WAIKABUBAK, RANAKANEWS.com- Dalam upaya membangun lingkungan dengan komunitas yang dinamis dan sejahtera, membutuhkan sinergitas antara berbagai pihak.
Dinamis dan sejahtera tidak saja terbatas pada suatu kelompok tertentu, melainkan menjangkau semua lapisan masyarakat terutama anak-anak.
Guna merumuskan rencana pembangunan yang berkelanjutan dalam mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri, sangat penting bagi para pemangku kepentingan untuk meletakkan fondasi yang kuat, dan hal ini dapat dimulai dari usia anak-anak.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade,SH dalam sambutannya pada kegiatan Penandatanganan Perjanjian Teknis Kerja Antara Stimulant Institute dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) serta Penandatanganan Surat Keputusan (SK) Tim Transisi Program Sponsorship, Senin (23/05/2022).
Lebih lanjut Bupati Yohanis mengatakan bahwa konsep pembangunan saat ini bertumpu pada masyarakat.
“Untuk mencapai konsep ini, dibutuhkan kerja sama dan sinergitas, juga kesepahaman bahwa hal ini adalah upaya kita bersama tanpa melihat kepentingan pihak-pihak tertentu. Kita berpikir bersama, bekerja bersama, berbagi bersama dan saling melengkapi dalam proses mewujudkan suatu pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Ini wajib dipahami dan melekat pada semua individu, kelompok dan institusi,” ujar Bupati.
“Saat ini, peran dan partisipasi anak dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas semakin penting. Partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan pada hakikatnya adalah mengangkat sudut pandang anak sebagai subyek atau pelaku pembangunan,” ungkap Bupati.
“Sebagai pemegang hak, anak harus dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan mulai dari tingkat Desa/Kelurahan hingga Nasional, sehingga pembangunan menjadi responsif anak. Mereka dapat menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka untuk mendapat perhatian dari pemerintah. Secara tidak langsung, kita sedang menyiapkan calon-calon pemimpin daerah yang dapat melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang saat ini sedang dititipkan kepada kita semua,” tambah Bupati.
Menurut Bupati Yohanis, Pemerintah Daerah menyadari betul bahwa keberadaan dan peran serta Save The Children sebagai mitra yang mengambil bagian dalam penentuan arah dan agenda pembangunan dirasakan sangat membantu keterbatasan peran pemerintah daerah dalam menanggulangi tuntutan dan kebutuhan masyarakat terutama anak-anak, khususnya dalam mendukung proses transformasi kehidupan anak yang lebih baik dan menyeluruh serta berkesinambungan dalam kehidupan mereka.
“Sekali lagi, saya merasa bangga dengan adanya kemitraan ini. Sebagai mitra pemerintah, telah banyak hal yang dilakukan oleh Save The Children, khususnya melalui berbagai program sponsorship. Melalui program Sponsorship, Stimulant Institute mitra Save the Children memastikan “Tidak Ada Anak yang Terlewatkan” artinya bahwa semua anak perlu dijangkau melalui pelaksanaan program ini,” pungkas Bupati Yohanis.
Bupati mengharapkan dengan ditandatanganinya Perjanjian Teknis Kerja antara Stimulant Institute dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, masing-masing pihak dapat mengetahui peran dan tanggung jawab dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan pada lembaga PAUD dan satuan pendidikan dasar.
“Kita harus memastikan semua anak di Kabupaten Sumba Barat mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Komunikasi yang selaras, kolaboratif dan sinergi diantara semua unsur pemangku kepentingan harus kita pertahankan guna menghasilkan anak Sumba Barat yang sehat, cerdas, mendapat pengasuhan dari orangtua/pengasuh serta menjadi kontributor positif bagi masyarakat,” harap Bupati Yohanis mengakhiri Sambutannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pj. Sekda Kabupaten Sumba Barat, Staf Ahli Bupati Sumba Barat, Asisten Sekda Kabupaten Sumba Barat, Pimpinan OPD Unit Kerja, Kepala Pendidikan Save The Children Pusat dan Seniro Manager Implementasi Program yang mengikuti secara daring, Sumba Field Manager Save The Children bersama jajarannya, Direktur Perkumpulan Stimulant Institute bersama jajarannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat, para anggota Tim Transisi. (YB/RN)












