KUPANG, RANAKANEWS.com – Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan diberdayakan melalui pendidikan vokasi berbasis industri Nasional.
Program ini dikhususkan bagi tamatan yang berusia 18 hingga 35 tahun. Tujuannya untuk mendukung Sumber Daya manusia (SDM) milenial dalam kegiatan kerja ke depan.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S,Pd., M.Pd usai Upacara Bendera Hari Pendidkan Nasional 2023, di Aula Lantai 2 Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Selasa (02/05/2023).
Linus Lusi menyampaikan bahwa semua peserta program untuk tahap pertama akan dikirim sebanyak 3000 orang, dan tahap kedua di tahun 2024 dikirim 500 orang.
“Jadi pemberdayaan ini ditandai dengan MoU antara Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Direktur Global Catalys Kinan Anindita,” ungkap Linus Lusi.
“Waktu kerjasama dilakukan selama 4 tahun dan akan diperpanjang setelah melakukan tahap evaluasi. Para peserta akan dikirim pada bulan Januari hingga Juli 2024 nanti,” terangnya.

Terpisah, Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu,S.Pd menjelaskan bahwa Program Ausbildung merupakan sebuah sistem pendidikan vokasi di Jerman yang menerapkan konsep On the Job Training (OJT), dimana pesertanya dapat kuliah dan bekerja dengan mendapatkan penghasilan tambahan antara 16 sampai dengan 30 Juta rupiah perbulannya sesuai bidang yang digeluti.
“SMKN 4 Kupang sebagai salah satu sekolah yang telah bekerjasama melalui penandatanganan MoU bersama Global Katalyst e.V. Stuttgart Jerman pada Agustus 2022 lalu, kini mulai melakukan benchmarking dimana Kepala SMAKN 4 Kupang bersama 3 Kepala Kepala SMK/SMA lainnya memenuhi undangan edutrip ke sejumlah negara di Eropa yakni Jerman, Swiss, Paris, Luxembourg, Liechtenstein dan Australia,” jelas Semi.
Kunjungan tersebut dilakukan di sejumlah perusahaan mitra dan industri antaralain WFoG, HFU-Germani, Unimila-Itali.
“Manfaat dari program kunjungan ini tentunya membuka pintu kolaborasi dan sinergi semakin lebih kuat dengan pemerintahan Jerman untuk memberikan peluang studi dan bekerja bagi setiap tamatan SMKN 4 Kupang maupun lulusan dari sekolah lain di NTT,” terang Semi Optimis.
Selain itu kata Semi, yang lebih penting adalah SMKN 4 Kupang berkewajiban merekomendasikan minimal 2o orang lulusan setiap angkatan untuk mengikuti program Ausbildung di Jerman.
Sebagai SMK Pusat Keunggulan bidang ekonomi kreatif, dirinya yakin mampu menyiapkan lulusan yang dapat bekerja dan berwirausaha dengan masa tunggu paling lama 3 tahun setelah lulus.
“Kami sudah punya road map pengembangan sekolah, dimana salah satunya adalah berkomitmen menyiapkan lulusan yang kompeten dan dapat terserap didunia kerja paling lama 3 tahun setelah lulus dan karena itu setiap tahun kami lakukan penusuran tamatan atau tracer study dan mengoptimalkan Bursa kerja Khusus di sekolah kerja sama dengan Disnakertrans,” ujar Ketua MKKS SMK Kota Kupang.
“Program Ausbildung ini sekali lagi bukan pengiriman TKI ke Jerman melainkan sebuah peluang kuliah sambil kerja bagi lulusan kita setiap tahun dan menariknya mereka diberi upah atas pekerjaan mereka setiap bulannya. Calon peserta Ausbildung hanya cukup menyiapkan biaya training Bahasa Jerman dari level A-1 sampai B-2 selama 1.000 jam terlebih dahulu sebesar Rp9.700.000,-. Sedangkan biaya admistrasi keberangkatan dan akomodasi bulan pertama di Jerman, ditalangi oleh pihak Global Katalyst e.V,” imbuh Semi Ndolu.
Ucapan terima kasih disampaikannya kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur Josef Nae Soi, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, Premi Education dan Global Katalyst e.V atas dukungan hingga terwujudnya program Ausbildung ini.
“Harapannya program ini dapat dimanfaatkan oleh setiap siswa/i maupun lulusan SMKN 4 Kupang setiap tahunnya guna meningkatkan wawasan dan kualitas diri dan juga memberikan citra baik bagi mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur,” pungkas Semi Ndolu. (TD)












