Tahun 2023, Dinas Pendidikan Kota Kupang akan Merekrut Anak Berprestasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si

KUPANG, RANAKANEWS.com- Guru, kepala Sekolah dan juga anak-anak serta  orangtua yang beragama Protestan maupun Katolik, saya mengajak semua kita yang merayakan untuk bisa merayakan ini sebagai momentum untuk kita  saling koreksi, saling memberikan saran, saling memaafkan satu dengan yang lain sehingga proses  pembelajaran di tahun 2023 itu bisa kita laksanakan secara lebih baik.

Ajakan ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si di ruang kerjanya Kamis (15/12/2022).

“Untuk anak-anak kelas VI dan kelas IX, kami sudah punya kesepakatan dengan seluruh kepala sekolah  se Kota Kupang baik SD maupun SMP untuk kita melakukan ujian bersama. Nah untuk ujian bersama ini tidak menentukan  kelulusan siswa sama dengan peraturan yang dilakukan oleh pemerintah pusat (Kemendikbudristek) tetapi ujian nasional ini penting untuk kita mengetahui  kualitas masing-masing sekolah dia masuk dalam ranking berapa, disitu kita bisa lihat dia akan unggul di mata pelajaran apa, sekolah A, atau B, C unggul pada mata pelajaran apa dan dia lemah pada mata pelajaran apa,

Nah itu sebagai evaluasi  bagi dinas pendidikan untuk mengundang semua kepala sekolah dan memaparkan hasilnya, disitu kita menginformasikan bahwa untuk sekolah A unggul disini, tetapi masih kurang di mata pelajaran ini, dan kita buat strategi  agar untuk ke depan ujian bersama itu mata pelajan-mata pelajaran yang di sekolah A dia kurang bagus, dia menjadi meningkat di tahun 2024. Untuk mata pelajaran-mata pelajaran yang unggul, kita tingkatkan atau kita bisa mempertahan itu sebagai kualitas dari pada sekolah yang bersangkutan baik negeri maupun swasta,” terang Dumul.

Pria yang murah senyum dan ramah ini menginformasikan, Untuk tahun 2023, kami akan  merekrut anak-anak yang punya prestasi; prestasi akademik maupun prestasi olahraga dan seni.

“Prestasi  akademik itu nanti kita lihat pada saat seleksi ujian bersama itu. Kalau dia nomor satu sampai sepuluh itu dia berhak untuk memilih sekolah negeri apa saja di Kota Kupang, misalnya SMP Negeri 1, SMP Negeri 2 sampai SMP Negeri 20 Kota Kupang, dia punya hak. Dan dia akan kita memberikan rekomendasi untuk masuk di  SMP yang bersangkutan sebelum PPDB berlangsung,” beber Dumul.

“Memang momentum Natal ini kita mempunyai ide-ide supaya memberi penghargaan lebih, memberi penghargaan luar biasa terhadap anak-anak yang punya prestasi sehingga anak-anak itu tidak repot-repot lagi masuk nanti melalui aplikasi, tetapi  dengan  rekomendasi kepala dinas, dia sudah bisa masuk di mana SMP Negeri yang dia kehendak.  Jadi oleh karena itu di momentum Natal ini kami mohon kepada orang tua  untuk bisa memanfaatkan waktu sisa ini untuk selalu mengingatkan anak-anak misalnya mulai jam 6 sampai jam 8 malam itu mereka harus giat belajar. Yang ranking 1 sampai 10, dia duduk manis saja dia langsung sudah mempunyai sekolah sebelum PPDB berlangsung. Gong PPBD belum mulai, dia sudah tahu sekolahnya di mana,” jelas Dumul.

Ia contohkan karena ada anak-anak yang juara olahraga di Porprov baru-baru ini, kalau di Porprov itu dia medali perak saja, misalnya SD ada Yunior, dia medali perak saja, itu dia sudah bisa masuk SMP tanpa melalui aplikasi. Kepala Dinas langsung memberikan rekomendasi kepada yang bersangkutan.

“Kami sementara menjajaki peluang-peluang ini ditingkat SMA dan SMK. Dan saya sudah komunikasi dengan Pak Linus Lusi  sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, ini ide kami kalau memang misalnya  di Kota Kupang bisa dilakukan itu, sehingga anak-anak ini yang berprestasi, mereka lebih giat berprestasi, lebih terangsang untuk berprestasi karena diberikan penghargaan dan memberikan motivasi oleh kami sebagai kepala dinas pendidikan baik kepala dinas pendidikan dan kebudayan Kota Kupang dan kepala dinas pendidikan provinsi NTT,

Terkait siswa yang meraih juara dalam lomba apa saja, menurut Kadis P dan Kota Kupang ini bahwa anak-anak yang punya prestasi, “Saya pesankan kepada Bapa/Ibu Kepala Sekolah dan juga Guru, itu memberikan ruang sebesar-besarnya untuk  mereka. Katakan saja mereka harus bertanding misalnya diluar kota, itu wajib diberikan  izin. Karena umur ini kan tidak akan mundur dia akan maju terus. Saat sekarang mereka harus berprestasi kita sebagai dinas, sebagai sekolah, kepala sekolah dan guru memberikan support untuk itu,” tegasnya.

“Kalau saya sendiri ada yang minta izin ke saya dia mau izin pertandingan di TTS atau diluar NTT, saya pasti dalam kesempatan yang  pertama memberikan izin. Karena  prestasi itu akan dia ciptakan di sana, dan semakin banyak dia berlaga di pentas olahraga semakin banyak pengalamannya dan pasti akan semakin bagus. Jadi kita harus memberikan support,” pungkasnya. (TD)

error: Konten dilindungi!