KUPANG, RANAKANEWS.com – Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2023 mencapai Rp29,76 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 17,76 triliun.
Ekonomi NTT triwulan I-2023 tumbuh sebesar 3,73 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 (y-on-y).
Demikian kata Statistisi Madya BPS Provinsi NTT, Ir.Yezua Harnold F. H. Abel, M.Si bersama Nurani Vita Christiani, S.ST., M.M, dalam jumpa pers secara virtual, Jumat (05/05/2023).
Dijelaskan, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan Industri Pengolahan yaitu sebesar 6,55 persen.
“Sedangkan dari sisi pengeluaran komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 5,25 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi NTT pada triwulan I-2023 mengalami kontraksi sebesar 6,15 persen,” terangnya.
“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Keuangan sebesar 3,68 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi terdalam sebesar 61,91 persen,” sebutnya.
Struktur Ekonomi NTT pada triwulan I-2023 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 29,97 persen.
“Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 71,05 persen,” pungkasnya. (TD)












