UPTD Museum NTT, Gelar Lomba Karya Tulis Bagi Siswa SMA/SMK Kota Kupang

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A.Asamani, S.Sos.,M.Si (keempat) dari kanan foto bersama Dewan Juri Lomba Karya Tulis tentang sistem Mata Pencaharian Tradisional di Provinsi NTT bertempat di Aula Gedung Serbaguna UPTD Museum Derah Provinsi NTT, Jalan Frans Seda, Nomor 64, Kota Kupang, Kamis (21/09/2023). (Dok:TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – Kantor UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Lomba Karya Tulis Museum Tentang Sistem Mata Pencaharian Tradisional di Provinsi NTT.

Lomba Karya Tulis Museum dengan tema “Menelusuri Karya Budaya Lewat Sistem Mata Pencaharian Tradisional di Provinsi NTT,” dibuka oleh Kepala UPTD Museum Daerah Provinsi NTT, Aplinuksi M.A.Asamani , S.Sos.,M.Si, dihadiri Dewan Juri dari Akademisi Idris, Sos., M.Si, Paulina, M.Y.Kosat, S.Pd.,M.Hum, Omiano Sabu, S.Pd., M.Si, berlangsung di Gedung Aula Serbaguna UPTD Museum Derah Provinsi NTT, Jalan Frans Seda, Nomor 64, Kota Kupang, Kamis (21/09/2023).

Lomba yang diikuti  6 (enam) sekolah di Kota Kupang tersebut antaralain: SMA Katolik Giovani Kota Kupang, SMA Swasta Sta. Familia Sikumana Kupang, SMAN 1 Taebenu Baumata, SMAN 2 Kota Kupang, SMK Swastisari Kota Kupang, dan SMK Kencana Sakti Kupang.

“Hari ini kita melakukan Lomba Karya Tulis Museum tentang Sistem Mata Pencaharian Tradisional di NTT. Hal ini mau mengingatkan dan tentu memberikan pesan bagi kita atau pesan bagi generasi sebagai penerus kehidupan untuk memahami tentang tata nilai budaya di balik eksistensi lomba tersebut.

Dalam lomba tentang Karya Tulis akan ditampilkan aspek historis tentang Sistem Mata Pencaharian Tradisional, peranan Sistem Mata Pencaharian Tradisional dalam berbagai aspek kehidupan budaya masyarakat NTT atau Flobamorata. Sistem Mata Pencaharian pada berbagai suku, daerah, kabupaten, di Provinsi NTT.

Sistem Mata Pencaharian Tradisional merupakan hasil karya budaya sehingga kita tidak meninggalkan budaya sebagai media hidup menuju manusia yang berkarakter dan berbudaya.

Oleh karena itu, lomba ini hendaknya untuk menimba pikiran dan masukan terkait dengan benda koleksi Museum khususnya Tradisioanal yang kita laksanakan hari ini,” terang Kepala UPTD Museum Aplinuksi Asamani dalam sambutan mewakili Ketua Panitia Kepala Seksi Edukasi dan Publikasi, Dr.Wenseslaus Gampur, M.Si.

“Kami sangat mengharapkan pikiran yang konstruktif untuk menjadikan Museum sebagai tempat belajar bersama-sama dan sama-sama belajar tentang tatanan peletak dasar dalam mengendalikan diri perkembangan teknoloigi manusia yang semakin modern,” tandasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, “Melalui kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk secara serius memperhatikan seluruh keputusan yang akan disampaikan oleh pihak Dewan Juri serta dukungan partisipasi kita dalam memberikan informasi terkait Perhiasan Tradisional  sebagai bentuk atau upaya untuk memajukan kebudayaan daerah di provinsi NTT,” pintanya.

Pada kesempatan itu tak lupa ia menyampaikan, “Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada semua pihak baik guru, para siswa-siswi yang telah hadir dalam lomba Karya Tulis ini. Kepada Dewan Juri yang telah bersedia untuk memberikan penilaian dan membagi ilmu untuk mengembangkan,” pungkasnya.

Grace Kase, Siswi SMA Swasta Sta.Familia Sikumana Kota Kupang.

Salah satu peserta lomba Karya Tulis asal SMA Swasta Sta. Familia Sikumana Kota Kupang, Grace Kase mengaku senang dan bangga bisa mengikuti lomba Karya Tulis yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas P dan K Provinsi NTT.

“Saya bersama Putri So dan Farel Ndolu, dalam Karya Tulis kami mengangkat judul “Sistem Mata Pencaharian Masyarakat di Provinsi NTT daerah Manggarai”,

Tujuannya untuk mengetahui penyebab mata pencaharian yang dipengaruhi oleh lingkungan alam.

