LARANTUKA, RANAKANEWS.com- Pasokan 1000 ton beras, dalam dua tahap oleh Perum Bulog Cabang Flotim, untuk atasi kemahalan dan kelangkaan beras di Pasaran, untuk memback up operasi pasar murah, sungguh menjadi catatan serius, sekaligus ironis.
Pasalnya, meski punya sejumlah lahan persawahan, yakni di Konga, Kecamatan Titehena, Hewa Kecamatan Wulanggitang, Sinarhadigala Kecamatan Tanjung Bunga, Waiwadan Adonara Barat, Bloto Kecamatan Adonara Timur, Sagu Kecamatan Adonara, dan di Solor Barat, namun Pemda Flotim melalui Dinas Pertanian tak mampu mengoptimalisasi produktivitas Padi, dan tanaman Pangan lainnya, seperti Jagung, guna pemenuhan kebutuhan pasar di Flotim.
Mirisnya, kebutuhan konsumsi beras di masyarakat, hampir seluruhnya dipasok dari luar. Cadangan pangan lokal lainnya pun, nyaris tak ada.
Beras dan jagung, yang dipanen petani setiap tahun, pun sebatas konsumsi sendiri dalam rumah. Itu pun, bertahan palingan beberapa saat.
Kendati demikian, Pemda Flotim malah terlihat bangga mendatangkan beras dari Makasar dan Surabaya, lantas mengaku Stok Beras aman, sebagaimana pernyataan Penjabat Bupati Flotim, saat meninjau stok beras di gudang Perum Bulog Cabang Flotim, Selasa.(14/02/2023, guna operasi pasar murah.
“Betul, kenapa Pemda Flotim tidak bisa antisipasi selama ini soal beras, dengan optimalkan persawahan di Flotim, disaat terjadi kelangkaan dan kemahalan seperti ini. Kita beli beras dengan harga Rp12.000- Rp15.000, sangat mencekik. Kalau seluruh persawahan di Flotim bisa digarap dan dibiayai APBD kan bagus. Daripada buang uang keluar daerah lagi,” ujar Yustina, Warga Kota Larantuka, saat ditanyai soal mahalnya harga beras di Flotim, hingga saat ini.
Demikian pula, dengan Kristin dan Ritha, warga Sarotari Timur, yang juga mengaku pusing dengan naiknya harga beras di Kota Larantuka.
Ritha bahkan meminta DPRD Flotim bersama Pemda Flotim, melalui Dinas Pertanian mulai fokus mengoptimalkan lahan persawahan di Flotim, dan dibiayai APBD Flotim, guna meningkatkan produktivitas Padi, guna pemenuhan pasokan beras dan komsumsi warga.
“Dinas Pertanian harus bisa urus sawah-sawah yang ada di Flotim. Kalau tidak, setiap tahun beli terus Beras ke Makasar dan Surabaya.
Daripada, uang keluar ke daerah lain, mendingan buat urus Sawah, supaya makan beras produksi sendiri,” tambah Ritha.
Dikatakannya, kelangkaan dan mahalnya beras seperti ini, mestinya diawasi dan dicek ke lapangan, apakah benar terjadi atau ada permainan bisnis.
Pasalnya, sebut Ritha, dengan terus menggantungkan kebutuhan beras pada jaringan pedagang, yang umumnya memasok beras Makasar dan Surabaya, maka peluang untuk memainkan kelangkaan dan mahalnya harga beras akan terus terjadi. Sebab, para spekulen lebih memburu uang besar,”tambahnya.
Terpisah, salah seorang pedagang yang dikonfirmasi Media, Selasa 14/02/2023 malam mengakui harga beras naik berani ke Rp625.000/Karung, isi 50 Kg.
Sementara harga beras per Kg, di Flotim masih bergerak kisaran Rp12.000-.Rp15.000, baik jenis Medium dan Premium.
Sementara terkait operasi pasar murah, Kancab Perum Bulog Flotim, David Dony Kurniawan, sampaikan tahap pertama pasokan 450 ton, siap digelar, dengan harga eceran tertinggi Rp9.000/Kg.
“Akan ada lagi tahap kedua 500 ton, sedang dalam perjalanan ke Maumere. Sehingga untuk Flotim praktis amanlah,” ujarnya kepada Wartawan, sembari tambahkan, pihaknya telah dapatkan ijin Movenas.
Sehingga semuanya telah siap gelar operasi pasar murah, berkenaan dengan program Stabiliasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Penjabat Bupati Flotim, Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si menegaskan, stok beras di Flotim aman, sehingga spekulan diingatkan berhenti menaikan harga.
“Akan ada operasi pasar murah, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Langkah penertiban di pasar akan dilakukan untuk cegah penimbunan.
Jika ada yang menimbun maka ditindak tegas,” katanya, saat meninjau operasi pasar murah di Gudang Bulog Cabang Flotim.
Ia minta warga manfaatkan dengan baik program operasi pasar murah ini, karena stok berasnya lebih dari aman dengan kualitas bagus.
Penilis: Ola
Editor: Thildis












