LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Sikap Penjabat Sekda Flotim Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang berani tinggalkan forum Badan Anggaran (BANGGAR) Jumat, 17 November 2023 malam, dan tak mau melanjutkan pembahasan, meski forum rapat yang dipimpin Ketua DPRD Flotim Robertus Rebon Kreta,S.Pd masih berjalan baik dan dikendalikan, dikecam keras seluruh Anggota Banggar.
“Sebagai pimpinan lembaga DPRD Flotim dan juga mewakili Banggar DPRD Flotim pembahasan Rancangan KUA PPAS tahun 2024, saya sangat kesal dengan sikap yang ditunjukkan Penjabat Sekda Flotim yang juga Ketua TAPD Flotim Petrus Pedo Maran, yang berani meninggalkan forum terhormat ini, meskipun rapat belum selesai dan masih berjalan baik.
Terus terang, ini sikap yang sangat mengecewakan dan tidak menghormati lembaga DPRD Flotim yang terhormat, yang mewakili seluruh rakyat Flotim,” tegas Robertus Rebon Kreta, dengan nada kesal.
Menurutnya, sikap Penjabat Sekda dan TAPD Flotim seperti berdampak serius pada makin molornya pembahasan KUA PPAS tahun 2024, yang berpotensi pada pelaksanaan program kegiatan tahun 2024.
Ia bahkan menyatakan, belum bisa memastikan kapan agenda selanjutnya bisa berjalan jika sikap Penjabat Sekda dan TAPD Flotim seperti ini.
Kecaman keras juga dilontarkan Anggota Banggar DPRD Flotim lainnya, diantaranya: Rofin Baga Kabelen, Muhammad Ikram Ratuloli dan Herman Vicky Bethan.
“Mestinya, beda pendapat tajam dan panas antara Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Flores Timur dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Flores Timur, dalam rapat pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2024, terkait usulan adanya pokok pikiran Lembaga DPRD Flotim, untuk diakomodir dalam Rancangan KUA PPAS Tahun 2024, namun ditolak keras TAPD Flotim, dengan alasan DPRD tak punya hak anggaran, itu adalah hal yang biasa, yang masih harus dibicarakan untuk mendapatkan titik temunya. Bukan dengan cara-cara seperti ini. Meninggalkan forum tanpa solusi. Bahwa ada dinamika rapat, dimana anggota Banggar gebrak meja, banting dokumen, itu hal biasa dalam dinamika sebuah forum rapat,”ujar Rofin Kabelen, Muhammad Ikram Ratuloli dan Vicky Bethan.
“Kok di DPR RI saja ada yang sampai lebih keras lagi dinamikanya. Kalau mental Penjabat Sekda Flotim Pedo Maran seperti ini, cepat tersinggung dan selalu merasa tidak nyaman ketika ada dinamika yang tajam dan keras, mau jadi apa ini Flotim. Baru menjadi Penjabat Sekda Flotim 2 tahun saja seperti ini, apalagi besok-besok diangkat jadi Sekda Flotim definitif, maka lembaga DPRD Flotim pasti lebih tidak dihargai,” tambah Vicky Bethan, keras.
Sementara Muhammad Ikram Ratuloli kepada Wartawan menjelaskan, sikapnya menggebrak meja dan banting dokumen ke lantai, sebagai sikap kesalnya kepada Penjabat Sekda dan TAPD Flotim yang sangat tidak menghargai lembaga DPRD Flotim.
“Masah, Rancangan KUA PPAS yang diberikan ke Banggar DPRD Flotim tidak boleh dibahas lagi. Dan, DPRD Flotim juga tidak bisa memasukan pokok-pokok pemikirannya sesuai aspirasi masyarakat. Memangnya, Lembaga DPRD Flotim ini hanya tukang stempel saja. Sikap keras dan kaku Penjabat Sekda dan TAPD Flotim ini yang bikin saya kesal. Seolah-olah dokumen Rancangan KUA PPAS tahun 2024 itu kitab suci yang tidak boleh diutak-atik lagi. Makanya, saya banting itu dokumen dan gebrak meja,” ujarnya Miral Ratuloli, memberi penjelasan.
Pantauan langsung Wartawan, forum debat Anggota Banggar DPRD Flotim dan TAPD Flotim berjalan panas. TAPD Flotim yang dipimpin Penjabat Sekda Flotim Pedo Maran tak bergeming dan menolak keras Anggota Banggar untuk memasukan dan membahas lagi pokok-pokok pikiran dari prioritas plafon anggaran sementara yang sudah diajukan.
Terutama terkait usulan pembiayaan Rp15 M dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah disusun Pemda dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2024, serta usulan DPRD Flotim agar didorong lagi Rp5 M sebagai pokok-pokok pikiran yang didanai melalui Dana Alokasi Umum.
Akibat debat tajam ini, dan terus mendapat tekanan Anggota Banggar DPRD Flotim, Penjabat Sekda Flotim Pedo Maran dan TAPD, akhirnya ambil sikap tinggalkan forum, meskipun Pimpinan Rapat Robertus Rebon Kreta masih kendalikan forum dengan baik. Roby Kreta yang terus meminta Pedo Maran untuk bersabar dan bicara baik-baik pun, tak diindahkan.
Pedo Maran yang nampak sangat kesal dengan sikap Anggota Banggar yang bersuara keras, gebrak meja dan banting dokumen, lantas mohon pamit dan bangun dari tempat duduk, lalu berjalan keluar ruang rapat terus menuju mobil dinas di halaman depan Gedung Bale Gelekat Lewotanah DPRD Flotim, diikuti seluruh Anggota TAPD Flotim meninggalkan forum rapat Banggar, sekitar pukul 17.30 WITA.
“Pimpinan Rapat, mohon maaf, kami merasa sudah tidak nyaman dengan suasana rapat ini. Sehingga Kami mohon pamit untuk meninggalkan forum rapat ini,”demikian argumen yang disampaikan terbuka oleh Pedo Maran, sebelum meninggalkan forum rapat Banggar DPRD Flotim, Jumat (17/11/2023) sore. (OLA/RN)
Penjabat Sekda Flotim Petrus Pedo Maran (Baju Putih) diikuti Anggota TAPD Flotim sedang berjalan keluar dari Gedung Bale Gelekat Lewotanah DPRD Flotim, menuju mobil dinas. (OLA/RN)












