KUPANG, RANAKANEWS.com – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi – Adrianus Garu resmi mendaftar di KPU NTT, Selasa (27/8/2024).
Saat mendaftar, Paslon Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu dengan tagline “SIAGA” dihantar ribuan pendukungnya menuju KPU NTT.
Selain itu sejumlah tokoh adat dari etnis Timor dan etnis Manggarai Flores turut serta mengantar paket SIAGA.
Ritual adat Timor, yakni ritual adat Natoni mengantar pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu merupakan sosok yang luar biasa dan layak untuk diperjuangkan.
“Kami sudah mendaftarkan diri di KPU NTT, dan diterima secara baik dan komunikatif dan semua persyaratan telah dipenuhi. Paket ini akan menindaklanjuti arahan dari KPU untuk berproses mulai dari pemeriksaan kesehatan dan seterusnya,” jelas Simon Petrus Kamlasi yang akrab disapa SPK kepada awak media usai mendaftar di KPU, Selasa 27 Agustus.
“Hari ini kami sudah buktikan dengan datang ke KPU mendaftarkan diri sekaligus menyerahkan berkas visi-misi yang akan diemban ke depan untuk membawa NTT maju mandiri adil sejahtera berkelanjutan. Kami membawa NTT menjadi provinsi bermartabat apabila dipercaya. Pastikan 27 November kita hadir di TPS memberikan suara Tuhan untuk SIAGA agar dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan saya dan Pak Andre Garu sebagai calon wakil gubernur untuk bertarung di pilgub NTT 27 November mendatang. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada partai pengusung yang dengan setia mempersiapkan segala sesuatu dengan cepat, juga kepada relawan, simpatisan, keluarga dan rakyat NTT umumnya yang tahu kalau Paket SIAGA siap untuk mengabdi.
Menurutnya, semua ini tidak kebetulan tapi restu dari alam semesta dan leluhur yang mengamanatkan kepada putra terbaik.
“Doakan kami agar jiwa raga yang telah disiapkan untuk dipersembahkan kepada NTT dan mendapat amanat terbanyak dari rakyat. Mengutip pesan ketua KPU bahwa jangan golput laksanakan dengan damai bahwa NTT bermartabat dan pantas di segani di Nusantara dan dunia,” tambahnya.
Terkait alasan mundur dari Perwira Tinggi TNI AD, SPK mengatakan, apabila ia menjadi perwira tinggi TNI mungkin saja pensiun dengan bintang tiga karena masih 11 tahun.
Namun dia berpikir bahwa bintang tiga itu hanya untuk diri sendiri. Kesempatan dirinya mengabdi lebih luas tidak sekadar sebagai anggota TNI AD.
“Apabila saya dekat dan duduk di kursi gubernur NTT maka pengabdian akan sangat luas. Prinsipnya ada ruang yang luas untuk saya mengabdi,” katanya.
Dia pun berjanji jika dipercayakan rakyat NTT maka akan menciptakan bintang-bintang baru dari NTT.
“Saya juga mau sampaikan bahwa Partai yang usung kami ini memiliki militansi tinggi yakni PKB, Nasdem dan PKS. Kami kami mengusung bukan ukuran gemuk atau tidak tapi militansinya. Kita akan menguasai sampai ke titik-titik terpencil di NTT. Kita siap eksekusi pembangunan karena rakyat menjadi panglima kami. Kami ini paket bukan comotan tapi kami sudah siapkan diri sudah sejak lama,” pungkas putra Timor Tengah Selatan ini.
Ketua Tim Pemenangan paket SIAGA, Kristo Blasin dalam sambutannya mengatakan, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu yang diusung dari Partai NasDem, PKB, dan PKS ini merupakan sosok yang luar biasa dan layak untuk diperjuangkan.
Kristo meyakini bahwa paket SIAGA mampu memimpin provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk lima tahun kedepan.
“Saya harus jujur bahwa Simon Petrus Kamlasi merupakan sosok yang luar biasa, dan saya menganggap Simon Petrus Kamlasi layak untuk memimpin NTT untuk lima tahun kedepannya,” kata politisi senior Kristo Blasin.
Kristo yang juga mantan anggota DPRD NTT ini mengaku, pihaknya ingin memenangkan perhelatan politik lima tahunan ini dengan suasana damai.
Ketua Bawaslu NTT, Nonato Da. P. Sarmento dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya akan selalu mengedepankan prinsip pencegahan, pengawasan, dan penindakan dalam melaksanakan tugas pengawasan proses Pilkada kali ini.
Bawaslu NTT akan memantau mekanisme, tata cara, dan prosedur pencalonan dengan cermat,”katanya.
Pantauan www.ranakanews.com jalanan yang berada di depan Kantor KPU NTT ditutup untuk umum saat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT datang mendaftarkan diri.
Terlihat aparat polisi dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi NTT mengamankan jalanan yang ada di depan Kantor KPU NTT.
Diketahui bahwa pada hari pertama pendaftaran, dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTT yang mendaftar ke KPU NTT yakni pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma. (TD)












