KUPANG, RANAKANEWS.com– Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-28 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) ke-77 Tahun 2022, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kupang melaksanakan Upacara Bendera berlangsung dengan khidmat di Aula Sekolah tersebut, Jumat (25/11/2022).

Apel Bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd diikuti oleh guru-guru, pegawai, tata usaha dan siswa tersebut menjelaskan, sesuai dengan tema tahun ini yakni “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”. Dari tema itu, ini sebuah seruan sekaligus ajakan untuk terus melakukan inovasi.
“Secara khusus bagi kami di SMKN 4 Kupang, kami memaknainya sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan kemerdekaan untuk berkreasi dan berinovasi bagi para Guru, dan juga para siswa melakukan terobosan-terobosan baru didalam menciptakan produk-produk pembelajaran yang kompetitif dan juga bisa sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun, tetap berangkat dari kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh para siswa,” terang Kepala Sekolah Semi Ndolu.
Dikatakan Semi Ndolu bahwa selama ini keseragaman telah membelenggu keberagaman yang ada, maka sudah saatnya kita menghentikan itu semua.

Menurut Ketua MKKS Kota Kupang itu, pembelajaran harus mengacu kepada perbedaan potensi, minat bakat yang dimiliki oleh siswa. Dari situlah masing- masing siswa memiliki kompetensi dan potensi yang berbeda, yang menjadi pusat pengembangan di dalam proses pembelajaran.
“Kalau demikian maka, kita akan menghasilkan generasi-generasi emas di masa yang akan datang, bahkan pilar-pilar pembangun masa depan bangsa yang lebih baik,” terang Ketua Alumni PAK/IPT-UKAW Kupang itu.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kegiatan upacara ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun untuk tahun 2022 ini di laksanakan di gedung. Karena melihat cuaca masih musim penghujan maka selaku pengurus mengambil langkah untuk upacara di laksanakan di gedung aula sekolah ini.

“Kami di SMKN 4 Kupang pagi ini ada sebuah nuansa yang berbeda, terlihat bahwa upacara dilakukan secara bersahaja, gabungan antara guru, pegawai, tata usaha dan para siswa melakukan upacara secara sederhana namun sangat sarat makna dan cukup mengharukan.
Sambungnya, Tadi ketika para siswa maju ke depan dan memberikan bunga sebagai rasa terima kasih kepada guru, itu guru-guru, terlihat terharu menangis. kenapa? saya sampaikan bahwa kami belum bisa memberikan yang terbaik pada siswa kami namun sebagai dukungan bagi para guru untuk terus melakukan tugas profesionalitasnya dan juga terus memiliki kesabaran dan ketangguhan di dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa.
Kami mohon dukungan dari para siswa, orangtua siswa, dan seluruh masyarakat stakeholders yang lain terus memberikan dukungan terkait dengan pengembangan pendidikan karakter bangsa melalui proses belajar pancasila yang digaungkan di dalam kurikulum merdeka saat ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar, maka tema tersebut harus dapat direfleksikan oleh para guru di sekolah tersebut.
“Pada kesempatan ini Kami mau menyampaikan selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI yang ke-77 Tahun 2022 bagi seluruh para guru yang ada di nusantara ini baik itu sebagai guru honorer maupun guru yang berstatus sebagai ASN,” pungkasnya.

Sementara Pengawas Sekolah Dikmen Kota Kupang, Ulfianty MD.Toelle, S.Sos., M.Pd didampingi Pengawas, Pembina SMKN 4 Kupang Wellem Nubatonis, dan Lodia Manu Pengawas Bidang Bisnis Pariwisata, memaknai Hari Guru Nasional menjelaskan sesuai dengan temanya bahwa Guru, serentak, “Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar” sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek.
“Jadi untuk para guru, kita semua yang ada berkecimpung dalam dunia pendidikan di era ini, kita dituntut untuk menjadi guru yang penuh dengan inovasi dan kreativitas. Karena terkait dengan perkembangan digital yang luar biasa, dimana semua akses informasi pengetahuan bisa dengan mudah diperoleh, maka, kita juga sebagai pendidik, sebagai guru dituntut untuk terus belajar mau berubah dan menghasilkan inovasi- inovasi terobosan baru dalam dunia pendidikan, sehingga dapat menghasilkan output anak- anak yang berkualitas khususnya di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT),” tandas Ulfianty.
Lanjut Ulfianty mengatakan, sebagai pengawas “kami sangat berharap banyak kepada semua guru-guru, untuk, mari kita jangan tergerus oleh situasi perkembangan teknonogi yang cangkih, tetapi harus terus mau belajar, terus berubah, karena bukan hanya merdeka belajar bagi siswa tetapi kita guru juga harus terus berinovasi untuk mewujudkan merdeka dalam mengajar,” pintanya.
Berbicara tentang inovasi dalam konteks pembelajaran maka setiap guru harus mampu menemukan hal baru sehingga pembelajaran yang konvensional harus ditinggalkan.
Ia berharap dengan adanya peringatan hari guru nasional tersebut, sudah saatnya para guru diseluruh Indonesia untuk meninggalkan model pembelajaran konvensional dan masuk kedalam pembelajaran moderen. (TD)












