KUPANG, RANAKANEWS.com – Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Setda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dekranasda dan PKK NTT yang menyelenggarakan Parade Tenun, puncak HUT Nusa Tenggara Timur (NTT) ke-66 Tahun 2024.
Kami dari Pemerintah Kota Kupang hadir dengan memakai beberapa motif tenun, kita tonjolkan motif Sepe. Jadi selain hadir dari pegawai pemerintah Kota, juga ada melibatkan SD dan SMP dalam hal ini utusan kepala sekolah.
Hal ini disampaikan Jeffry Edward Pelt sebelum mulai acara Parade Exotic Tenun dalam rangka HUT NTT ke-66 tahun 2024 di Jalan ElTari, Kupang, NTT, pada Jumat (20/12/2024).
“Dengan bertambahnya usia Provinsi ini dan sebentar lagi ada pemimpin baru; di Provinsi, Kota dan beberapa kabupaten harapan kami bahwa NTT akan semakin maju kedepan dan masyarakatnya bisa lebih meningkat teristimewa dalam pemenuhan kebutuhan setiap hari,” ujar Jeffry Pelt.
Musim Penghujan
Ketika ditanya terkait musim penghujan. Menurut Jeffry Pelt, “Karena ini sudah masuk musim penghujan diharapkan masyarakat bisa memperhatikan untuk pemenuhan kebutuhan kedepan dengan mulai menanam,” tambah Jeffry Pelt.
Sampah
Terkait sampah. “Di musim hujan juga ini sekarang kita temukan ada sampah yang tergenang di jalan, jadi harapan kami bahwa masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya dan bisa menempatkan di tempat-tempat yang telah disiapkan oleh pemerintah agar memudahkan pengangkutan,” pungkas Asisten 1 Setda Kota Kupang itu.
Pantauan ranakanews.com, acara puncak HUT ke-66 Tahun 2024 ini melibatkan ribuan peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi dan Kota Kupang, dengan menampilkan motif tenun dari setiap daerah di NTT.
Acara ini dihadiri oleh Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P.,M.P, didampingi istri Ny. Santi Ambarwati, S.E, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua PKK NTT, Penjabat Walikota Kupang, Linus Lusi, S.Pd.,M.Pd didampingi istri Ny.Angela Lusi Deran, Istri Sekda NTT Ari Ondok, S.H.
Tutut hadir Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf Fransiskus Handoko, SST.Par., M.Sc. Serta unsur Forkopimda NTT.
Tampak hadir dari sektor Perbankan, BKOW NTT, WKRI NTT, Universitas di Kota Kupang, BUMD, Atlet Bela Diri, Lembaga Keagamaan, Perwakilan Pelajar PAUD, SD, SMA/SMK se-Kota Kupang, instansi vertikal, teman disabilitas, finalis audisi putri, serta anggota sanggar Timor Creative People yang mengenakan busana modifikasi tenun ikat.
Peringatan HUT ke-66 NTT juga turut dimeriahkan oleh penampilan tarian daerah, lagu-lagu daerah oleh Paduan Suara San Jose dan Parade Padu Padan Tenun By Erwin Yuan dengan rute Start dari depan BI kemudian Finis di Alun-alun Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT.
Pada acara tersebut, juga dilakukan deklarasi penetapan 20 Desember sebagai Hari Bertenun NTT. Pada tanggal ini, masyarakat NTT diimbau mengenakan tenun ikat untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang juga sedang mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk motif tenun khas daerah, termasuk Tenun Sepe, guna melindungi dan melestarikan warisan budaya NTT.
Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, puncak perayaan HUT NTT ke-66 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya lokal serta semangat kebersamaan untuk membangun NTT yang lebih sejahtera dan berbudaya.
Acara puncak menampilkan pameran tenun ikat, demo kuliner dan bazar pangan lokal yang melibatkan 51 UMKM.
Pangan lokal seperti Sorgum disajiikan sebagai menu utama untuk tamu vip dan anak-anak stunting. Sementara bazar beras SPHP menjual produk dibawah harga pasar. (RN)












