis dari PU soal kualitas nantinya akan menerima dua pilihan apakah uang dipotong atau dikembalikan ke kas lagi,” tambah Kontraktor Dede.
Terkait pembangunan gedung tersebut kontraktor Dede menjelaskan, progres pembangunannya telah mencapai sembilan puluh delapan persen (98%), total gedung yang telah dibangun ada delapan gedung, kedelapan gedung tersebut dibangun sesuai RAB.
Upah tukang kata Dede, “kami sudah membuat perjanjian dibayar sesuai dengan progres pekerjaan, sejauh ini kami belum cair saya mau ambil uang darimana. Sudah dibayar enam puluh persen (60%) sedangkan seratus persen (100%) belum dibayar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Linus Lusi, memilih bungkam saat dikonfirmasi media ini melalui whatsapp pribadinya pada 14 Maret 2021.
Melalui pesan singkat whatsapp pribadinya Linus Lusi kepada media agar tahan pemberitaan di media.
“Adik sabar, adik tahan tahan berita” pesan singkat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus lusi diterima media ini pada 14 Maret 2021 pukul 16:54 Wita.
Untuk diketahui pembangunan gedung SMAN 2 Cibal Barat tersebut belum selesai dikerjakan padahal dalam papan informasi yang terpampang di lokasi proyek terlihat tanggal Kontrak Agustus 2021 sampai dengan 13 Desember 2021, nilai kontrak Rp3.343.771.000. (Tiga Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah) dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender dikerjakan oleh CV. WAE DALIT INDAH, Konsultan pengawas CV. SABA CONSULT, Konsultan Perencana PT. KONINDO PANORAMA KONSULTAN dengan nomor kontrak: No. 29(KONTRAK-KONT/DAK-SMA/PK/VIII/2021. (Tim/RN).












