KUPANG, RANAKANEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Komodo merupakan salah satu SMKN yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki 3 (tiga) kompetensi keahlian.
Sekolah yang beralamat di jalan Trans Flores Labuan Bajo, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Sekolah yang siap mendidik dan membimbing siswa-siswinya menjadi tenaga kerja yang kompetetitif.
Demikian kata Kepala SMKN 3 Komodo, Hortensia Herina, S.Pd kepada RANAKANEWS.com di Kupang, Rabu (15/6/2022).
“Kompetensi keahlian yang ada di SMKN 3 Komodo Labuan Bajo ada tiga yaitu wisata bahari dan eko wisata, seni tari dan karya tekstil dalam hal ini kami konsentrasinya di tenun ikat. Tetapi di tahun pertama ini yang sudah aktif dan banyak peminatnya itu adalah wisata bahari dan eko wisata juga seni tari. Sedangkan untuk karya tenun –tenun ikat ini belum ada peminat tetapi ini menjadi mata pelajaran wajib yang harus dikuasai oleh anak yakni menenun. Jadi kami terapkan itu,” tutur Hortensia yang akrab disapa Ibu Osi.
Lebih lanjut Ketua MKKS SMK Labuan Bajo ini mengatakan, terkait proses pembelajaran di SMKN 3 Komodo. “Selama masa pandemi ini kami menggunakan sistim shift hari. Jadi selang seling Senin, Selasa, Senin Selasa sampai hari Sabtu. Kenapa 6 (enam) hari dikarenakan ruang kelas yang tersedia itu belum cukup sehingga kami menggunakan pola shift hari,” jelasnya.
Sekolah yang memiliki 36 orang guru. Dari jumlah guru itu, ada satu guru kontrak. Dan 4 (empat) satpam termasuk cleaning service. Dan yang PNS hanya saya sendiri sebagai kepala sekolah. Jadi Guru Tidak Tetap (GTT) sebanyak 35 orang. Dengan jumlah siswa untuk angkatan pertama 287 siswa,” sebut mantan Kepsek SMKN 1 Lembor Selatan itu.
Terkait dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) lanjut Hortensia bahwa sekolah yang dipimpinnya itu ada 9 (sembilan) rombel; delapan rombel untuk wisata bahari dan satu rombel untuk seni tari.
“Sementara untuk fasilitas lain yang sudah tersedia yaitu ruang praktek, komputer untuk penunjang belajar, LCD, peralatan tari untuk seni tari serta perpustakaan. Kami juga sudah lengkapi tenaga pendidik yang kompeten sesuai bidangnya masing-masing,” kata Hortensia.
Menurutnya, peminat siswa itu untuk tahun pertama, yang lebih banyak kompetensi keahlian wisata bahari eko wisata. Jumlah siswanya sekitar seratus lebih anak.
Ia juga mengakui setelah hadirnya SMKN 3 Komodo antusias masyarakat baik. “Saya ambil rombel yang paling sedikit ya seni tari. Untuk saat ini angkatan pertama 21 orang. Tetapi selama berjalan satu tahun ini karena kami banyak menampilkan karya karya yang dihasilkan oleh SMKN 3 bekerjasama dengan sanggar-sanggar yang menurut kami sudah bisa dijadikan tempat belajar, dengan begitu cara berpikir orang tentang apa sih pentingnya sekolah menari itu sudah mulai terbuka.
Dan masyarakat disana sangat senang dengan kehadiran dua jurusan terutama untuk seni tari. Seni tari itu pertama untuk NTT. Kenudian wisata bahari, pertama untuk daratan Flores. Jadi peserta didiknya bukan hanya dari Manggarai Barat tapi dari Manggarai, Manggarai Timur (Matim) bahkan dari Alor ada, Bajawa juga ada. Untuk seni tari itu seperti tarian tiba meka, wela rana dan lain lain.
“Sedangkan untuk wisata baharinya, outputnya itu, kelebihan dari wisata bahari eko wisata itu dia bisa bekerja di darat dan bekerja di laut. Selama satu bulan kemarin kami turunkan anak anak itu untuk praktek kerja lapangan (Prakerin). Sasaran Prakerinnya itu di desa wisata dengan hotel dan agen- agen travel dan dinas-dinas terkait. Kelebihannnya mereka bisa bekerja di hotel di darat juga kapal pesiar yang nota bene dalam kapal pesiar itu ada akomodasi juga,” terangnya.
“Saya Kepala SMKN 3 Komodo Labuan Bajo mau memperkenalkan bahwa di Labuan Bajo ada SMK baru yang bergerak dibidang pariwisata dalam hal ini wisata hahari dan eko wisata juga seni tari. Selain kami mengajarkan khusus terkait kompetensi keahlian, ada banyak kegiatan ekstrakuler yang kami buat di SMKN 3 Komodo terutama yang pertama, dibidang literasi. Kami komunitas literasi namanya ekosentris karena kami belajar tentang eko wisata. Hal yang kecil saja seperti mendaur sampah, dan sebagainya. Juga kegiatan pramuka.
“Pada prinsipnya SMKN 3 Komodo membuat suatu hal yang orang lain tidak buat kami berani membuatnya walaupun kami sekolah baru. Intinya kami punya keberanian, yang orang tidak buat kami coba buat. Kadang orang tidak mau berbuat karena kendala di uang. Bagi saya, kita berbuat dulu, orang akan lihat kita dan memberi bantuan. Jadi tanpa harus ada dana dulu baru kita buat segala sesuatu,” tutur Kepsek Hortensia.
Ia mengakui guru-gurunya semua inovasinya masih fresh, kreatife, sehingga “saya lebih banyak mendengarkan mereka. Intinya ketika ide yang berikan itu bertujuan untuk membangun SMKN 3 Komodo saya pasti terima dengan baik,” katanya.
“Harapannya dukungan pemerintah untuk menambah ruang kelas baru. Kemudian fasilitas lain menunjang jurusan seni tari juga wisata bahari supaya 2 kompetensi keahlian ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (TD)