Yang kedua,  untuk mengetahui penyebab adanya mata pencaharian di Manggarai, dan untuk mengetahui sebagian besar mata pencaharian di Manggarai,” terang siswi Jurusan IPA itu.

Menurutnya  memilih judul Sistem Mata Pencaharian Masyarakat Daerah Manggarai, “Agar dapat memberikan informasi tambahan untuk para pendengar dan pembaca tentang Kabupaten Manggarai,” harap Siswi kelas XI itu.

Wakasek Apolonaris W. K. Tupan,S.Pd (Baju Biru) foto bersama Siswa/Siswi SMA Swasta Sta. Familia Sikumana Kupang usai mempresentasikan Karya Tulis oleh Grace Kase, Farel Ndolu, dan Putri So sebagai peserta nomor urut satu.

Sementara salah satu Guru Pendamping, Apolonaris W. K. Tupan,S.Pd menurutnya berkaitan dengan presentasi anak-anak saya tadi, saya sedikit kasih gambaran bahwa Karya Tulis yang dipaparkan tadi itu murni hasil pengerjaan anak-anak tanpa bantuan oleh Bapak Ibu Guru. Itu murni hasil penelitian mereka sendiri. Hal itu dapat dibuktikan bahwa ketika Bapak Ibu Juri melihat stigmatika tulisan anak-anak yang menurut saya, itu sedikit diluar dari stigmatika penulisan karya ilmiah yang sebenarnya.

Dari kiri ke kanan, Putri So, Farel Ndolu, dan Grace Kase.

“Berkaitan dengan proses seleksi, kami di sekolah itu mengadakan seleksi secara terbuka penulisan karya ilmiahnya. Setelah itu, ada 3 kelompok yang membuat karya Ilmiah tertulis itu. Setelah itu tidak hanya  karya ilmiah saja yang kami minta. Kami minta anak-anak juga menyiapkan power pointnya. Setelah itu anak-anak mempresentasikan di depan bapak ibu guru dan di depan teman-teman mereka. Kemudian selesai presentase itu, Bapak/Ibu Guru, teman-teman memberikan penilaian dan hasilnya adalah tadi ketiga anak saya tadi itu yang di pilih untuk menjadi sebagai pemateri/ narasumber dan moderator,” sebut Toda sapaan akrabnya.

Lebih jauh ia mengatakan, “Untuk yang Karya Tulis Ilmiah yang kami ambil Pengaruh Alam Terhadap Mata Pencaharian yang ada di NTT khususnya di daerah Manggarai. Jadi yang menjadi dasar untuk karya ilmiah yang menjadi fokusnya itu adalah mata pencaharian di bidang pertanian. Makanya tadi saat presentasi itu ada hal-hal yang berkaitan dengan hasil dari bertani mereka seperti buah-buahan yang menjadi salah satu faktor ukur mendukung mata pencaharian di daerah Manggarai,” ujar Guru PJOK pada SMA Swasta Sta.Familia Sikumana.

Menambahkan, untuk menyiapkan karya tulisnya itu dalam bentuk soft copy itu sekitar satu minggu. “Untuk power pointnya itu kami berikan mereka kesempatan itu selama 2 hari sampai kemarin,” katanya.

Ia menyebutkan, siswa/siswi yang mengikuti lomba karya tulis dari SMA Swasta Sta.Familia Sikumana Kupang sebanyak 8 oarang siswa. Sedangkan guru pendamping 2 orang, jadi total 10 peserta. Yang hadir ini kelas X dan XI yang nota benenya adalah mereka belum tau sebenarnya tau karya ilmiah itu mekanismenya seperti apa. Dalam arti mereka berangkat dengan ketidaktahuan tentang karya ilmiah sebenarnya itu seperti apa. Ini menjadi suatu tantangan khusus buat mereka bahwa bagaimana mereka belajar dari proses ini semua. Sampai tadi Bapak Ibu Juri memberikan saran dan pendapat.

“Saya menyampaikan bahwa setiap saran dan pendapat itu menjadi evaluasi buat Anda menjadi lebih baik. Jangan telan secara mentah-mentah setiap saran dan pendapat, Anda harus liat baik-baik apa yang harus diperbaiki selama presentasi tadi,” tegas Toda sembari menyebutkan, Mereka itu kelas X dan kelas XI. Sebenarnya kalau mau hitung karya tulis ilmiah itu harus kelas XI dan kelas XII,” imbuh Toda.

Harapannya tentu ingin memperoleh juara. Menurut Toda, hadiah itu menjadi bentuk suatu penghargaan ya apabila melakukan yang terbaik. “Yang terpenting bahwa ketika kita diundang kita bisa menampilkan yang terbaik; ikut bagian,” pungkas Wakasek Bidang Kesiswaan. (TD)

error: Konten dilindungi!